Mega Mustika (lahir 23 Juni 1973) adalah seorang penyanyidangdut dan aktris berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan salah satu penyanyi dangdut papan atas yang mencapai puncak popularitasnya pada akhir era 1980-an hingga pertengahan 1990-an melalui label MSC Records. Mega dikenal karena karakter vokalnya yang melankolis dan penghayatannya yang dalam pada lagu-lagu bertema kesedihan.
Karier
"Mega Dewi" atau yang lebih dikenal sebagai "Mega Mustika" adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran musik dangdut yang lahir pada 23 Juni 1973. Ayahnya Ruston Nawawi adalah seorang musisi dan pencipta lagu dangdut dan melayu legendaris yang melahirkan beberapa karya gemilang seperti Sorga Dunia, Kribo, Hiasan Mimpi dan masih banyak lagi. Selain Mega, adiknya Vina Mustika pun sempat mengikuti jejak kariernya sebagai penyanyi dangdut dengan merilis album Biarlah (Korban Cinta).
Awal karier bermusiknya saat dia meluncurkan album Hitam Bukan Putih dengan lagu andalan berjudul sama pada Desember 1988 yang membuat namanya langsung mencuat di jajaran penyanyi dangdut saat itu. Pada masa itu, musik dangdut mulai bergairah karena kemunculan penyanyi-penyanyi muda. Jika di periode sebelumnya, pentas musik dangdut terasa lambat menghasilkan bibit baru, pada era ini muncul nama-nama yang sanggup mencuri perhatian seperti Iis Dahlia, Mirnawati, Jhonny Iskandar, Irma Erviana, Ona Sutra dan masih banyak lagi.
Perjuangan dan kegigihan Mega Mustika dalam menjalani karier yang ia geluti membuahkan hasil yang sangat berarti dan mendapat perhatian di hati masyarakat tersendiri, bahkan saat take vokal untuk rekaman pun pernah menangis karena beberapa arahan pengarah vokal harus balance, atas perjuangan dan kegigihannya itu akhirnya tidak sia-sia dan menjadi pedangdut besar.
Selepas kesuksesan album Hitam Bukan Putih, berturut-turut album yang dirilisnya juga mendapat sambutan baik di masyarakat seperti Bukan yang Pertama (1989), Kau Asing di Mataku (1991), Suka Berakhir Duka (1992), Piye-Piye (1992), Bulan (1994) dan masih banyak lagi. Selain album solo, dia juga pernah merilis album kolaborasi bersama artis lain diantaranya Mirnawati, Irma Erviana, Lisnawati, Jhonny Iskandar, SCT Group, Imam S. Arifin dan bersama Arum Muhaimin yang tergabung dalam d'Rembulan pada tahun 2014. Selain itu, Mega Mustika juga tercatat tergabung dalam beberapa proyek kolaborasi yang dibentuk oleh label rekamannya MSC Records diantaranya Bintang Bintang MSC ,Artis-Artis MSC dan MSC Lima.
Kini Mega Mustika tetap aktif berkarier dengan menjadi bintang tamu di acara-acara off air maupun on air yang sering dibagikannya lewat Instagram pribadinya maupun Channel Youtubenya.
Kehidupan Pribadi
Mega Mustika adalah mantan istri dari pedangdut Jhonny Iskandar, selaku pemimpin utama Pengantar Minum Racun mereka bertemu dalam satu label rekaman dari Virgo Ramayana dan MSC Records, dari hasil perkawinan dengan Jhonny Iskandar dikarunia putra dan putri yakni ''Dewo Iskandar'' (Muhammad Hasan Dzikrulloh) dan ''Dewi'' (Indah Tawakalni) namun sayang biduk rumah tangganya dengan Jhonny Iskandar akhirnya kandas.
Setelah lama berpisah dengan Jhonny Iskandar, Mega kemudian menikah kembali dengan lelaki asal Cirebon di tahun 2000 yang bernama ''Abdullah Effendy'' dan dikaruniai dua orang anak yaitu ''Innes Syahdiah Mustika'' dan ''Arjuna Ilham'', namun sayang perkawinannya kali ini juga kandas.
Kontroversi
Saat merilis album Bukan yang Pertama pada Agustus 1989, lagu andalannya yang berjudul sama karya musisi Leo Waldy yang menceritakan tentang seorang gadis yang sudah ternoda dan mendapat perhatian lebih dari sang sahabat ketimbang sang pacar ini sempat "bermasalah" dikarenakan sebaris lirik "...karena yang kau dapat bukan yang pertama tapi sisa orang lain...". Lirik tersebut dianggap tidak pantas ketika lagu itu akan dibawakan di acara Aneka Ria Safari untuk keperluan promosi album. Lagu itu boleh dibawakan asal lirik yang bermasalah itu diganti, sehingga ketika tampil di TVRI lirik tersebut berubah menjadi "...karena yang kau dapat bukan bunga mekar, tapi bunga yang telah layu...", meskipun lagu yang beredar di pasaran dan diputar di radio-radio tetap versi asli dari lagu tersebut. Selain Bukan yang Pertama, album ini juga menghasilkan hits Rindu tapi Angkuh yang saat dirilis untuk pasaran Malaysia menjadi judul album.
