Muhammad Kamaruzzaman (4 Juli 1952 – 11 April 2015) adalah asisten senior sekretaris jenderal dari partai politik Jamaat-e-Islami Bangladesh yang dituduh melakukan kejahatan perang saat Perang Pembebasan Bangladesh 1971.[1][3] Ia juga menjadi penyunting Mingguan Sonar Bangla.[4] Pada 9 Mei 2013 Tribunal Kejahatan Internasional memutuskan agar ia dihukum mati setelah diketemukan bahwa Kamaruzzaman memandu kejahatan melawan kemanusiaan yakni genosida, pembunuhan, pemerkosaan, looting, arson, dan deportasi orang-orang saat Perang Pembebasan Bangladesh.[5] Ia membantah tuduhan tersebut dan berkata bahwa pengadilan tersebut dimotifasi secara politik.[6] Kamaruzzaman dihukum mati dengan cara digantung di Penjara Pusat Dhaka pada pukul 10:01pm pada 11 April 2015.[7]
Kehidupan awal
Kamaruzzaman lahir pada 4 Juli 1952, di desa Sajbarkhila di Sherpur, Bangladesh (pada waktu itu Pakistan Timur).
Ayahnya Moulavi Insan Ali Sarker, adalah seorang pengusaha. Kamaruzzaman mendapatkan gelar master dalam bidang jurnalisme pada 1976 dari Universitas Dhaka. Ia memiliki lima anak. Ia menikah dengan Nurun Nahar.[5]
Karier
Pada 1971, Kamruzzaman menjadi anggota pelajar dari Sangha Chattra Islam (organisasi pelajar Islam) di Mymensingh.[1][8][9][10][11] Ia menjadi ketua penyelenggara Al-Badr, sebuah pasukan paramiliter yang dibentuk untuk membantu tentara Pakistan untuk melancarkan gerakan kemerdekaan Bangladesh pada 1971, di wilayah Mymensingh besar.[1][8][9][10][11][12][13] Sebuah artikel dalam Harian Sangram pada 16 Agustus 1971, berkata, "Sebuah rally dan simposium diadakan di Mymensingh oleh Al- Badr untuk merayakan hari kemerdekaan Pakistan ke-25. Ketua penyelenggara Al-Badr, Mouhammed Kamruzzaman memimpin simposium tersebut diselenggarakan di Institut Muslim lokal."[14]
Kamaruzzaman dua kali menjadi Presiden Shibir Chhatra Islam, sayap pelajar dari Jamaat-e-Islami Bangladesh.[11][15] Ia menjadi seorang jurnalis di Mingguan Sonar Bangla pada 1980an,[16] kemudian mengambil peran editor.[4] Ia juga bekerja untuk The Daily Sangram sebagai penyunting eksekutif.[5]
Dalam empat pemilihan suksesif antara 1991 dan 2008 Kamaruzzaman gagal mendapatkan kursi Sherpur-1 untuk Jamaat-e-Islami, dikalahkan tiga kali terakhir oleh kandidat Liga Awami Md. Atiur Rahman Atik.[17]