Bangunan museum ini berbentuk bintang bersudut lima yang menggambarkan Pancasila dan lima unsur media penerangan. Di muka museum terdapat Tugu Api Tak Kunjung Padam, lambang kementerian terdahulu Departemen Penerangan RI yang melambangkan semangat petugas penerangan.[2]
Museum Penerangan buka pada hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00–15.00 WIB. Pengunjung tidak dikenai tiket masuk museum, hanya perlu membayar tiket masuk ke TMII.[4]
Bangunan museum ini memiliki tiga lantai. Berbentuk bintang bersudut lima yang mencerminkan Pancasila dan juga melambangkan lima unsur media penerangan, yaitu penerangan tatap muka dan tradisional, radio, televisi, film, serta pers dan grafika.[7]
Pada atap bangunan terdapat antena siaran yang berbentuk kerucut, sedangkan penyangganya berbentuk silinder. Silinder diibaratkan sebagai kentongan yang mewakili unsur perangkat tradisional. Adapun antena berbentuk kerucut mewakili unsur perangkat penerangan modern.[8]
Di depan bangunan museum terdapat Tugu Api Tak Kunjung Padam yang mencerminkan semangat petugas penerangan dalam menjalankan tugas. Air terjun yang menyatu dengan air mancur di bawahnya melambangkan komunikasi dua arah dan interaksi antara pemerintah, masyarakat dan media massa. Di atas pintu lantai pertama terdapat tulisan yang berbunyi Dahana Ambuka Wiwaraning Bumi, yang berarti api atau sinar yang membuka kegelapan dunia.[8] Selain itu, terdapat filosofi yang menekankan pentingnya kebenaran sebagai prinsip yang tetap dan diperlukan dalam bidang komunikasi maupun penerangan. Filosofi tersebut diwujudkan melalui ukiran pohon yang melambangkan Panca Bhakti Penerangan.[9]
Audio Mixer untuk Studio Pertama TVRIBuku Catatan Adinegoro
Koleksi
Koleksi yang terdapat di Museum Penerangaan dibagi menjadi lima bidang, meliputi pers dan grafika (termasuk media massa cetak), penerangan umum, film, radio, dan televisi.[10]
Sebagian di antara koleksinya merupakan peralatan penerangan yaang pernah digunakan Departemen Penerangan. Sebagian lainnya merupakan koleksi yang sebelumnya digunakan oleh lembaga-lembaga media yang dimiliki negara Indonesia, seperti Antara, PFN, RRI, dan TVRI – dua yang terakhir bahkan pernah berada di bawah Departemen Penerangan.[11][12] Terdapat pula diorama studio RRI dan TVRI pada dekade 1990-an,[13] serta satu set studio untuk seri anak-anak Si Unyil.[14]
Kunjungan
Museum Penerangan terletak di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Museum ini buka pada hari Senin sampai Minggu pukul 09.00–15.00 WIB. Pengunjung tidak dikenai biaya masuk museum, tetapi terdapat tiket masuk ke TMII sebesar 35 ribu rupiah. Pengunjung yang membawa kendaraan juga perlu membayar tiket masuk kendaraan mulai dari harga Rp10.000–60.000 dengan menyesuaikan jenis kendaraan.[15]
Direktori Museum Indonesia(PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. 2012. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I(PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman & Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN978-979-8250-66-8. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)