Pengisapan tembakau adalah praktik membakar tembakau dan mengisap asap yang dihasilkan. Asap tersebut dapat dihirup, seperti halnya rokok, atau dikeluarkan dari mulut, karena umumnya dilakukan dengan pipa dan rokok. Praktik tersebut diyakini dimulai pada awal 5000–3000 SM di Mesoamerika dan Amerika Selatan.[1] Tembakau diperkenalkan ke Eurasia pada akhir abad ke-17 oleh kolonis Eropa.[2][3]
Belakangan ini muncul berbagai produk rokok yang tidak dibakar dan sering diklaim lebih aman bagi kesehatan. Namun, menurut pandangan komunitas medis di Eropa, Amerika, dan Jepang, produk tersebut tetap memiliki risiko kesehatan yang serupa dengan rokok konvensional, terutama terhadap sistem peredaran darah dan pembuluh darah tubuh. Selain itu, dampak merokok tidak hanya berkaitan dengan kanker dan gangguan kardiovaskular, tetapi juga dapat merusak organ-organ yang sangat bergantung pada pembuluh darah kecil (kapiler), seperti ginjal dan mata. Sebagian besar penderita penyakit ginjal diketahui memiliki riwayat merokok.[butuh rujukan]