Burung ini adalah spesies tipe dari genus Ixocincla yang telah punah, yang menyatukan berbagai bulbul yang berkerabat dekat dari seluruh wilayah Samudra Hindia.[3] Sebelumnya, beberapa ahli menganggap spesies ini termasuk dalam genus Turdus. Burung ini juga telah diklasifikasikan sebagai subspesies dari réunion bulbul.[3] Nama lainnya antara lain bulbul hitam mauritius dan merle mauritius.
Deskripsi
Spesies ini bisa mencapai ukuran sampai 24 cm (9,4 inci). Ia memiliki mata kuning-cokelat cerah, kaki merah muda, dan paruh berwarna oranye hingga kuning. Bulunya umumnya berwarna keabu-abuan, kontras dengan jambul hitamnya. Bulu burung muda berwarna cokelat pucat. Paruhnya berwarna kehitaman. Sedikit mirip dengan cuckooshrike mauritius jantan, tetapi mudah dibedakan oleh paruh oranye dan banyak detail lainnya. Kicauannya berupa serangkaian nada berderak, metalik, dan gesekan yang tidak berirama, tapi bervariasi, sering kali dinyanyikan dari tempat bertengger yang tinggi. Suaranya termasuk nada "chek" dan siulan panjang[1]
Habitat
Bulbul mauritius bisa ditemukan di sisa hutan lembap serta hutan sekunder dan beberapa hutan yang didominasi pepohonan eksotis; sekarang sebagian besar terbatas di dataran menengah dan tinggi. Burung ini sering kali berada dalam kelompok kecil yang berisik.[1]
Perilaku dan ekologi
Mauritius bulbul sedang bertengger di atas batang pohon
Perkembangbiakan
Selama musim panas di selatan, betina bertelur dua butir berwarna merah muda di sarang yang terbuat dari jerami dan akar. Masa inkubasi berlangsung antara 14 dan 16 hari.[4]
Diet dan makanan
Makanan burung bulbul mauritius terdiri dari serangga, biji-bijian, dan buah-buahan. Buah beri matang dari spesies tumbuhan tahi ayam juga sangat disukai oleh bulbul ini.
Ancaman
Berdasarkan sejarah, bulbul mauritius sering disajikan sebagai hidangan pada hari-hari besar. Kemudian, ancaman utama berubah ke alih fungsi hutan habitat mereka menjadi perkebunan teh serta gulma invasif (termasuk L. camara (tanaman tahi ayam), yang disebarkan oleh burung ini sendiri) serta pemangsaan oleh kera pemakan kepiting yang diintroduksi.[4]Bulbul mauritis terakhir kali dinilai dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN pada Oktober 2024, ia terdaftar sebagai spesies rentan berdasarkan kriteria D1.[2]
Persebaran
Bulbul mauritius tersebar luas di hutan asli. Spesies ini ditemukan di beberapa bagian Taman Nasional Ngarai Sungai Hitam, seperti lereng antara Bel Ombre, Air Terjun Alexandra, Combo, dan kawasan hutan di sekitarnya. Populasi yang lebih besar dilaporkan berada di bagian timur pulau, di Pegunungan Fouge dan Bambous.[5]
Daftar rujukan
123"Mauritius Bulbul - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-01. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)