Penduduk Kecamatan Mengwi mempunyai bahasa yang sedikit unik dari Bahasa Bali yang disebut sebagai Basa Mengoeian yang menyerap banyak kata dari Bahasa Belanda.
Sementara penduduk menurut agama yang dianut, masyarakat di Kecamatan Mengwi memiliki beragam latar belakang agama. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeritahun2021, penduduk kecamatan Mengwi berdasarkan agama yang dianut yakni Hindu 93,32%, kemudian kekristenan 3,83% di mana Protestan 2,55% dan Katolik 1,28%. Kemudian pemeluk agama Islam sebanyak 2,67% dan Buddha 0,18%.[9] Rumah ibadah yang ada di Kecamatan Mengwi yakni 738 Pura, 17 gereja Protestan, 9 gereja Katolik, 5 Musholah dan 1 Vihara.[3]
Pada tahun2023, Kecamatan Mengwi mencatat berbagai produksi buah-buahantahunan dengan jumlah yang signifikan. Buah mangga menjadi yang teratas dengan produksi mencapai 4.272 kuintal. Diikuti oleh nangka atau cempedak dengan 3.926 kuintal, pepaya dengan 2.471 kuintal, rambutan sebanyak 1.607 kuintal, dan durian sebesar 1.512 kuintal. Selain itu, produksi jeruk besar tercatat sebanyak 1.448 kuintal, belimbing sejumlah 1.250 kuintal, jambu biji sebanyak 858 kuintal, dan sawo dengan jumlah produksi sebesar 709 kuintal. Data ini menunjukkan kecamatan ini memiliki keragaman produksi buah-buahan yang cukup kaya dan potensial. Produksi buah terbanyak adalah buah pisang sebanyak 6.796 kwintal.[13]