Sejarah membuat pakaian dari rami tercatat telah ada sejak zaman Dinasti Baekje.[3]
Pada masa Dinasti Joseon, pakaian rami yang berkualitas tinggi dipersembahkan kepada istana kerajaan.[3]
Menenun rami membutuhkan beberapa proses, antara lain[2]
Memanen
Merebus dan memutihkan rami.
Menggulung serat rami
Menenun rami dengan pemintal tradisional
Pakaian rami memiliki keuntungan lebih nyaman dipakai pada musim panas. Produk rami tidak hanya berupa pakaian tradisional, tetapi juga darinya dapat dibuat berbagai macam pakaian lain. Proses pembuatan rami sebagian besar dilakukan oleh wanita yang kemudian meneruskannya pada menantunya. Pada saat ini sekitar 500 orang ikut terlibat dalam proses pembuatan Mosi di Hansan. Pada tahun 2011 tradisi menenun Mosi Hansan dicatat sebagai Warisan Budaya DuniaUNESCO.[1]