Kamiishizu Misanzai Kofun (Makam Kaisar Richū) yang digambar dalam 3DCG.Haze Nisanzai Kofun yang digambar dalam 3DCG.
Kelompok Mozu Kofun (百舌鳥古墳群code: ja is deprecated , Mozu Kofun-gun) adalah sekumpulan kofun—makam megalitik—di Sakai, Prefektur Osaka, Jepang. Situs ini pada mulanya terdiri dari lebih dari 100 makam, meski kini kurang dari separuh makam berbentuk lubang kunci, bulat, dan persegi panjang yang tersisa.[1][2]
Daisenryo Kofun (大仙陵古墳code: ja is deprecated ),[3] merupakan kofun terbesar di Jepang, yang diyakini dibangun selama 20 tahun pada pertengahan abad ke-5 di zaman Kofun. Meski tidak dapat terkonfirmasi secara akurat, makam tersebut diakui secara umum sebagai tempat peristirahatan terakhir Kaisar Nintoku.[4] Sebagai tempat yang dipercaya menjadi makam Kaisar Jepang, makam ini dikelola oleh Badan Rumah Tangga Kekaisaran.
Lokasi
Kelompok Mozu Kofun terletak di Kota Sakai yang merupakan bagian dari Prefektur Osaka. Gundukan-gundukan tersebut dibangun di dataran tinggi yang menghadap Teluk Osaka di dekat garis pantai purba dan tersebar dalam jarak sekitar empat kilometer dari timur ke barat dan utara ke selatan. Kelompok Furuichi Kofun terletak di Kota Habikino dan Fujiidera yang berdekatan.[5]
Sejarah
Di Kepulauan Jepang, ada lebih dari 20.000 gundukan makam (kofun), yakni timbunan tanah dan batu yang berdiri di atas makam kalangan penguasa, yang dibina antara akhir abad ke-3 hingga abad ke-6 masehi.[6] Masa ini merupakan periode puncak pembangunan tumulus semacam itu.[5] Gundukan-gundukan ini mewakili tradisi "bentuk dan desain kofun" sebagai cerminan tatanan hierarki sosial-politik dan relasi yang lazim pada periode itu di sejumlah wilayah negeri. Masa ini disebut juga sebagai Zaman Kofun.[6]Mausoleum kekaisaran yang paling menonjol dalam kelompok gundukan makam ini adalah Mausoleum Kaisar Nintoku dan Kaisar Richū.[7]
Terdapat 44 gundukan makam di Kelompok Mozu, termasuk yang hancur sebagian.[8] Dari jumlah tersebut, 19 telah ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional,[9][10] dan secara terpisah, Badan Rumah Tangga Kekaisaran telah menetapkan tiga di antaranya sebagai Mausoleum Kekaisaran, dua sebagai "Situs Referensi Makam", dan 18 sebagai "baichō", atau mausoleum perwara yang melengkapi Mausoleum Kekaisaran.[11] Dahulu terdapat lebih dari 100 gundukan kuburan, tetapi karena perkembangan pesat lahan permukiman selepas Perang Dunia II, lebih dari setengah gundukan kuburan tersebut dihancurkan.[8]
Pada tahun 2010, pemerintah Jepang mengajukan Daisen Kofun dan seluruh Mozu Kofun dan Furuichi Kofun sebagai Situs Warisan DuniaUNESCO.[12] Sembilan tahun kemudian pada tanggal 6 Juli 2019, usulan tersebut disetujui dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO berdasarkan Kriteria: (iii) dan (iv) sebagai Gugus Mozu-Furuichi Kofun: Makam Berbentuk Gundukan dari Jepang Kuno.[13]
Fitur
Kofun ditemukan dalam berbagai bentuk dan dimensi dengan pola yang beragam. Beberapa berbentuk lingkaran atau persegi sederhana (empun dan hōfun). Yang lebih besar berbentuk lubang kunci (zempō kōenfun); bangunan ini termasuk kelas kofun tertinggi dan dibangun dengan sangat detail.[6] Tiga aspek penting dari kofun ini adalah ukurannya yang masif dan dikelilingi oleh beberapa parit dan beberapa kofun pengiring.[5]