Namanya tambah melejit saat album Bukan yang Pertama dirilis di pasaran. Lagu ciptaan Leo Waldy ini memang kuat, dan Mega berhasil membawakannya dengan pas dan menghanyutkan. Lagu yang menceritakan tentang seorang gadis yang sudah ternoda dan mendapat perhatian lebih dari sang sahabat ketimbang sang pacar ini sempat 'bermasalah' gara-gara sebaris lirik yang justru menjadi judul album yaitu "karena yang kau dapat bukan yang pertama tetapi sisa orang lain". Lirik itu dianggap tidak pantas ketika lagu itu akan dibawakan di acara Aneka Ria Safari. Lagu itu boleh dibawakan asal lirik yang bermasalah itu diganti, sehingga ketika tampil di TVRI; lirik berubah menjadi "karena yang kau dapat bukan bunga mekar tetapi bunga yang telah layu", meskipun lagu yang beredar di pasaran dan diputar di radio-radio tetap versi aslinya. Album ini juga menghasilkan hits Rindu tapi Angkuh, bahkan ketika dirilis di Malaysia justru lagu ini yang menjadi judul albumnya. Selain keturunan dari sang legenda musisi kondang pada era 1970an, Mega mustika memiliki adik yang menjadi pedangdut yakni Vina Mustika yang pernah menelurkan album yang sempat hits "Biarlah (Korban Cinta)"dan album keroyokan Bintang-Bintang MSC dan MSC Lima seperti halnya Mega Mustika, tetapi sayang karier Vina Mustika tak secemerlang kakak kandungnya.
Diskografi
Album Solo
Hitam Bukan Putih (1988)
Bukan yang Pertama (1989)
Kau Asing di Mataku (1991)
Suka Berakhir Duka (1992)
Piye-Piye (1992)
22 Dangdut Terbaik Karya Emas Muchtar B. - Pagi Sore (1993)
10 Karya Emas Eddy Lestaluhu - Punya Siapa (1993)
Bulan (1994)
Fatamorgana (1994)
Untukmu Rembulan (1995)
Mentari Jingga (1995)
Cuma Kamu (1996)
Selimut Biru (1997)
Selamat Tinggal Kekasih (2002)
18 Best of Best - Bukan yang Pertama (2009)
12 Best of the Best - Bukan yang Pertama (2010)
12 Best of the Best Vol. 2 - Rindu Tapi Angkuh (2010)
*Menjadi Penyanyi dalam Jingle rokok "Minak Djinggo" versi radio bersama Jhonny Iskandar
Perjuangan dan kegigihan Mega Mustika dalam menjalani karier yang ia geluti membuahkan hasil yang sangat berarti dan mendapat perhatian di hati masyarakat tersendiri. Bahkan saat take vokal untuk rekaman pun pernah menangis karena beberapa arahan pengarah vokal harus balance, atas perjuangan dan kegigihannya itu akhirnya tidak sia-sia dan menjadi pedangdut besar.
Menjelang akhir 80an, musik dangdut mulai bergairah karena kemunculan penyanyi-penyanyi muda. Kalau di periode sebelumnya, pentas musik dangdut terasa lambat menghasilkan bibit baru, pada era ini muncul nama-nama yang sanggup mencuri perhatian seperti IIS DAHLIA, MIRNAWATI, IRMA ERVIANA, JOHNY ISKANDAR, ONA SUTRA, ASEP IRAMA dan tentu saja MEGA MUSTIKA. Mega muncul dan langsung mencuat saat merilis album HITAM BUKAN PUTIH. Namanya langsung melesat menjadi penyanyi dangdut remaja yang cukup diperhitungkan.
Namanya tambah melejit saat album BUKAN YANG PERTAMA dirilis di pasaran. Lagu ciptaan LEO WALDY ini memang kuat, dan Mega berhasil membawakannya dengan pas dan menghanyutkan. Lagu yang menceritakan tentang seorang gadis yang sudah ternoda dan mendapat perhatian lebih dari sang sahabat ketimbang sang pacar ini sempat 'bermasalah' gara-gara sebaris lirik yang justru menjadi judul album yaitu "karena yang kau dapat bukan yang pertama tetapi sisa orang lain". Lirik itu dianggap tidak pantas ketika lagu itu akan dibawakan di acara ANEKA RIA SAFARI. Lagu itu boleh dibawakan asal lirik yang bermasalah itu diganti, sehingga ketika tampil di TVR lirik berubah menjadi "karena yang kau dapat bukan bunga mekar tetapi bunga yang telah layu", meskipun lagu yang beredar di pasaran dan diputar di radio-radio tetap versi aslinya. Album ini juga menghasilkan hits RINDU TAPI ANGKUH, bahkan ketika dirilis di Malaysia justru lagu ini yang menjadi judul albumnya,Selain keturunan dari sang legenda musisi kondang pada era 1970an, Mega mustika memiliki adik yang menjadi pedangdut yakni Vina Mustika yang pernah menelurkan album yang sempat hits "BIarlah (Korban Cinta)"dan album keroyokan Bintang-Bintang MSC dan MSC Lima seperti halnya Mega Mustika, tetapi sayang karier Vina Mustika tak secemerlang kakak kandungnya.
Mega mustika pun pernah menjadi figuran di sebuah video klip yaitu: qais dan laila( bersama Vina mustika adiknya ),dan biarlah (bersama jhonny Iskandar)