Sejarah
Nielsen Media Research, yang pernah menjadi salah satu perusahaan riset media terbesar di dunia, memulai sejarahnya sebagai salah satu divisi dari ACNielsen, sebuah perusahaan riset pemasaran. Pada tahun 1996, Nielsen Media Research dipisah menjadi sebuah perusahaan independen, dan pada tahun 1999, NMR dibeli oleh konglomerat asal Belanda, VNU. Pada tahun 2001, VNU juga membeli ACNielsen, sehingga ACNielsen dan NMR kembali berada dalam satu grup.[1] VNU kemudian direorganisasi dan diubah namanya menjadi Nielsen Company pada tahun 2007.
Nielsen TV Ratings telah diproduksi di Amerika Serikat sejak musim 1950-1951 dan mengukur secara statistik, program apa saja yang ditonton oleh tiap segmen dalam polulasi. Porsi yang paling terkenal adalah "buku harian". Selama empat bulan "sweep", yakni bulan Februari, Mei, Juli, dan November, pewawancara Nielsen di Oldsmar, Florida dan Radcliff, Kentucky meminta responden untuk berpartisipasi mengisi buku harian mengenai program yang mereka tonton di rumahnya selama satu minggu.
Pada awal dekade 1980-an, responden Nielsen berjumlah sekitar 1.700 rumah beraudiometer dan sekitar 850 responden buku harian. Nielsen meluncurkan Nielsen Homevideo Index (NHI) pada tahun 1980 untuk mengukur kabel, kabel berbayar, dan VCR, serta NHI mulai menawarkan rating kabel harian pada tahun 1982. Nielsen terus melakukan pengukuran kepemirsaan dengan sedikit perubahan hingga pertengahan dekade 2000-an. Pada tahun 2003, selain mengganti metode penghitungannya, Nielsen juga mulai menekankan respondennya, sebagai tanggapan terhadap pergeseran sensus dan permintaan dari sejumlah sektor industri. Nielsen kemudian memperkenalkan teknologi Local People Meter (LPM) otomatis di New York dan Los Angeles. LPM mengubah metode pengukuran dari aktif dan berbasis buku harian menjadi pasif dan berbasis alat ukur. Lebih penting, LPM menyediakan pengukuran yang akurat untuk pasar lokal tertentu, dibanding responden nasional dari People Meter. Dengan adanya sistem LPM otomatis, industri telah didorong ke pengukuran setahun penuh, bukan lagi terfokus pada periode sweep kuartalan seperti pada survei berbasis buku harian.
Pada tahun 1996, Nielsen Media Research mulai melacak penggunaan komputer, internet, dan permainan video melalui survei telepon.[2] Nielsen Media Research bersaudara dengan Nielsen NetRatings, yang mengukur kepemirsaan Internet dan media digital melalui survei telepon dan internet, serta Nielsen BuzzMetrics, yang mengukur media yang dibuat oleh pengguna. Nielsen juga mengadakan riset pasar untuk industri film melalui National Research Group (NRG).
Pada bulan September 2018, Nielsen mengakuisisi SuperData Research, sebuah perusahaan analisis industri yang melacak kebiasaan menonton di bidang permainan video dan eSports, yang memang sedang diincar oleh Nielsen.[3]
Pada bulan September 2020, Nielsen mulai mengkompilasi 10 program yang paling banyak ditonton di platform penyiaran daring setiap seminggu sekali.[4]
Nielsen SVOD Content Ratings
Mulai bulan September 2020, Nielsen merilis daftar mingguan yang berisi 10 program televisi yang paling banyak ditonton di platform penyiaran daring, atau subscription video on demand (SVOD).[9]
Daftar inipun menarik perhatian sejumlah media arus utama, seperti Variety, Hollywood Reporter, Deadline, dan Business Insider.[10][11][12][13]