Menurut Kepala Kantor Taman Budaya Tionghoa Indonesia, Musiyati Tessa, pendirian monumen ini diilhami oleh buku sejarah Geger Pacinan 1740-1743: Persekutuan Tionghoa – Jawa Melawan VOC yang terbit pada 2013. Buku karya R.M Daradjadi yang merupakan keturunan Mangkunegara ini menjelaskan kisah pembantaian massal orang Tionghoa di Batavia pada 1740 oleh Belanda dan perlawanan dari pemimpin komunitas Tionghoa yang bersama-sama dengan tentara Jawa berbalik menyerang pasukan VOC.[butuh rujukan]