Terapi penggantian testosteron secara bertahap memperbesar klitoris hingga ukuran maksimum rata-rata 46cm (18in)[4] (karena klitoris dan penis secara perkembangan adalah homolog). Dalam metoidioplasti, lempeng uretra dan uretra dibedah sepenuhnya dari badan korporeal klitoris, kemudian dipisahkan pada ujung distal (jauh), dan klitoris yang membesar karena testosteron diluruskan serta dipanjangkan. Kelepak pulau bervaskular memanjang dibentuk dan diambil dari kulit dorsal klitoris, dibalik ke sisi ventral, ditubularisasi dan sebuah anastomosis (sambungan) dibentuk dengan uretra asli. Meatus uretra baru ditempatkan di sepanjang neofalus (penis yang baru dibentuk) hingga ujung distal dan kulit neofalus serta skrotum direkonstruksi menggunakan kelepak labia minora dan mayora.[5] Neofalus baru tersebut memiliki ukuran berkisar antara 4–10cm (1,6–3,9in) (dengan rata-rata 57cm (22in)) dan memiliki lingkar yang kurang lebih sama dengan ibu jari orang dewasa.[6]
Istilah ini berasal dari meta- yang berarti "perubahan", Yunani Kunoαἰδοῖον, aidoion, 'genitalia'code: grc is deprecated , dan -plasti, yang menunjukkan konstruksi atau modifikasi bedah.[2]
↑Meyer WJ, Webb A, Stuart CA, Finkelstein JW, Lawrence B, Walker PA (April 1986). "Physical and hormonal evaluation of transsexual patients: a longitudinal study". Archives of Sexual Behavior. 15 (2): 121–38. doi:10.1007/BF01542220. PMID3013122. S2CID42786642.
↑Perovic, S. and Djordjevic, M. (2003), Metoidioplasty: a variant of phalloplasty in female transsexuals. BJU International, 92: 981-985. doi:10.1111/j.1464-410X.2003.04524.x
↑Djordjevic ML, Stanojevic D, Bizic M, Kojovic V, Majstorovic M, Vujovic S, Milosevic A, Korac G, Perovic SV (May 2009). "Metoidioplasty as a single stage sex reassignment surgery in female transsexuals: Belgrade experience". The Journal of Sexual Medicine. 6 (5): 1306–13. doi:10.1111/j.1743-6109.2008.01065.x. PMID19175859.