Artikel ini berisi tentang kuda pacu Indonesia. Untuk istilah terminologi, lihat Milord.
Artikel ini terisolasi dan sulit untuk dicari, artinya hanya artikel-artikel sejenis dan tertentu saja yang terhubung dengan halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel dengan topik yang lebih besar.
Milord (16 Januari 2022 – 16 Februari 2025) adalah seekor kuda pacu Indonesia. Berperawakan relatif kecil, Milord dianggap sebagai kuda pacu andalan Sulawesi Utara dan calon peraih Triple Crown berikutnya. Namun sayangnya, ia terlibat dalam tabrakan di tengah lomba dengan kuda lain di Jateng Derby, sebelum dimulainya seri Triple Crown, dan mati tak lama kemudian.
Latar belakang
Milord adalah kuda merah asal Indonesia yang dibiakkan oleh Bendang Stable. Ia lahir pada 16 Januari 2022 di Pinabetengan, Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.[1] Ia merupakan keturunan dari pejantan Da Vinci Eclipse dan indukan Fitri Nagari. Melalui silsilah dari induknya, Red Giant, ia merupakan keturunan dari Kingmambo.
Menurut klasifikasi ras kuda pacu Pordasi, ia adalah kuda ras KP5, yang berarti ia merupakan generasi ke-5 dari persilangan antara kuda Thoroughbred (THB) dan kuda lokal (LK).[1] Tinggi badannya pendek dibandingkan dengan kuda-kuda lain yang menjadi lawannya, yakni sekitar 153 cm.
Karir pacuan
Milord dipindahkan ke kepemilikan Miranda Stable pada 2 Agustus 2023. Milord memulai debutnya di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa pada 27 Januari 2024. 3 bulan kemudian, ia dikirim ke Jawa untuk mengikuti pertandingan selanjutnya.
Milord dikenal karena rivalitasnya dengan King Argentin, yang pernah ia lawan dua kali, bahkan mengalahkannya di Piala Ketum PP Pordasi 2024. Selain itu, ia juga pernah berpacu melawan Kamaka Eclipse sebanyak empat kali di kedua seri balapan Tiga Mahkota dan Kejurnas 2024.
Kematian
Pada acara Jateng Derby 2025, Milord terlibat dalam insiden fatal saat balapan dengan kuda lain dari Sumatera Barat, Salvator Minang. Insiden ini terjadi pada race ke-18, yang memperebutkan kejuaraan pada kuda kelas 3 tahun derby divisi I dengan jarak 1.600 meter di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Balapan tersebut menampilkan calon-calon penantang potensial untuk seri Tiga Mahkota Indonesia, seperti King Argentin dan Wonder Land.
Di tikungan pertama setelah berkibarnya bendera hijau, joki Salvator Minang yakni Yanni Rondonuwu jatuh dari pelana, membuat kuda tersebut berlari tanpa kendali. Di sisi lain, Milord memimpin sekitar dua panjang kuda di depan Wonder Land setelah tikungan terakhir. Namun, ketika semua mata tertuju pada Milord saat ia memasuki sprint terakhir, ia bertabrakan langsung dengan Salvator Minang, yang telah berbalik dan berlari ke arah berlawanan. Benturan tersebut membuat joki Milord, Jones Paendong terlempar ke udara dan mengalami patah kaki.[2]
Milord dan Salvator Minang tewas di tempat tak lama setelah kejadian, sementara para joki harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.[3] Diketahui joki Jones Paendong dirujuk ke RS Ortopedi Karima Utama di Sukoharjo.[3] Setelah tragedi tersebut, panitia menyatakan penentuan juara pada race 1.600 meter 3 tahun derby tersebut batal dan hadiah dibagi rata kepada sebelas peserta.[4] Banyak penggemar pacuan kuda dari Sulawesi Utara yang menyampaikan kekecewaan dan kesedihan atas kejadian tersebut.
Pada tanggal 1 Maret, hampir sebulan setelah tragedi tersebut, sebuah kejuaraan pacuan kuda regional yang dikenal sebagai Milord Memorial Cup diselenggarakan di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso. [12] Di samping itu, pada tanggal 5 Juni 2025, sebuah monumen yang didedikasikan untuknya juga didirikan di kampung halamannya di ruas jalan raya Tompaso Barat. Monumen tersebut diresmikan oleh Bupati MinahasaRobby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang.[13] Foto-foto Milord, biografi singkat, serta tulisan "Selamat jalan MILORD. Semangat juang dan dedikasimu akan selalu menjadi inspirasi, penambah semangat serta jiwa patriotik" terpampang di monumen tersebut.