Burung ini pada awalnya dideskripsikan dalam genus Turdus. Nama lain untuk spesies ini antara lain adalah black bulbul dan Malagasy black bulbul. Nama alternatif 'black bulbul' tidak boleh disamakan dengan spesies dengan nama yang sama, Hypsipetes leucocephalus, yang sebelumnya dianggap satu spesies dengannya.[2]
Deskripsi
Malagasy bulbul adalah burung yang sedikit lebih kecil daripada burung hitam (blackbird). Ia ini tidak memiliki sifat dimorfisme seksual. Ukurannya seperti rata-rata bulbul lainnya. Dagu, mahkota, dan dahinya berwarna hitam. Tubuhnya sepenuhnya berwarna abu-abu gelap di bagian atas dan abu-abu di bagian bawah. Paruhnya berwarna oranye terang dan kakinya berwarna kuning. Ia memiliki iris merah cerah. Bulu-bulu di kepalanya berbulu sehingga membuatnya tampak kecil dan tegas. Burung muda lebih kusam dan irisnya lebih gelap.[4]
Perilaku
Perilaku umum
Ketika tidak sedang berkembang biak, ia biasanya berpasangan atau berkelompok yang terdiri dari 3-15 ekor burung, jarang lebih dari itu. Dia juga sering bergabung dengan kelompok spesies campuran. Mencolok dan berisik, mereka terbang di antara pohon-pohon yang berbuah. Secara berkelompok, ia mencari mangsa dengan berisik terutama saat fajar dan senja. Seringkali ia menunjukkan perilaku berani dan ingin tahu, menyelidiki suara-suara yang tidak biasa atau penyusup, terkadang termasuk pengamat manusia dan dengan mudah tertarik oleh suara mencicit. Agresif terhadap burung yang lebih besar, seperti menyerang kokokan laut dan coucal madagaskar di Aldabra, dan menyerang mereka saat terbang. Di tempat yang tumpang tindih dengan congener ( Hypsipetes parvirostris dan Hypsipetes moheliensis), burung ini tetap berada di bagian bawah vegetasi, dengan bentuk endemik di strata yang lebih tinggi. Burung ini jarang terlihat di tanah kecuali saat minum. Ia suka mengangkat ekor dan melompat dari satu dahan ke dahan lain sambil berkicau sederhana. Malagasy bulbul hobi mandi, lalu mengeringkan diri dengan bertengger di bawah naungan dedaunan yang dihangatkan matahari.[3]
Perkembangbiakan
Burung ini bersifat monogami dan teritorial. Ia bertelur 2-3 di semua populasi. Bentuk telurnya adalah bulat telur, dengan cangkang halus dan agak mengkilap; warna dasar putih hingga merah muda, hampir seperti 'merah muda cangkang' hingga putih merah muda, sangat banyak berbintik-bintik, seringkali tumpang tindih, dan bintik-bintik cokelat kemerahan, cokelat zaitun, dan abu-abu sekunder terkadang membentuk lingkaran di ujung yang lebih lebar; bercak-bercak tersebut dapat menutupi hampir seluruh warna dasar. Burung ini bertelur terutama di Oktober-Desember, tetapi beberapa kelompok bertelur September dan Januari.[3]
Makanan
Burung ini memakan beri dan daging buah, serta memangsa artropoda, terutama serangga.[3]
Persebaran dan habitat
Burung ini dapat ditemukan di Kepulauan Komoro (keempat pulau utama dan beberapa pulau kecil), Aldabra, Kepulauan Glorieuse (Grande Glorieuse I), dan Madagaskar.[3] Ia dapat ditemukan di dataran sejajar permukaan air laut hingga ketinggian 2.500 meter dan di kepulauan yang lebih besar, termasuk di Nosy Hara dan Cap Anoronthany. Burung ini tidak dapat ditemukan di padang rumput terbuka tanpa vegetasi berkayu di dataran tinggi.[2]
123Safford, Roger (2013). The Birds of Africa: The Malagasy Region: Madagascar, Seychelles, Comoros, Mascarenes. Frank Hawkins, John Gale, Brian Small. London: Bloomsbury Publishing Plc. ISBN978-1-4729-8289-6.