Nelly Adam Malik (nama gadis: Nelly Ilyas;[1]15 Mei 1925–25 Maret 2007) adalah seorang istri Wakil Presiden Indonesia. Ia merupakan istri dari Adam Malik, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-3 yang menjabat dari tahun 1978 hingga 1983.
Sebagai istri pejabat tinggi negara, Nelly Adam Malik aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan peduli terhadap masalah sosial di masyarakat. Atas jasa dan pengabdiannya, pemerintah Republik Indonesia menganugerahinya penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana pada 17 Agustus 1982.[2]
Nelly merupakan putri kedua dari pasangan perantau Minangkabau Datuk Ilyas gelar Rajo Mara (ayah) dan Siti Zuleiha (ibu).[3] Semasa kecil ia pernah menjadi anak asuh orang Belanda yang kemudian memberinya nama Nelly.[butuh rujukan]
Nelly mengenyam pendidikan di HIS (lulus 1937), MULO (tidak berijazah), sekolah guru kepandaian putri "NISVO" Nederlandsch-Indische Sociale Vrouwen-Organisatie (lulus 1938–1940), dan kursus-kursus bahasa Inggris.[4]
Nelly menikah pada tahun 1942 dengan Adam Malik, ketika mantan wakil presiden itu berprofesi sebagai wartawan dan juga merupakan salah seorang pendiri kantor berita Antara. Sedangkan Nelly yang saat itu baru berusia 17 tahun bekerja sebagai karyawan di kantor berita yang baru berdiri tersebut. Di kemudian hari, Nelly pun ikut aktif berpolitik mengikuti langkah suaminya dalam perjuangan mencapai kemerdekaan bangsa dari penjajahan kolonialis Belanda. Sebelum Adam Malik terpilih sebagai Wakil Presiden, Nelly juga sempat menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar pada tahun 1971 hingga 1978. Pernikahan Nelly dengan Adam Malik telah dikaruniai 5 orang anak, yakni Otto Malik, Antarini Malik, Ilham Malik, Imron Malik dan Budisita Malik.[3]
Pada 1949, Nelly mendirikan taman kanak-kanak di Yogyakarta. Sebagai istri Duta Besar Indonesia untuk Uni Soviet, ia menjadi Ketua Umum Ikatan Persatuan Wanita Indonesia-Uni Soviet. Pada 1964 sebagai istri Menteri Perdagangan Indonesia, ia menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Departemen Perdagangan. Di tahun yang sama, ia menjadi Dewan Pimpinan Wanita Partai Murba. Namun setelah Murba dibubarkan pemerintah pada 1965, ia segera bergabung menjadi Ketua Umum Wanita Satya Praja dan menjadi anggota Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). Pada 1966, sebagai istri Menteri Luar Negeri Indonesia, ia menjadi Koordinator Organisasi Wanita Departemen Luar Negeri. Di tahun yang sama ia juga menjadi Ketua Harian Gabungan Karyawan Demokrasi Pancasila (GKDP) Golkar. Pada 1972, ia menjadi Koordinator Koordinasi Wanita Golongan Karya.[4]
Wafat
Nisan Nelly Adam Malik di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta