PT Merdeka Copper Gold Tbk adalah sebuah perusahaan pertambangan yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini diperkirakan menguasai cadangan emas sebanyak 34,8 juta oz, tembaga sebanyak 8,5 juta ton, dan perak sebanyak 76 juta oz.[3][4]
Sejarah
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tanggal 5 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya. Pada tahun 2012 juga, PT Bumi Suksesindo mendapat Izin Usaha Pertambangan di kawasan Tujuh Bukit, Pesanggaran, Banyuwangi. Pada tahun 2014, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang, dan pada tahun 2015, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2016, konstruksi dan penambangan bijih mineral mulai dilakukan di Tambang Emas Tujuh Bukit. Pada tahun 2017, konstruksi di Tambang Emas Tujuh Bukit berhasil diselesaikan, sehingga Bumi Suksesindo dapat mulai memproduksi dan menjual emas.
Perusahaan ini lalu melakukan studi kelayakan untuk memperluas Tambang Emas Tujuh Bukit. Studi konsep untuk Proyek Porfiri Tembaga Tujuh Bukit juga berhasil diselesaikan. Pada tahun 2017 juga, perusahaan ini mendirikan PT Merdeka Mining Servis untuk berbisnis di bidang jasa pertambangan. Pada tahun 2018, perusahaan ini memulai Proyek Ekspansi Oksida di Tambang Emas Tujuh Bukit agar kapasitas pengolahan/pencucian bijih di sana dapat meningkat dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun. Perusahaan ini juga mengakusisi 67,9% saham Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya dan 66,7% saham Tambang Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo.
Pada tahun 2019, melalui Eastern Field Development Ltd, perusahaan ini menyelesaikan akuisisi wajib terhadap Tambang Tembaga Wetar. Proyek Ekspansi Oksida di Tambang Emas Tujuh Bukit juga berhasil diselesaikan. Perusahaan ini lalu meneken sejumlah dokumen transaksi bersyarat yang saling terkait dengan PT J Resources Nusantara untuk menggabungkan tambang-tambang emas Pani menjadi satu tambang emas. Pada tahun 2020, perusahaan ini dan Eternal Tsingshan Group Ltd meneken nota kesepahaman atas proyek AIM di Wetar dan Morowali.