MonogliseridaStruktur molekul 1-monoasilgliserolStruktur molekul 2-monoasilgliserol
Monogliserida (disebut juga: asilgliserol atau monoasilgliserol) adalah kelompok gliserida yang terdiri dari satu molekul gliserol yang berikatan dengan asam lemak melalui ikatan esternya.[1] Terdapat dua jenis monogliserida yang dapat terbentuk, karena gliserol mengandung gugus alkohol primer maupun sekunder, yaitu 1-monoasilgliserol di mana asam lemak berikatan dengan alkohol primer, atau 2-monoasilgliserol di mana asam lemak berikatan dengan alkohol sekunder.
Pembuatan secara industri terutama diperoleh melalui reaksi gliserolisis antara trigliserida dan gliserol.[4] Bahan baku komersial untuk produksi monoasilgliserol dapat diperoleh dari lemak dan minyak nabati maupun hewani.
Penggunaan
Penggunaan utama monogliserida adalah sebagai surfaktan, biasanya dalam bentuk pengemulsi. Monogliserida, bersama dengan digliserida, banyak ditambahkan, dalam jumlah kecil, ke dalam produk pangan komersial sebagai "E471" (Mono- dan digliserida asam lemak), yang membantu mencegah terpisahnya campuran minyak dan air. Nilai yang tercantum sebagai lemak total, lemak jenuh, dan lemak trans dalam label angka kecukupan gizi tidak termasuk mono- dan digliserida, karena lemak yang dimaksud adalah trigliserida. Monogliserida juga sering dijumpai dalam produk-produk roti, minuman, es krim, permen karet, shortening, krim kocok, margarin, dan kembang gula.[5] Dalam produk roti, monogliserida berguna untuk meningkatkan volume dan tekstur adonan, serta sebagai anti bantat.[6][7] Monoglserida digunakan untuk meningkatkan kestabilan fisik minuman bersusu.[8]
Contoh
Monolaurin, umum digunakan dalam kosmetik dan sebagai bahan tambahan pangan.
Gliserol monostearat, digunakan dalam makanan sebagai pengental, pengemulsi, dan pengawet.
↑Flickinger, Brent D.; Matsuo, Noboru (February 2003). "Nutritional characteristics of DAG oil". Lipids. 38 (2): 129–132. doi:10.1007/s11745-003-1042-8.
↑Hansen, KB; Rosenkilde, MM; Knop, FK; Wellner, N; Diep, TA; Rehfeld, JF; Andersen, UB; Holst, JJ; Hansen, HS (September 2011). "2-Oleoyl glycerol is a GPR119 agonist and signals GLP-1 release in humans". The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 96 (9): E1409–17. doi:10.1210/jc.2011-0647. PMID21778222.
↑Sonntag, Norman O. V. (1982). "Glycerolysis of fats and methyl esters — Status, review and critique". Journal of the American Oil Chemists' Society. 59 (10): 795A –802A. doi:10.1007/BF02634442. ISSN0003-021X.
↑Loi, Chia Chun; Eyres, Graham T.; Birch, E. John (2019). "Effect of mono- and diglycerides on physical properties and stability of a protein-stabilised oil-in-water emulsion". Journal of Food Engineering. 240: 56–64. doi:10.1016/j.jfoodeng.2018.07.016. ISSN0260-8774.