Ibnu Khaldun menulis kitab ini pada tahun 1377 sebagai bab pengantar dan kitab pembuka dari rencana karyanya mengenai sejarah dunia, yaitu Kitabul ʻIbari Wa Diwanil Mubtada' Wal-Ḥabar Fi Ayamil ʻArab Wal ʿAjam Wal Barbar, Waman ʻAsarahum Min Dhawish Shalṭanil Akbar (Buku-buku pelajaran mengenai catatan dari awal mula dan berbagai peristiwa sejarah dari bangsa Arab, non-Arab, Berber serta bangsa-bangsa kuat yang sezaman). Namun kitab Muqaddimah ini di masa hidup Ibnu Khaldun sudah dianggap sebagai suatu karya tersendiri.[2]
Struktur isi
Muqadddimah Ibnu Khaldun ditulis oleh Ibnu Khaldun.[3] Ibnu Khaldun menulis Muqadddimah Ibnu Khaldun sebagai volume pertama dari kitabnya yang berjudul Al-'Ibar.[4]Muqadddimah Ibnu Khaldun disusun menjadi enam bab. Bab pertama membahas mengenai sejarah manusia. Bab kedua membahas mengenai peradaban bangsa-bangsa Suku Badui dan Bangsa Arab. Kemudian pada bab ketiga dibahas mengenai dinasti dan kerajaan. Bab keempat membahas tentang pemikiran mengenai laba, kerja, dan ekonomi. Bab kelima membahas mengenai kegiatan ekonomi pada bab kelima. Sedangkan bab keenam membahas tentang ilmu pengetahuan.[5]
Bab tentang ilmu pengetahuan (Bab 6)
Pada bab 6 dari Muqadddimah Ibnu Khaldun, Ibnu Khaldun menjelaskan mengenai ilmu dan pendidikan sebagai gejala akhir dari suatu perkembangan kebudayaan dari suatu masyarakat. Ia menyatakan bahwa ilmu dan pendidikan bukan sekadar hasil pemikiran dan perenungan. Karena itu, Ibnu Khaldun menyatakan bahwa ilmu dan pendidikan merupakan suatu bentuk gejala sosial. Gejala ini merupakan ciri khas dari manusia.[6]
Gaya penulisan
Ibnu Khaldun menulis Muqadddimah Ibnu Khaldun sebagai sebuah kitab tentang sejarah. Tiap topik dibahas dengan menggunakan pendekatan empirisme dan rasionalisme. Namun, tiap akhir pembahasan di dalamnya disertai dengan pesan keimanan. Bagian akhir dari bab maupun sub-bab dalam Muqadddimah Ibnu Khaldun selalu diakhiri dengan pengangungan terhadap nama Allah dan pengutipan ayat-ayat Al-Qur'an.[7]
Konsep
Konflik
Secara tersirat, Muqaddimah Ibnu Khaldun memberikan penjelasan tentang konsep dari sebuah konflik. Dalam kitabnya ini, Ibnu Khaldun menyiratkan bahwa di tiap peradaban manusia selalu terjadi konflik. Perwujudan konflik ini berbentuk peperangan, perebutan kekuasaan dan disintegrasi masyarakat. Wujud konflik tersebut merupakan suatu kenyataan yang benar-benar terjadi di masyarakat.[8]
Peran penting
Muqaddimah Ibnu Khaldun merupakan sebuah kitab yang mengkaji secara khusus sebuah fenomena sosial. Fenomena tersebut yaitu kebangkitan dan kemunduran suatu umat manusia. Muqaddimah Ibnu Khaldun menjadi karya tulis pertama yang membahas secara khusus mengenai ilmu sosial.[9]
↑Zaghrut, Fathi (April 2022). Artawijaya (ed.). Tragedi-Tragedi Besar dalam Sejarah Islam. Diterjemahkan oleh Irham, Masturi. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm.18. ISBN978-979-592-978-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)