Nama Montreuil tercatat untuk pertama kalinya dalam piagam kerajaan 722 sebagai Monasteriolum, berarti "biara kecil" dalam Latin Pertengahan. Pemukiman Montreuil berawal sebagai sekumpulan rumah yang dibangun di sekitar biara kecil ini.
Sejarah
Kota ini melindungi di bawah Louis XIV dan Louis XVI dinding dengan pemancingan Istana. Kemudian melindungi Lumière bersaudara dan George Méliès dalam toko kerajinannya yang terletak di Montreuil hilir.
Tanggal 1 Januari1860, kota Paris diperluas dengan menganeksasi komune sekitarnya. Karena itu, komune Charonne dihapus dan dibagi antara kota Paris, Montreuil, dan Bagnolet. Montreuil menerima sebagian kecil teritori Charonne.
Hari ini Montreuil terbagi menjadi beberapa distrik:
Le bas Montreuil (yang menggabungkan bersama semua toko kerajinan (berbatasan dengan Saint-Mandé), marché aux puces (berbatasan dengan Paris, terletak di Montreuil),
Mairie (balai kota) (mall, la croix de Chavaux, mairie, dan gereja),
La noue (parc des Guilands, kota du Val, Robespierre, berbatasan dengan Bagnolet),
Le Bel Air (perumahan Jean Moulin, parc des Beaumonts, kota Bel Air, kota Grand Pechers),
1 Kelompok ini terdiri atas pieds-noirs dari Afrika Baratlaut, diikuti dengan bekas warga negara kolonial yang memiliki kewarganegaraan Prancis ketika lahir (seperti kaum elit asli di koloni Prancis), dan anak ekspatriat Prancis yang lahir di luar negeri. Negara lain dimengerti sebagai negara yang bukan merupakan bagian dari Prancis pada tahun 1999, sehingga seseorang yang lahir, contohnya tahun 1950 di Aljazair, ketika Aljazair merupakan bagian integral dari negara Prancis, maka akan tercatat sebagai seseorang yang lahir di luar negeri dalam data statistik Prancis.
2 Imigran adalah seseorang yang lahir di luar negeri tanpa kewarganegaraan Prancis ketika lahir. Seorang imigran bisa mendapatkan kewarganegaraan Prancis sejak pindah ke Prancis, tetapi masih dianggap sebagai imigran dalam data statistik Prancis. Selain itu, penduduk yang lahir di Prancis dengan kewarganegaraan luar negeri (anak imigran) tidak tercatat sebagai imigran.
Sejak 1984, wali kota Montreuil adalah Jean Pierre Brard, seorang eks-Komunis yang meninggalkan beberapa perbedaan. Pendukungnya mendukung perumahan berkualitas tinggi dan kebijakan budaya aktif. Kritiknya meerujuk pada perlakuan terhadap pelancong dan orang Rom, dan keinginan mengatur segala jenis organisasi bantuan di kota.
Ia telah menyebabkan kontroversi tahun 2004 dan 2005 oleh keinginannya lebih jauh dari hukum yang melarang simbol keagamaan mencolok di sekolah. Ia mencoba, dengan beberapa keberhasilan, melarang ibu-ibu mengenakan penutup kepala dari baju sekolah contohnya.
Ia juga tertarik melawan apa yang ia sebut "sekte", tetapi juga yang mengelilinginya adalah pendukung yang sangat ekstrem terhadap pesaingnya dalam percampuran agama.