Secara geografis Kecamatan Mejobo berbatasan dengan wilayah kecamatan lain di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati:
Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Bae dan Kecamatan Jekulo
Sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kecamatan Jekulo
Sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Kecamatan Undaan dan Kabupaten Pati
Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kecamatan Jati
Kecamatan Mejobo berada di dataran rendah dengan ibu kota kecamatannya berada pada ketinggian 9 meter di atas permukaan laut.
Jarak ibu kota Kecamatan ke Pusat Pemerintahan (Ibu kota) Kabupaten Kudus 5 Km.
Kecamatan Mejobo beriklim seperti layaknya daerah dataran rendah di daerah tropis dengan cuaca panas sebagai ciri khasnya.
Suhu tertinggi yang tercatat di Kecamatan Mejobo adalah 39°C dengan suhu terendah 20°C.
Sebagaian dari wilayah Kecamatan Mejobo yang merupakan lahan pertanian yang potensial apabila dikelola dengan baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi pertanian. Lahan pertanian yang merupakan tanah sawah seluas 1.962,614 Ha (53,37%) terbagi untuk irigasi teknis 265,881 Ha (13,55%), irigasi setengah teknis 640,934 Ha (32,66%), irigasi sederhana 701,043 Ha (37,72%), tanah hujan 354,756 (18,075%) dan lainnya dipergunakan untuk pekarangan, tegalan, rawa dan lain-lainnya (jalan, sungai, kuburan, dll).
Di Kecamatan Mejobo terdapat Industri Rempeyek di Desa Gulang, Industri Jenang di Desa Temulus, Industri Kerupuk Terasi di Desa Golantepus, Industri Tahu di Desa Jepang dan Mejobo, Industri Tempe di Desa Mejobo.
Wisata Budaya
Tradisi Bulusan (Kupatan) yang diselenggarakan di Desa Tenggeles Kecamatan Mejobo kurang lebih 5 Km dari Kabupaten Kudus ke arah timur. Budaya ini diselenggarakan satu tahun sekali 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.