Rencana penomoran telepon di Kamboja dikelola oleh Telecommunication Regulator of Cambodia (TRC) di bawah Kementerian Pos dan Telekomunikasi (MPTC), sesuai dengan standar internasional ITU-T E.164 dengan kode negara +855.[1] Kamboja menggunakan sistem penomoran tertutup dengan awalan trunk 0 untuk semua panggilan domestik.
Format penomoran
Nomor telepon di Kamboja memiliki format dasar 0TT-AXX-XXX/Y, di mana:
0: awalan trunk nasional (dihilangkan saat menelepon dari luar negeri)
TT: dua digit kode operator atau kode area
A: digit ketiga, bernilai 2–9 (nilai 1 dicadangkan untuk roaming)
XX-XXX: digit pelanggan selanjutnya
Y: digit opsional yang digunakan oleh sebagian operator
Sebagian besar nomor seluler terdiri dari 8 digit (tidak termasuk awalan 0), namun beberapa operator menggunakan 9 digit. Nomor telepon tetap umumnya terdiri dari 6 atau 7 digit pelanggan setelah kode area. Panjang nomor signifikan nasional (NSN) secara keseluruhan adalah 8–9 digit.[2]
Contoh format penomoran:
Nomor tetap di Phnom Penh (kode area 023): 023-XXX-XXX atau 023-XXX-XXXX
Nomor seluler 8 digit: 081-234-567
Nomor seluler 9 digit: 096-123-4567
Format internasional seluler: +855 96 123 4567 (awalan 0 dihilangkan)
Kode akses internasional
Untuk melakukan panggilan internasional dari Kamboja, penelepon menggunakan kode akses spesifik operator diikuti kode negara tujuan dan nomor pelanggan:
Kode akses
Operator / Layanan
001
MPTC / Telecom Cambodia
007
Royal Telecom International
008
Layanan VoIP
009
Operator lainnya
Kode area telepon tetap
Telepon tetap di Kamboja menggunakan kode area dua digit (tidak termasuk awalan 0) yang bersifat geografis mengikuti pembagian provinsi. Format penulisan domestik: 0XX-XXX-XXX atau 0XX-XXX-XXXX. Saat menelepon dari luar Kamboja, awalan 0 dihilangkan, sehingga formatnya menjadi +855 XX XXX XXX.[1]
Terdapat tiga operator telepon tetap aktif: Telecom Cambodia (sebelumnya MPTC), Camshin, dan Camintel. Di dalam setiap kode area, blok nomor pelanggan dialokasikan berdasarkan digit pertama (2XX, 3XX, 4XX, dst.) kepada masing-masing operator.
Semua nomor seluler di Kamboja menggunakan format 0TT-AXX-XXX/Y, di mana dua digit TT setelah awalan 0 mengidentifikasi operator. Per April 2025, Kamboja memiliki sekitar 20,7 juta pelanggan seluler.[3]
Operator dengan jangkauan terluas; melayani ~98% populasi melalui lebih dari 5.000 menara. Terbesar dengan sekitar 10 juta pelanggan (±50% pangsa pasar per 2025). Masuk pasar 2009.
QB (Sotelco)
—
013, 080, 083, 084
Operator skala lebih kecil.
Yes (SEATEL / 018)
—
018
Awalnya beroperasi sebagai SEATEL; layanan 4G/LTE saja.
Cootel
—
038
Berbasis CDMA; tidak kompatibel dengan kartu SIM standar GSM.
Catatan: Prefiks bertanda * menunjukkan nomor pelanggan sepanjang 7 digit (nomor total 9 digit termasuk awalan 0).
Pendaftaran kartu SIM bersifat wajib bagi semua pengguna seluler di Kamboja, disertai kartu identitas nasional atau paspor yang berlaku. Sejak 2026, TRC memberlakukan kebijakan seragam masa berlaku SIM selama 180 hari sejak terakhir aktif digunakan.[3]
Sejarah perkembangan seluler
Industri telekomunikasi Kamboja pernah diramaikan oleh sembilan operator seluler sebelum mengalami konsolidasi besar-besaran. Beeline Kamboja diakuisisi oleh Metfone pada tahun 2015, dan seluruh pelanggannya dialihkan ke Metfone. Jaringan CDMA Excell ditutup pada 2015 dan sempat dibuka kembali sebagai Kingtel dengan layanan LTE terbatas di Phnom Penh pada 2017. Kini pasar didominasi oleh tiga operator besar (Cellcard, Smart Axiata, Metfone) yang bersama-sama menguasai lebih dari 95% pelanggan.
Pada 1 Januari 2026, Kamboja resmi memasuki era 5G dengan peluncuran layanan 5G secara bersamaan oleh Cellcard, Smart Axiata, dan Metfone, yang awalnya difokuskan di Phnom Penh dan beberapa provinsi terpilih.