Muhammad Rois Rinaldi (lahir 8 Mei 1988) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Dia menulis puisi, cerita pendek, dan esai sastra. Beberapa karyanya mengantarkan namanya menerima penghargaan dari sejumlah organisasi sastra antara lain Esastera, Numera, dan Puisikan Bait Kata Suara. Selain terbit di beberapa antologi bersama dan antologi pribadi, karya Muhamad Rois juga dimuat di media massa. Puisinya, Nun Serumpun, menjadi judul antologi puisi yang ditulis oleh puluhan penyair dari berbagai negara dan diluncurkan akhir 2014 .
Selain di Indonesia, karya-karyanya diterbitkan di beberapa negara tetangga semisal "Bebas Melata", diterbitkan Sarjana Publishing di Singapura dan "Sastracyber: Makna dan Tanda" diterbitkan oleh E-Sastera Enterprise di Malaysia. Karya-karyanya mendapatkan apresiasi yang baik dari penikmat sastra di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei. Oleh sebab itu, E-Sastera Malaysia menobatkan buku "Sastracyber: Makna dan Tanda" sebagai buku terbaik di Malaysia selama 10 tahun terakhir 2005 -2015 pada malam HesCom 2015.
Pada tahun 2018 Rois menjadi sastrawan Banten pertama yang menerbitkan buku puisi berbahasa Jawa Banten, Beluk. Pada tahun 2019 ia juga menerbitkan buku kumpulan cerita pendek berbahasa Jawa Banten, Sederenge Dibakte Sewu Kelawe.
Bibliografi
Bahasa Indonesia untuk Bahasa ASEAN (PPI-United Kingdom, 2021)
Tentang Orang yang Memasangkan Sayap Kecil di Pundak para Pemimpi (Biem.co-Gramedia, 2021)
Juara I Lomba Menulis Puisi 3 Negara (Puisi Bait Kata Suara, 2012)
Juara I Kelompok Seni Mahasiswa se-Banten (Hotel Marbela Anyer, 2011)
Juara I Lomba Pidato se-Provinsi Banten (Piala Gubernur, 2009)
Juara I Membaca Puisi se-Provinsi Banten (Pekan Paskibra, 2008)
Juara II Lomba Membaca Puisi se-Provinsi Banten (Cikulur, 2007)
Siswa Berkepemimpinan Terbaik (Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, 2007)
Juara II Lomba Membaca Puisi se-Kabupaten Serang (Dinas Pendidikan, 2000)
Juara I Membaca Puisi se-Kabupaten Serang (Dinas Pendidikan, 1998)
Kiprah
Kiprah internasional Muhammad Rois Rinaldi dimulai sejak mendirikan Lentera Sastra Internasional pada tahun 2012. Lentera Sastra Internasional tercatat sebagai organisasi sastra yang berhasil mengadakan penerbitan-penerbitan buku yang menjangkau wilayah Asia Tenggara. Pada tahun 2015, tepatnya pada tanggal 21 Mei, bersama Prof. Dr. Irwan Abu Bakar ia membentuk Gabungan Komunitas Sastra ASEAN (Gaksa).Didukung oleh berbagai komunitas sastra di wilayah Asia Tenggara, di antaranya komunitas yang ketuai oleh Dr. Zeffri Arif Brunei Darussalam, Dr. Phaushan Jehwae Thailand, dan Rohani Din Singapura.
Ia menjadi inisiator dari banyak perhelatan panggung sastra dan penerbitan-penerbitan buku ASEAN, di antaranya Peluncuran Buku Lentera Sastra dan Pertemuan Penyair ASEAN (2013) Temu Sastra Asia (2014) dan Konser Seniman Asia Tenggara (2017).
Selain dikenal sebagai penyair, Rois juga dikenal sebagai seorang deklamator yang memiliki ciri khas tersendiri. Kemampuannya membaca puisi diakui hingga mancanegara. Pada tahun 2018, Rois menjadi penyair Indonesia pertama yang diundang oleh kementerian kebudayaan dan pariwisata Malaysia untuk mengadakan konser pembacaan puisi di gedung Matic, Kuala Lumpur, yang merupakan salah satu tempat konser artis-artis kenamaan Malaysia seperti Siti Nurhaliza, dan Sheila Majid
Rois aktif menjadi narasumber di berbagai perhelatan sastra nasional dan internasional. Di berbagai perlombaan Rois juga aktif didaulat menjadi juri. Rois menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi, di antaranya Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung pada program praktisi mengajar mengampu mata kuliah Pembelajaran Sastra Anak.
Lain-lain
Guest Star World Poetry Day Concert (Universiti Malaysia Klantan Malaysia, 2022)
Guest Star Malam Puisi Islami ASEAN (Universiti Teknologi MARA Cawangan, Malaysia2022)
Pembicara Perkembangan Sastra Malaysia dan Indonesia (Innovative International Colege, Malaysia, 2021)
Pembicara Sembang Seni Persembahan Puisi Antarbangsa (GAPENA, Malaysia, 2021)
Pembicara Sastra Kita dan Sastra Dunia (PSBNS, Banda Naira, 2018)
Guest Star Concert Poetic (Malaysia Tourism Centre, Malaysia, 2018)
Speaker Towards a Literature of Peace (Thailand, 2017)