Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Muhammad Ali Ramdhani adalah akademisi, peneliti, dan birokrat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Kementerian Agama Republik Indonesia sejak Januari 2025[1]. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia pada periode 2024–2025[2] dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam[3] Kementerian Agama Republik Indonesia pada periode 2020–2024.
Karier Muhammad Ali Ramdhani sebagai birokrat dengan jabatan pimpinan tinggi madya di Kementerian Agama diawali dengan jabatan sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam setelah dilantik oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada 10 Agustus 2020 di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan tinggi, ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam transformasi pendidikan Islam di Indonesia, khususnya dalam penguatan mutu pendidikan madrasah, digitalisasi layanan pendidikan Islam, dan pengembangan sumber daya manusia keagamaan.
Selain sebagai birokrat, Muhammad Ali Ramdhani merupakan seorang guru besar dan peneliti produktif di bidang teknologi informasi, manajemen strategis, analisa keputusan, dan transformasi digital pendidikan tinggi. Ia telah menghasilkan ratusan karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional bereputasi[4], serta aktif dalam pengembangan kebijakan pendidikan berbasis riset. Kombinasi antara kapasitas akademik dan pengalaman birokrasi menjadikannya dikenal sebagai figur yang mendorong digitalisasi/ modernisasi tata kelola pendidikan Islam di Indonesia[5][6][7].
Latar Belakang dan Keluarga
Muhammad Ali Ramdhani lahir di Garut, Jawa Barat, pada 6 November 1971. Ia merupakan putra dari pasangan Prof. KH. Cecep Syarifuddin[8] dan Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S.[9], dua tokoh akademisi dan intelektual asal Garut. Ayahnya dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjabat sebagai Ketua PBNU pada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid periode 1994–2003. Ia juga merupakan salah satu pendiri Universitas Garut[10] dan pernah menjadi anggota DPR RI. Sementara itu, ibunya merupakan seorang guru besar yang aktif dalam bidang pendidikan dan pengembangan akademik. Lingkungan keluarga akademik dan religius tersebut membentuk karakter Muhammad Ali Ramdhani dalam mengembangkan karier sebagai ilmuwan sekaligus pejabat publik.
Dari garis keluarga ibunya, Muhammad Ali Ramdhani merupakan cucu dari Prof. K.H. Anwar Musaddad, seorang ulama kharismatik asal Sunda yang dikenal sebagai guru besar Ilmu Perbandingan Agama dan Kristologi, serta pendiri Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung[11]. Anwar Musaddad memiliki peran besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, mulai dari merintis Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), menjadi guru besar di IAIN Jogyakarta (yang kini bertranformasi menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogyakarta), hingga mendirikan Pesantren Al-Musaddadiyah di Garut. Selain dikenal sebagai akademisi dan pendidik, ia juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan bersama pasukan Hizbullah serta berkiprah dalam organisasi Nahdlatul Ulama sebagai Wakil Rais ‘Am PBNU. Dari garis keturunan ayahnya, Muhammad Ali Ramdhani merupakan cucu dari K.H. Tb. Tubagus Falak, seorang ulama yang dikenal luas sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Warisan intelektual dan keagamaan dari keluarga inilah yang turut memperkuat fondasi keilmuan dan nilai-nilai kepemimpinan dalam perjalanan hidup Muhammad Ali Ramdhani.
Organisasi
Organisasi Kemasyarakatan
Muhammad Ali Ramdhani mulai tahun 2022 sampai saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama [12]. Dalam kiprahnya di organisasi kemasyarakatan, tercatat pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (1996-2000)[13], Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat (1998-2000), Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (2000-2005), Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut (2005-2010), dan Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (2010-2016 dan 2016-2021)[14].
Organisasi Profesi
Muhammad Ali Ramdhani juga tercatat sebagai pengurus dan/ atau anggota beberapa organisasi profesi nasional dan internasional, di antaranya: Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer ("APTIKOM".), Persatuan Insinyur Indonesia ("PII".), International Association of Engineers ("IAEng".), dan International Board of Standard ("IBS".)