Pada dekade 50-an dan 60-an orkes (grup musik) yang membawakan musik bernuansa Minang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Orkes yang paling populer ketika itu adalah Orkes Gumarang yang pada awalnya didirikan oleh Awaluddin Djamin yang di kemudian hari menjadi Kapolri. Orkes Gumarang mengalami masa kejayaan dibawah pimpinan Asbon Madjid.[2]
Orkes Kumbang Tjari
Nuskan adalah penggemar Orkes Gumarang, sehingga ia pernah menawarkan lagu ciptaannya untuk dinyanyikan oleh orkes tersebut, tetapi ketika ia menyatakan ingin bergabung, pimpinan Orkes Gumarang yang mengetahui kemampuan Nuskan menolaknya dan menyarankannya untuk membentuk orkes sendiri.[3]
Akhirnya Nuskan Sjarif pun mendirikan Orkes Kumbang Tjari, dan bersama penyanyi Elly Kasim, mereka pun meraih sukses, bahkan menjadikan Elly Kasim sebagai penyanyi lagu Minang legendaris yang dikenang sampai saat ini.[3]
Dalam orkes tersebut ia bermain gitar yang mampu menghasilkan suara-suara mirip bunyi alat musik tradisional Minang seperti saluang (suling besar), talempong, rabab dan lainnya. Sebelumnya Nuskan berprofesi sebagai guru.[3]
Sayangnya Orkes Kumbang Tjariterpaksa vakum ketika Nuskan Sjarif sebagai guru olahraga ditempatkan di daerah Sukarnapura (sekarang Jayapura), Papua, pada bulan Juli 1963. Selama di Jayapura, ia sempat juga membina bibit-bibit penyanyi dan menciptakan sejumlah lagu.
Nuskan Sjarif, guru dan musisi berdarah Pesisir Selatan ini meninggal dunia di Jakarta pada 13 Februari 2007 pada usia 71 tahun. Dimakamkan di daerah Bojongsari, Depok, Jawa Barat.[4] Dimakamkan di Bojongsari, Depok,