Di padang gurun ini dibangun Ben-Gurion University of the Negev, dengan sejumlah jurusan pendidikan yang meliputi Jacob Blaustein Institutes for Desert Research dan Albert Katz International School for Desert Studies, semua terletak di lokasi kampus Midreshet Ben-Gurion dekat Sde Boker.
Etimologi
Kata Negev berasal dari bahasa Ibrani yang berarti 'kering'. Dalam AlkitabPerjanjian Lama, nama Negev juga sering diterjemahkan "Daerah Selatan" atau "Tanah Selatan" atau "Negeri Selatan".[1] Dalam bahasa Arab, Negev dikenal sebagai al-Naqab, meskipun nama ini dipakai bersamaan dengan pendirian batas Mesir-Palestina pada abad ke-19 dan tidak memiliki nama tradisional Arab. Selama British Mandate, wilayah ini disebut Beersheba sub-district.[2]
Pengembangan pertambangan pada abad ke-9 SM di daerah Negev dan Edom (sekarang Yordania) bertepatan dengan munculnya Kerajaan Asyur.[3]Beersheba menjadi ibu kota daerah ini dan pusat perdagangan pada abad ke-8 SM.[3] Pemukiman kecil orang Israel di daerah sekitar ibu kota muncul antara tahun 1020 dan 928 SM.[3]
Cuaca
Wilayah Negev tergolong kering (arid). Eilat hanya mendapat rata-rata 31Â mm curah hujan setahun. Daerah ini hanya mendapat hujan sedikit karena terletak di sebelah timur gurun Sahara, dan bukan di sebelah timur Laut Tengah yang terletak di timur lautnya, serta lokasinya di 31 derajat lintang utara, yang memberikan suhu ekstrem. Rata-rata curah hujan dari bulan Juni sampai Oktober adalah nol.[4]