Resep itu dibuat oleh keturunan Tionghoa, Ang Kho Tjao. Dia membuka toko mie untuk menjual mie keringnya dan mendapatkan popularitas di Makassar sejak awal 70-an. Ang Kho Tjao mewariskan pengetahuan tentang resep makanan ini kepada tiga anaknya yaitu Hengky, Awa', dan Titi. Setelah Ang Kho Tjao meninggal, bisnis toko mie kering dilanjutkan oleh ketiga anaknya yang terpisah membuka toko mereka sendiri. Titi paling populer di Makassar, disinilah asal nama "Mie titi" menjadi identik dengan mie kering Makassar.[butuh rujukan]