Riwayat hidup
Melani Leimena Suharli lahir di Jakarta pada 27 Januari 1951. Ayahnya, Johannes Leimena, adalah wakil perdana menteri dan Pahlawan Nasional Indonesia, dan pendiri Partai Kristen Indonesia.[1][2] Meskipun keluarganya adalah Kristen, Suharli menganut Islam[3] dan memiliki biro perjalanan Haji Al Amin Universal di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.[4]
Suharli terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2009 mewakili daerah pemilihan Jakarta II sebagai bagian dari Partai Demokrat,[5] dan terpilih sebagai wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.[6] Dia terpilih kembali dari daerah pemilihan yang sama pada pemilihan legislatif 2014,[7] dan ditugaskan di komisi VI DPR.
Suharli mengkritik fakta bahwa narapidana korupsi masih menerima pembayaran pensiun dan meminta revisi undang-undang yang ada untuk mencabut pembayaran tersebut.[8] Dia mendorong RUU kekerasan seksual yang diusulkan untuk dimasukkan dalam program legislatif negara pada tahun 2015, dan meminta pemerintah untuk mengumumkan darurat kekerasan seksual, dengan alasan peningkatan kejadian.[9] Pada 2018, Suharli menyerukan peningkatan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat,[10] dan peningkatan pendanaan bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk meningkatkan jumlah wirausaha.[11]
Dia terpilih kembali pada 2019 setelah memenangkan 36.157 suara.[12] Namun, pada pemilihan legislatif 2024 ia gagal terpilih kembali walaupun dengan jumlah suara lebih tinggi yaitu 61.046 suara.