Jl. Kanjeng Pangeran No. 92, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61153
Jenis
Museum khusus
Museum Kanjeng Sepuh Sidayu Museum yang berada di Desa Mriyunan Kecamatan SidayuKabupaten Gresik, Jawa Timur 61153. Museum ini menyimpan jejak sejarah panjang, terutama peradaban Kadipaten Sidayu yang kala itu menjadi pusat pemerintahan. Semua kenangan dan cerita sejarah itu bisa dilihat ketika mengunjungi Museum Kanjeng Sepuh Sidayu.[1]
Sejarah
Museum Kanjeng Sepuh Sidayu ini dulunya merupakan tempat tinggal Bupati Sidayu yang kemudian direlokasi menjadi Museum Kanjeng Sepuh Sidayu. Museum ini di dalam nya berisi pusaka dan barang-barang peninggalan pribadi.[2] Museum Kanjeng Sepuh Sidayu berfungsi sebagai ruang memorial yang mengabadikan kontribusi dan kepemimpinan Kanjeng Sepuh Sidayu, tokoh berpengaruh pada abad ke-18 yang dikenal sebagai Rojo Pandito seorang pemimpin religius sekaligus negarawan. Figur ini memainkan peran strategis dalam perlawanan terhadap kebijakan kolonial Belanda yang dinilai eksploitatif, khususnya dalam aspek perpajakan yang menyulitkan kelompok pedagang kecil.[3]
Sebagai seorang kyai dan bupati, Kanjeng Sepuh Sidayu yang bernama asli Raden Adipati Suryo Diningrat,[4] dikenal karena keberpihakannya terhadap rakyat kecil dan komitmennya terhadap keadilan sosial. Museum ini merepresentasikan penghormatan atas jejak perjuangan tersebut, sekaligus menjadi medium edukatif yang merekonstruksi narasi lokal dalam konteks perlawanan dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai spiritual dan sosial.[3]
Pembukaan Museum Kanjeng Sepuh Sidayu dengan pemotongan tumpeng, dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Saifudin Ghozali, Ketua Ta'mir Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu Akhsib dan Wakil Ketua Ta'mir Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu Amrullah, serta perwakilan pihak keluarga keturunan Kanjeng Sepuh Sidayu, yang disaksikan oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Sidayu, pengurus Yayasan Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu dan undangan lainnya.[5]
Isi museum
Museum Kanjeng Sepuh Sidayu menampilkan ratusan benda bersejarah, di antaranya keris, tombak, kursi, dan payung keraton peninggalan masa kerajaan. Setiap objek pusaka membawa nilai simbolik dan spiritual yang merefleksikan masa kepemimpinan Kanjeng Sepuh Sidayu, serta berfungsi sebagai media edukatif yang menyuguhkan pengalaman historis bermakna bagi para pengunjung.[3]