Firman TUHAN yang datang kepada Mikha, orang Moresyet, pada zaman Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, yakni berkenaan dengan yang dilihatnya tentang Samaria dan Yerusalem.[2]
NabiMikha, yang berasal dari bagian selatan Kerajaan Yehuda, diperkirakan bernubuat di antara tahun 750-687 SM. Dia adalah rekan sezaman nabi Yesaya (bandingkan Yesaya 1:1) dan Hosea (bandingkan Hosea 1:1). Beritanya terutama dialamatkan kepada Yehuda (Kerajaan Israel Selatan), walaupun ia juga menyampaikan penyataan tentang Israel (Kerajaan Israel Utara). Tema utama Mikha adalah hukuman, tetapi ia juga menekankan pemulihan umat Allah. Samaria adalah ibu kota Israel (utara); dan Yerusalem ibu kota Yehuda. Keduanya mewakili bangsa murtad yang akan dihukum oleh Allah (ayat 5-7).[5] Informasi di luar Kitab Mikha mengenai "Mikha, orang Moresyet" dicatat dalam Kitab Yeremiapasal 26:18.[9]
Ayat 2
"Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian! Perhatikanlah, hai bumi serta isinya! Biarlah Tuhan ALLAH menjadi saksi terhadap kamu, yakni Tuhan dari bait-Nya yang kudus."[10]
bahasa Ibrani (dari kanan ke kiri): שמעו עמים כלם הקשיבי ארץ ומלאה ויהי אדני יהוה בכם לעד אדני מהיכל קדשו׃
Transliterasi Ibrani (dari kiri ke kanan): syem·‘ū‘a·mîmkul·lām haq·syi·bi e·retz u·me·lo·'ah wi·hi a·do·nai YHWH ba·khem le·'ed a·do·nai me·hei·khal qa·de·syo.
Kata-kata awal ayat ini, syem·‘ū‘a·mîm (artinya "umat" atau "orang-orang") kul·lām, yang merupakan permulaan isi seluruh kitab Mikha, dimulai dengan kata-kata yang tepat sama dengan kata-kata terakhir nabi lain yang juga bernama Mikha, yaitu Mikha bin Yimla, yang bernubuat pada abad sebelumnya pada zaman raja Yosafat dan Ahab:
bahasa Ibrani: שמעו עמים כלם׃ (syem·‘ū‘a·mîmkul·lām)