Kriegsmarine adalah nama resmi dari angkatan lautJerman pada masa Nazi berkuasa. Nama ini mulai 1 Juni 1935 dipakai sebagai pengganti sebutan sebelumnya, Reichsmarine.
Struktur Komando
Ketika Perang Dunia Kedua, Jerman yang pada waktu itu di bawah kepemimpinan Adolf Hitler (20 April 1889 – 30 April 1945), adalah pemimpin tertinggi seluruh angkatan perang, termasuk Kriegsmarine. Kekuasaannya berjalan melalui Oberkomando der Marine (OKM), Panglima Angkatan Laut (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Kepala Staf Angkatan Laut (Chef der Stabes der Seekriegsleitung), dan seorang Kepala Departemen Operasi Angkatan Laut (Chef der Operationsabteilung). Berikut adalah komando dari Kriegsmarine berdasarkan regional, skuadron dan komando armada kecil:
Regional
Suatu regional/divisi dipimpin oleh seorang Generaladmiral atau Laksamana, yang mana subdivisi mereka dibagi-bagi lagi apabila diperlukan. Setiap regional ada Marineoberkomando untuk Armada Laut Baltik, Nord (Utara Jerman/Denmark dan sekitarnya), Nordsee (Laut Utara), Ost/Ostsee (Dahulu Baltik), Selatan (Laut Tengah) dan Barat (Samudera Atlantik). Kriegsmarine menggunakan sistem pengodean yang disebut Gradnetzmeldeverfahren untuk memetakan daerah komando.
Skuadron
Setiap tipe kapal perang Jerman, mempunyai sistem komando yang dipimpin oleh seorang perwira kepala kapal (seperti Fregattenkapitän maupun Korvettenkapitän). Mereka mengomandoi kapal perang (Battleship), Cruiser, Destroyer, kapal selam (Führer der U-Boote), kapal bertorpedo (MTB), kapal anti-ranjau, kapal pengangkut, kapal patroli dan senjata anti-kapal.
Komando Armada Kecil
Suatu operasi besar dikomandoi oleh seorang Flottenchef (Kepala Armada Kecil) yang biasanya bersifat sementara.
Sejarah
Schlesien dan Schleswig-Holstein.
Sesuai dengan Perjanjian Versailles, Jerman hanya boleh memiliki angkatan bersenjata yang kecil. Setelah Machtergreifung pada tahun 1933, Jerman mulai mempersenjatai diri kembali. Perjanjian angkatan laut antara Britania Raya dan Jerman (bahasa InggrisAnglo-German Naval Agreement; bahasa JermanDeutsch-britisches Flottenabkommen) pada tanggal 18 Juni 1935 mengizinkan pembangunan armada atas permukaan 35% dari tonnase kapal atas permukaan Inggris, 45% dari tonnase kapal selam Inggris, dan kapal perang tidak tidak melebihi 35.000 Ton. Kriegsmarine sampai dengan tahun 1947 sesuai dengan apa yang disebut sebagai "Rencana-Z" (Z-Plan) harus memiliki sejumlah besar kapal baru di antaranya kapal induk. kapal perang, kapal penjelajah, kapal selam dan kekuatan laut ringan lainnya.
Pada tahun 1935 digunakan bendera baru, bendera swastika dengan palang besi (bahasa Jerman Eisernes Kreuz) di kiri atas.
Kriegsmarine pertama kali diturunkan dalam peperangan pada Perang Saudara Spanyol. Bersama-sama dengan angkatan laut Britania Raya, Italia dan Prancis dalam blokade laut internasional dalam rangka embargo senjata terhadap Spanyol. Penempatan Kriegsmarine ini dilakukan untuk mendukung upaya kudeta kaum Nasionalis Spanyol pimpinan Francisco Franco. Pada 29 Mei 1937, kapal Deutschland dibombardir dan mengalami kerusakan di dekat Ibiza.
Panglima Angkatan Laut
№
Potret
Panglima
Mulai jabatan
Akhir jabatan
Lama menjabat
Ref
1
Raeder, ErichGroßadmiralcode: de is deprecated Erich Raeder (1876–1960)
1 Juni 1935
30 Januari 1943
7003280000000000000♠7tahun, 243hari
–
2
Dönitz, KarlGroßadmiralcode: de is deprecated Karl Dönitz (1891–1980)
Warzecha, WalterGeneraladmiralcode: de is deprecated Walter Warzecha (1891–1956)
23 Mei 1945
22 Juli 1945
7001600000000000000♠60hari
–
Bendera Panglima Tertinggi
Bendera Panglima Tertinggi dari 7 November 1935 hingga 30 Maret 1939
Bendera Panglima Tertinggi dari 1 April 1939 hingga 8 Mei 1945
Bendera Admiralinspekteur dari 1 Februari 1943 hingga 8 Mei 1945
Pada tanggal 7 November 1935, sebuah dekrit dikeluarkan oleh Werner von Blomberg, Menteri Reichskriegs dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Jerman yang memerintahkan pengenalan pola bendera baru untuk digunakan oleh Panglima Tertinggi Kriegsmarine. Bendera tersebut terdiri dari persegi putih yang di atasnya ditampilkan sebuah Salib Besi hitam besar. Di belakangnya terdapat dua pedang bermata lurus tanpa sarung berwarna kuning cerah, disilangkan tegak lurus satu sama lain. Bendera tersebut dimodifikasi ketika pada tanggal 1 April 1939 Erich Raeder naik pangkat menjadi Laksamana Besar. Bendera tersebut terus digunakan ketika Karl Dönitz menduduki posisi ini pada 30 Januari 1943. Pedang-pedang digantikan oleh sepasang tongkat Laksamana yang disilangkan tegak lurus. Di atas kedua tongkat yang disilangkan dan Salib Besi terdapat "Wehrmachtsadler" ("Elang Angkatan Bersenjata") berwarna emas, menghadap ke arah tiang. Pada 30 Januari 1943, bendera khusus lainnya diperkenalkan untuk "Großadmiral" Raeder untuk mewakili posisinya sebagai "Admiralinspekteur" dari "Kriegsmarine". Bendera tersebut memiliki desain yang sama dengan Panglima Angkatan Laut, tetapi dengan tambahan garis tepi biru muda yang lebar.