Setelah Provinsi Timor Timur berpisah dengan Indonesia dan membentuk negara sendiri, Anjungan Daerah Timor-Timur dikelola oleh pengelola Taman Mini Indonesia Indah sebagai sebuah monumen. Setelah itu, status Anjungan Daerah Timor-Timur menjadi museum dalam pengelolaan Istana Anak-Anak Indonesia.[3]
Museum Timor Timur menempati lahan seluas 4.988 m2.[4] DI dalam Museum Timor Timur terdapat rumah penduduk Los Palos, terdiri atas sebuah bangunan utama dan beberapa bangunan pendukung. Bangunan utama disebut uma lautem atau dagada, berupa rumah panggung dengan empat tiang tiga meter di atas permukaan tanah, berbentuk segi empat dengan atap ramping menjulang. Atap berlapis ijuk, berdinding kayu, dan dilengkapi banyak jendela yang berfungsi sebagai penerangan di siang hari. Aslinya, balok utama menggunakan kayu besi, sedangkan tiang menggunakan kayu eucalyptus yang diikat dengan tali dari rotan.[5]
Di dalam uma lautem dipamerkan barang-barang khas Timor Timur, berupa peralatan makan, busana adat, senjata tradisional, alat musik tradisional, hasil kerajinan, serta perlengkapan lain seperti anyaman dari daun tal, keramik atau manatutu, kain tenun khas Timor Timur (tais), serta aneka keong dari Pulau Atauro. Juga dipajang foto-foto yang memperlihatkan keindahan alam, antara lain pantai pasir putih dan sebuah monumen berupa patung Kristus Raja dan foto-foto lain yang mengingatkan bahwa Timor Timur pernah menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia.[5]
Bangunan pendukung uma laku berupa bangunan panggung kembar beratap bulat dan tidak berdinding. Kedua bangunan ini mengapit bangunan induk, berfungsi sebagai balai pertemuan adat, tetapi di Museum Timor Timur digunakan sebagai tempat istirahat bagi pengunjung.[6]
Bangunan pendukung lain berupa panggung yang digunakan untuk pergelaran seni yang dapat digunakan oleh umum untuk acara-acara yang memerlukan pentas dan penonton duduk di lantai dasar uma lautem.[7]
↑Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (2012). Album Budaya: Direktori Museum Indonesia(PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm.242. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12arissari10 (2015-01-17). "BERNOSTALGIA DI MUSEUM (14)". alatpenterjemahjakarta. Diakses tanggal 2025-06-04. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)