Lagu-lagu dalam album berisi berbagai tema seperti ketuhanan, romansa dan keadilan.[2][3][5] Lagu pembuka "Bung Karno" yang merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap Soekarno dibuka dengan pidato kepresidenan dalam acara Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara pada tahun 1964[4] yang berdurasi dua menit.[3]
Rilis dan penerimaan
Album dirilis dalam bentuk pita kaset dan piringan hitam. Pada tahun 2013, label asal Kanada yaitu Strawberry Rain merilis kembali Mencari Tuhan dalam bentuk cakram padat dan piringan hitam,[1] dengan pengamat musik Denny Sakrie menulis liner notes dari album.[1] Rilisan ulang tersebut direkam dari piringan hitam, lantaran rekaman induk hangus terbakar dalam peristiwa kerusuhan tahun 1998.[1][2]
Mencari Tuhan hanya mendapat perhatian kecil dan merupakan sebuah kegagalan;[5] sebagai akibatnya Kelompok Kampungan dilepas oleh label rekaman Akurama Records.[3] Lagu-lagu yang bersifat kritis terhadap pemerintahan Orde Baru juga membuat album dilarang beredar.[2][5] Namun, seiring waktu album tersebut dianggap sebagai salah satu album Indonesia terbaik sepanjang masa.[2][5] Lirik lagu "Aku Mendengar Suara" ditulis ulang oleh W.S. Rendra dan diberi judul baru "Kesaksian", yang dinyanyikan oleh grup musik Kantata Takwa dalam album pertamanya.[5]
Daftar lagu
Seluruh lagu ditulis oleh Bram Makahekum, kecuali yang bertanda.
Sisi-A
No.
Judul
Pencipta
Durasi
1.
"Bung Karno"
—
10:24
2.
"Ratna"
—
5:59
3.
"Mereka Mencari Tuhan"
—
4:59
4.
"Catatan Perjalanan"
Areng Widodo, Bram Makahekum, Edi Haryono, Joko Surendro