MeliorismeBerkas:William james small.pngWilliam James adalah salah satu pemikir awal yang menganut gagasan meliorisme, posisi pertengahan antara optimisme dan pesimisme metafisik.
Meliorisme (dari bahasa Latinmelior, berarti "lebih baik") adalah pandangan bahwa kemajuan merupakan konsep yang nyata, dan bahwa manusia dapat turut campur dalam proses alam demi memperbaiki dunia.
Pemahaman penting lain tentang tradisi melioristik berasal dari aliran Pragmatisme Amerika, yang tampak dalam karya-karya Lester Frank Ward, William James, dan John Dewey. Namun, dalam pemikiran James,[2] meliorisme tidak identik dengan progresivisme atau optimisme. Bagi James, meliorisme menempati posisi tengah antara keduanya—ia memandang keselamatan dunia bukan sebagai kepastian atau kemustahilan, melainkan sebagai sebuah kemungkinan. Dalam praktik melioristik yang terilhami oleh semangat pragmatisme, tokoh aktivis Jane Addams menanggalkan unsur elitis dari cita-cita progresif, dan menyerukan apa yang ia sebut sebagai "kemajuan lateral", yakni kemajuan yang berpusat pada kepentingan rakyat kebanyakan.[3]
Istilah meliorisme juga digunakan oleh Arthur Caplan untuk menggambarkan posisi dalam bidang bioetika yang mendukung upaya memperbaiki kondisi yang menyebabkan penderitaan, bahkan bila kondisi tersebut telah lama ada. Misalnya, mendukung pencarian penyembuhan bagi penyakit umum, atau pengembangan terapi serius untuk memperlambat penuaan.[butuh rujukan]
Gagasan yang berhubungan erat dengan meliorisme, dan pernah dibahas oleh Jean-Jacques Rousseau serta Marquis de Condorcet, adalah konsep tentang kesempurnaan manusia atau perfectibility. Condorcet menyatakan: “Inilah tujuan dari karya yang saya mulai; hasilnya akan menunjukkan, berdasarkan nalar dan fakta, bahwa tidak ada batas yang pasti bagi peningkatan kemampuan manusia; bahwa ‘kesempurnaan manusia’ bersifat tak terbatas; dan bahwa kemajuan kesempurnaan ini, setelah bebas dari kendali kekuasaan mana pun yang berusaha menghambatnya, tak memiliki batas selain lamanya dunia tempat kita berada.”[4] Pernyataan ini mendahului dan mengantisipasi meliorisme ala James, meskipun pandangan Rousseau terhadap gagasan tersebut bersifat lebih lemah.[5]
Pemikir modern yang berada dalam tradisi ini antara lain Hans Rosling dan Max Roser. Roser mengungkapkan posisi melioristik dalam pernyataan misi Our World in Data.[6] Ia menyatakan bahwa ketiga pernyataan berikut benar secara bersamaan: “Dunia jauh lebih baik. Dunia mengerikan. Dunia bisa menjadi jauh lebih baik.”[7] Seperti halnya William James sebelumnya, Roser menempati posisi pertengahan antara optimisme dan pesimisme, menekankan kemampuan manusia untuk memperbaiki dunia.[8]
↑William James. Pragmatism, 1978. Massachusetts: Harvard University Press. hlm.137. [1795]
↑Hamington, Maurice (2019), "Jane Addams", dalam Zalta, Edward N. (ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Edisi Summer 2019), Metaphysics Research Lab, Stanford University, diakses tanggal 19 January 2022