Modeling
Nasha Aziz memulai kariernya di dunia modeling sejak tahun 1989, bakatnya pertama kali diperkenalkan oleh Tiara Jacquelina. Nasha terus mengembangkan namanya sebagai model ternama di tanah kelahirannya hingga ditawari kontrak modeling di New York, Amerika Serikat. Namun karena keterbatasan agama dan budaya, Nasha memilih untuk tinggal di Malaysia dan menekuni dunia modeling selain merambah dunia akting.
Suatu kali dia dijuluki Model Negara Nomor Satu. Sepanjang karier modelingnya, Nasha telah mengenakan pakaian dari berbagai desainer dalam dan luar negeri seperti Zhang Toi, Rizalman Ibrahim, Christian Dior, Levi's, Versace dan masih banyak lagi. Nasha juga menjadi pilihan iklan komersial yang beberapa di antaranya pernah tayang di TV antara lain kosmetik Nescafe Classic, Avon, Pantene, Panasonic, Rexona dan Cover Girls.
Akting
Nasha mulai berkecimpung di dunia akting lewat telefilm pertamanya, Duit Free yang disutradarai oleh Zainal TJ pada tahun 1994 dan Inikah Cinta sebanyak 13 episode di TV1. Nasha memulai kariernya sebagai aktris film pada tahun 1995 melalui film Kad Cinta bersama Hairie Othman yang diproduksi dan disutradarai oleh Julie Dahlan (sekarang sudah meninggal) saat berusia 24 tahun. Meski begitu, bintang Nasha lebih bersinar di bidang modeling. Nama Nasha mulai melejit di tahun 1998 saat ia kembali berpasangan dengan Hairie di serial drama populer Hanya Dikau. Nasha juga populer lewat peran kecil di serial drama populer Idaman. Pada tahun 1998, ia mendapat tawaran dari sutradara Yusof Haslam untuk berperan sebagai Effa dalam film Bara setelah penyanyi Erra Fazira menolak tawaran tersebut karena alasan pribadi. Film tersebut benar-benar memberikan keberuntungan bagi Nasha ketika ia dinominasikan untuk kategori Aktris Wanita Terbaik dan mengantongi Penghargaan Prospek Wanita Terbaik di Festival Film Malaysia ke-14 (FFM14) melalui perannya sebagai pelacur dalam film tersebut. Ketika Nasha menjadi populer, dia harus membagi waktunya antara akting dan modeling. Pada 1999, ia menolak tawaran untuk membintangi film Pasrah bersama Erra. Nasha ditawari peran Natasha dalam film tersebut yang kemudian peran tersebut dipegang oleh Wilma Muhammad. Pada tahun 2001, Nasha hampir siap berangkat ke lokasi syuting film Hati Biru yang digandeng Sofia Jane dan Azri Iskandar; Namun film tersebut dibatalkan setelah Nasha puas dengan latihan vokal untuk berperan sebagai penyanyi dalam film tersebut. Nyanyiannya, bagaimanapun, pertama kali bergema ketika ia tampil di panggung Panggung Sari, Istana Budaya pada tahun 2007 untuk pementasan teater musikal Lantai T. Pinkie.
Nasha, bagaimanapun, terus berprestasi di bidang akting ketika dia dinobatkan sebagai Aktris Wanita Terbaik di Festival Film Malaysia ke-17 untuk perannya sebagai Jeslina, seorang wanita psikopat dalam film Trauma. Melalui film tersebut, Nasha dikabarkan berselisih dengan sutradara film tersebut, Aziz M Osman ketika sebelumnya Nasha tidak diberikan naskah untuk menyukseskan peran tersebut; Di sisi lain, Aziz yang merahasiakan pembentukan karakter Jeslina di film tersebut membuat Nasha kesulitan untuk mempersiapkannya. Ternyata cara Aziz untuk membentuk karakter misterius Jeslina di film tersebut berhasil, bahkan Nasha sendiri tidak menyangka penampilannya begitu gemilang di layar perak hingga masuk nominasi di Festival Film Asia Pasifik ke-49 di Fukuoka, Jepang. pada tahun 2004. Nasha tampil di beberapa film panggung yang lebih sukses seperti Gerak Khas The Movie (2001), Laila Isabella (2003), Buli, dan Cinta Luar Biasa (2004). Popularitas Nasha memuncak dan terus menjadi salah satu aktris terkemuka terpopuler di Malaysia bersama nama-nama besar seperti Amy Mastura, Erra Fazira, Umie Aida dan Maya Karin. Nasha juga dua kali dinominasikan dalam kategori Pemeran Wanita Terbaik di dua edisi FFM berikutnya untuk perannya sebagai gadis lesbian yang dihantui masa lalunya di Puaka Tebing Biru dan seorang wanita menghadapi masalah poligami di film Otai.
Setelah lebih 10 tahun bergelar pelakon, Nasha agak selektif dalam memilih produksi untuk dibintanginya. Sejak 2008, beliau tidak lagi muncul di layar perak sebaliknya fokus kepada lakonan di kaca televisyen. Nasha semakin ligat berlakon drama bersiri antaranya bersama Rosyam Nor antaranya Makan Besar, Maya Mira dan Seri Pengantin. Nasha juga popular menerusi banyak drama bersiri seperti Inspirion, Datin Diaries dan membintangi bersama Erra Fazira menerusi drama bersiri Kasih Tercipta. Nasha bijak menggunakan kebolehannya untuk berkomedi dalam drama-drama seperti Awan Dania, Supermak dan Tujuh Dulang Asam Pedas. Pada 2009, Nasha merupakan juri tetap untuk rancangan realiti Anak Wayang di Astro Ria.
Setelah lebih dari 10 tahun menjadi aktris, Nasha cukup selektif dalam memilih produksi yang akan dibintanginya. Sejak 2008, ia tak lagi tampil di layar perak melainkan fokus berakting di televisi. Nasha semakin tertarik berakting di sinetron, antara lain bersama Rosyam Nor, antara lain Makan Besar, Maya Mira, dan Seri Pengantin. Nasha juga populer lewat banyak serial drama seperti Inspirion, Datin Diaries dan dibintanginya bersama Erra Fazira lewat serial drama Kasih Tercipta. Nasha dengan bijak menggunakan kemampuan komedinya dalam drama seperti Awan Dania, Supermak dan Tujuh Dulang Asam Pedas. Pada tahun 2009, Nasha menjadi juri reguler reality show Anak Wayang di Astro Ria.