Nanu Moeljono (EYD: Nanu Mulyono, 16 November 1952–22 Maret 1983)[1] adalah aktor dan pelawakIndonesia. Sebelum memilih untuk mengundurkan diri, ia dikenal sebagai salah satu anggota kelompok lawak Warkop.
Karier
Nanu memulai kariernya dengan grup Warkop pada tahun 1973 di radio Prambors, dan ikut membintangi film pertama grup tersebut yang berjudul Mana Tahaaan... yang dirilis pada tahun 1980. Sebagai anggota Warkop, ia memerankan tokoh Poltak yang digambarkan sebagai orang Batak.[2] Setelah memperoleh izin dari tim kreatif Warkop, Nanu mencoba memulai karier sebagai aktor solo dengan membintangi Kisah Cinta Rojali dan Zuleha yang dirilis pada 1980.[3]
Menjelang produksi film Gengsi Dong, Dono dan sutradara Nawi Ismail sempat mengajak Nanu untuk kembali terlibat dalam proyek film Warkop. Namun, Nanu menolak tawaran tersebut karena sedang berfokus menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia yang sebelumnya sempat tertunda.[4][5] Pada periode yang sama, ia juga menjalani perawatan medis setelah didiagnosis menderita penyakit ginjal. Nanu kembali dihubungi oleh tim kreatif Warkop untuk berpartisipasi dalam film Gede Rasa, tetapi kembali menolak karena masih menjalani masa pemulihan setelah operasi akibat sindrom nefrotik.[6] Pada akhir 1982, setelah melakukan pembicaraan dengan Kasino, Nanu memutuskan untuk mengundurkan diri dari Warkop dan memilih meniti karier sebagai pelawak tunggal. Penampilan resmi terakhirnya sebagai anggota Warkop berlangsung dalam sebuah acara menyambut malam tahun baru pada 31 Desember 1982.[5][7] Sebelum itu, Nanu sempat ditawari oleh sutradara Nya' Abbas Akup untuk berperan dalam film Apanya Dong yang dijadwalkan tayang pada tahun 1983. Akan tetapi, ia terpaksa menolak tawaran tersebut karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.[8]
Kehidupan pribadi dan kematian
Nanu lahir di Jakarta pada 16 November 1952. Ia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara yang lahir dari ayah berdarah Jawa dan ibu berdarah Sunda.[9] Saat kuliah di jurusan sosiologi di Universitas Indonesia, Nanu adalah salah satu mahasiswa yang diajar oleh Dono.[10] Catatan harian Dono mencatat bahwa Nanu sempat tidak lulus kelasnya karena sering bolos.[11] Nanu juga dikenal sebagai anggota Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) bersama Dono dan Kasino.[10][12]
Nanu meninggal dunia pada 22 Maret 1983 karena sakit pada saringan ginjal atau sindrom nefrotik. Jenazahnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta, bersama keponakannya bernama Irma Hapsari, yang meninggal pada tahun 1990, dalam satu liang lahat.[13]
↑Agnes (5 Mei 2023). "Tak Banyak yang Tahu! Ini Dia Sosok Nanu Moeljono, Anggota Keempat Warkop DKI yang Lucu Banget!". intipseleb.com. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Mei 2023. Diakses tanggal 15 Juni 2023. Indro Warkop: Orang semua tahunya dia (Nanu) orang Batak, (saat) kita ke Medan, banyak yang datang ke asrama kita, saking takutnya dia disangka Batak beneran dibawa ke kampung segala macem, langsung berubah dia ... Bukan pak, saya Orang Betawi!
12"Nanu Mulyono: Resmi Keluar Dari Warkop". Majalah Vista (Kliping). Jakarta, Indonesia: Facebook. Februari 1982. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Mei 2026. Diakses tanggal 31 Mei 2026.