Di Dataran Osaka dan Cekungan Nara, yang merupakan pusat kebudayaan di Zaman Kofun, makam berbentuk lubang kunci bundar dibangun dengan panjang yang sangat besar, di antaranya adalah Gugus Kofun Mozu-Furuichi yang paling menonjol. Gugus ini terdiri dari dua kelompok kofun yang berangka tahun akhir abad ke-4 hingga awal abad ke-6. Kofun ini memiliki dimensi terbesar di negara ini. Nintoku-tennō-ryō Kofun atau Makam Kaisar Nintoku adalah sebuah gundukan makam yang panjangnya 486 meter (1.594ft) dan dikelilingi oleh parit serta benteng sepanjang 840 meter (2.760ft); gundukan ini dikatakan sebagai gundukan terbesar di dunia. Kelompok ini juga menampung Richū-tennō-ryō Kofun, yang terdiri dari gundukan sepanjang 360 meter (1.180ft) dan disebut sebagai yang terbesar ketiga di negara ini.[6]
Kelompok gundukan lain, yang terletak sekitar 10 kilometer (6,2mi) dari Kelompok Mozu Kofun, dikenal sebagai Kelompok Furuichi Kofun. Kelompok ini memiliki Ōjin-tennō-ryō Kofun atau Makam Kaisar Ōjin sepanjang 425 meter (1.394ft) yang dikatakan sebagai yang terbesar kedua di negeri Jepang. Kelompok ini juga memiliki 11 lagi "kofun" besar berbentuk lubang kunci dengan panjang gundukan 200 meter (660ft) atau lebih.[6]
Ciri khas gundukan pemakaman ini adalah bahwa di dalamnya dijumpai – bersama dengan orang-orang yang dikubur – bekal kubur yang terdiri dari besi, senjata yang dikenakan oleh jenazah termasuk mata panah, pedang, ujung cangkul dan sekop, dan banyak barang serupa lainnya. Selain itu, terdapat pula barang-barang antik yang terbuat dari perunggu berlapis emas seperti perlengkapan berkuda dan ikat pinggang.[5]
Daisen Kofun memiliki panjang sekitar 500 meter (1.600ft) dan lebar 300 meter (980ft) pada titik terlebarnya, sedangkan seluruh area makamnya termasuk parit dan pembatas memiliki panjang 840 meter (2.760ft).[14] Dikelilingi oleh tiga parit, gundukan tersebut menjulang setinggi 35 meter (115ft) meter di atas permukaan tanah sekitarnya. Puncaknya memiliki ketinggian 47 meter (154ft) dari permukaan laut, sehingga dapat dilihat oleh para pelaut di Teluk Osaka.[15] Parit bagian dalam adalah yang terlebar di antara parit-parit lainnya dengan lebar sekitar 60 meter (200ft). Gundukan tersebut memiliki luas sekitar 100.000 meter persegi (1.100.000sqft) dan seluruh makam memiliki luas 460.000 meter persegi (5.000.000sqft).
Kini, makam tersebut dilarang untuk dikunjungi dan dilindungi oleh Badan Rumah Tangga Kekaisaran. Parit-paritnya dirawat dan menyediakan tempat perlindungan bagi ikan dan burung air. Gundukan itu sendiri sepenuhnya tertutup vegetasi. Sebuah anjungan pengamatan dari parit kedua (tengah) dapat diakses di sisi selatan situs. Anjungan pengamatan berjarak 500m dari Stasiun Mozu di Jalur Hanwa dan berada tepat di seberang jalan dari Museum Kota Sakai.[16] Museum ini menyediakan informasi kepada pengunjung tentang kofun dan sejarahnya.
Galeri
Daisenryo Kofun, dengan keliling 2,8km merupakan kofun terbesar di Jepang, diyakini sebagai makam Kaisar Nintoku.
↑Isomura, Yukio; Sakai, Hideya (2012). (国指定史跡事典) National Historic Site Encyclopedia. 学生社. ISBN978-4311750403.(dalambahasaJepang)
↑Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi 15 Oktober 2018 No. 193 dan Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi 26 Februari 2019 No.25