Nepo baby, kependekan dari frasa bahasa Inggrisnepotism baby (bayi nepotisme), adalah istilah yang mengacu pada anak-anak selebritas yang telah berhasil dalam karier yang mirip dengan orang tua mereka. Implikasinya adalah, karena orang tua mereka telah memiliki koneksi ke sebuah industri, maka sang anak dapat menggunakan koneksi tersebut untuk membangun karier di industri tersebut.[1][2] Kata ini biasanya digunakan secara merendahkan untuk menunjukkan selebritas yang ketenaran dan kesuksesannya dianggap tidak pantas atau tidak layak.[3][4]
Sejarah
Istilah "nepotism baby" (bayi nepotisme) mulai populer pada awal 2010-an, dan pertama kali disingkat menjadi "nepo baby" pada tahun 2020.[5] Menurut Nate Jones dari Vulture, "Salah satu contoh awal penyingkatan istilah tersebut muncul dalam unggahan blog Pop Culture Died in 2009 tahun 2020, yang mendeskripsikan Olivia Jade sebagai jawaban era kita terhadap ikon Bling Ring, Alexis Haines."[6]
Istilah singkat tersebut menjadi populer di Twitter pada tahun 2022 ketika seorang pengguna mencuit tentang Maude Apatow, putri dari sutradara Judd Apatow dan aktris Leslie Mann, yang membintangi serial televisi Euphoria.[7][8] Hal ini memicu tren istilah "nepo baby" di TikTok, di mana para pengguna menunjukkan banyak contoh figur publik yang mereka anggap sebagai bayi nepotisme.[6] Istilah ini semakin populer setelah majalah New York menerbitkan daftar orang-orang yang dianggap sebagai nepo baby, dan menyebut tahun 2022 sebagai "the Year of the Nepo Baby" (Tahun Nepo Baby).[9][10] Mereka mengeksplorasi opini mengenai selebritas mana saja yang termasuk bayi nepotisme serta menilai peluang hidup yang mereka miliki.[10]
Sejumlah selebritas telah berkomentar mengenai label ini, termasuk Zoë Kravitz, Lily-Rose Depp, dan Maya Hawke. Maya Hawke menyatakan, "Satu-satunya hal yang membuatku kesal adalah ketika hal itu menjadi tajuk utama berita... Aku menghadapinya dengan keyakinan bahwa aku memang belum cukup membuktikan diri agar label itu tidak lagi menjadi hal yang paling penting."[11]
Di Filipina, istilah ini diterapkan pada anak-anak politisi, pejabat publik, dan kontraktor pemerintah yang dianggap memamerkan kekayaan mereka.[12] Protes Gen Z di Nepal pada tahun 2025 juga sebagian didorong oleh sentimen negatif terhadap "anak-anak nepo" atau anak-anak politisi berpengaruh yang hidup mewah menggunakan dana publik.[13]
Analisis dan kritik
Lena Dunham saat pemutaran perdana film Supporting Characters di Festival Film Tribeca 2012. Dunham diberi label sebagai "bayi industri" oleh Majalah New York pada tahun 2022.
Dalam artikel Vox, profesor Universitas ColumbiaShai Davidai menyatakan bahwa masyarakat cenderung sangat percaya pada meritokrasi dan meyakini bahwa keahlian luar biasa serta kerja keras akan membuahkan hasil. Ia mengatakan, "Bayi-bayi nepotisme merampas kisah 'Impian Amerika' yang membuat kita merasa optimis."[14]
Para pengkritik sering mengklaim bahwa nepo baby, serta mereka yang berasal dari keluarga kaya secara umum, terlalu banyak terwakili di media dibandingkan dengan mereka yang berasal dari kelas pekerja. Sebagai perbandingan, aktor Adam Driver, yang tidak memiliki koneksi keluarga di industri film, sering disebut sebagai contoh "bakat yang mandiri" (self-made talent).[15]
Di bidang olahraga, meski standarnya dianggap lebih objektif, atlet yang orang tuanya juga atlet terkenal mulai dijuluki sebagai "nepo baby", contohnya adalah Bronny James, putra dari LeBron James.[16]
Istilah terkait
Majalah New York juga menggunakan istilah "industry baby" (atau sering disebut industry plant) untuk merujuk pada selebritas yang orang tuanya mungkin tidak sangat kaya atau terkenal, tetapi bekerja di balik layar industri tersebut, sehingga memberikan anak-anak mereka koneksi dan peluang bisnis.[17] Contoh yang disebutkan termasuk Billie Eilish, Laura Dern, dan Chris Pine.[17]