*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Nā Uyana Āranya Senāsanaya (Sinhala: නා උයන ආරණ්ය සේනාසනය, artinya 'Wihara Hutan Belukar Nagasari') adalah sebuah wihara hutan di Kurunegala, Sri Lanka, yang berasosiasi dengan Śrī Kalyāṇī Yogāśrama Saṃsthā, sebuah tradisi dalam Tradisi Hutan Sri Lanka. Hutan ini tersebar di lebih dari 2.040 hektare (5.000 ekar) hutan di pegunungan 'Dummiya' dan merupakan tempat tinggal bagi sekitar 150 biku dan samanera. Nā Uyana dinamakan demikian karena di dalam kompleksnya terdapat area hutan nagasari (kayu ulin Ceylon) tua. Wihara ini merupakan kompleks wihara utama dan pusat meditasi dari Nā Uyana International Buddhist Association, yang salah satu cabang internasionalnya berada di Kota Medan, Indonesia, sebagai Na Uyana Aranya Indonesia. Metode meditasi utama yang dipraktikkan oleh Nā Uyana didasarkan pada metode yang diperkenalkan oleh Pa-Auk Sayadaw dalam tradisi Pa-Auk Tawya.
Sejarah
Tempat tinggal gua kuno dengan prasasti beraksara Brāhmī, serta reruntuhan kompleks stupa kecil yang berasal dari abad ke-3 SM telah ditemukan di Nā Uyana. Stupa baru biara ini dibangun di lokasi kompleks ini. Salah satu prasasti menyatakan bahwa Raja Uttiya telah menyumbangkan hutan kesayangannya kepada Sangha. Oleh karena Uttiya merupakan penerus Raja Devanampiya Tissa, yang mengenalkan agama Buddha Theravāda ke Sri Lanka pada masa pemerintahannya, wihara kuno di Nā Uyana tampaknya merupakan salah satu wihara pertama di Sri Lanka yang didirikan di luar Anuradhapura.
Stupa di Nā Uyana Āranya, dikelilingi pohon nagasari.
Wihara kuno ini ditemukan kembali oleh Yang Mulia Bōdhiraḳḳhitha Mahāthera pada tahun 1954. Sayadaw U Nandavamsa dan Sayadaw U Javana, murid senior Mahasi Sayadaw dari Burma, pernah mengunjungi wihara ini pada tahun 1956.[1]
Pada tahun 1997, Yang Mulia Angulgamuwe Ariyananda Mahāthera bersama sekelompok biksu pindah ke Nā Uyana. Mereka memulai kebangkitan wihara ini yang kemudian menjadikannya wihara terbesar dalam tradisi Śrī Kalyāṇī Yogāśrama Saṃsthā. Wihara ini juga merupakan salah satu wihara internasional utama di Sri Lanka, dengan sekitar 25 biksu asing. Yang Mulia Nauyane Ariyadhamma Mahāthera, Direktur Spiritual Śrī Kalyāṇī Yogāśrama Saṃsthā, juga pernah tinggal di Nā Uyana.
Pada tanggal 24 September 2025, kabel dari kereta kabel yang dioperasikan oleh Nā Uyana terputus, menyebabkannya meluncur tak terkendali menuruni bukit dan jatuh sehingga menewaskan delapan biksu dan melukai lima lainnya.[2][3][4]
Wihara pusat
Tata letak
Pegunungan Dummiya, rumah bagi Nā Uyana Āranya. Di sebelah kanan adalah bagian Pansiyagama, di tengah adalah 'Gunung', dan di sebelah kiri adalah bagian Matale.
Nā Uyana memiliki 4 bagian utama: Pansiyagama (atau Kurunegala), 'Gunung', Matale, dan Aandagala; masing-masing berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki. Bagian Pansiyagama merupakan wihara kuno di dalam hutan nagasari dan berisi aula uposatha, aula meditasi, ruang makan, perpustakaan, kantor, dan sekitar 80 kuti (tempat tinggal biksu). 'Gunung' adalah area yang baru dikembangkan di bukit utama wihara, yang memiliki sekitar 80 kuti dan aula meditasi utama. Area 'Gunung' sempat direboisasi. Bagian Matale, yang memiliki sekitar 20 kuti dan aula meditasi yang lebih kecil, terletak di antara perbukitan berumput dengan tutupan hutan yang lebih sedikit. Aandagala adalah area terpencil dan berhutan lebat di wihara yang tidak bersentuhan langsung dengan orang lain, dan diperuntukkan bagi para praktisi dhutaṅga yang paling sakral. Terdapat 4 kuti berwujud gubuk lumpur di area ini, dan penghuninya harus pergi untuk praktik pindapata ke desa-desa terdekat. Makanan disediakan secara terpisah untuk tiga bagian pertama dari Nā Uyana, tetapi beberapa biksu lebih suka melaksanakan pindapata. Nā Uyana juga mengoperasikan kereta kabel sederhana.
Petunjuk arah
Untuk menuju Na Uyana Aranya, ambil jalan menuju Madahapola di persimpangan Melsiripura (antara Kurunegala dan Dambulla) di jalan raya A6. Di persimpangan Pansiyagama pada jalan Madahapola, ambil jalan menuju Galewela. Sekitar 1 km di jalan ini terdapat jalan Nā Uyana, yang mengarah ke wihara ini.
Teknik meditasi
Lantai pertama aula meditasi di 'Bagian Gunung Tengah'
Nā Uyana Āranya adalah salah satu dari dua wihara meditasi utama dari Śrī Kalyāṇī Yogāśrama Saṃsthā, bersama dengan Nissarana Vanaya. Metode meditasi utama yang diajarkan adalah 'Pa-Auk Samatha Vipassanā',[5] dan guru meditasi seniornya adalah Yang Mulia Ariyananda Mahāthera. Sebelum meninggal dunia, Yang Mulia Nauyane Ariyadhamma Mahāthera biasanya membuka sesi wawancara saat ia berada di wihara ini. Praktisi dapat bergabung dengan meditasi berkelompok yang dilakukan di dua aula meditasi utama, atau melanjutkan sendiri di kuti mereka masing-masing.
Yang Mulia Bhaddanta Āciṇṇa Mahāthera, sayadaw dari Pa-Auk Tawya saat ini, mengamalkan retret pribadi jangka panjang di Nā Uyana Āranya pada tahun 2007. Beliau tinggal dalam pengasingan hutan dan menunda jadwal pengajarannya sepanjang tahun.[6]