Medan Tuntungan adalah salah satu dari 21 kecamatan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan ini dikenal sebagai wilayah pinggiran kota yang berkembang pesat, dengan kombinasi area perumahan, pertanian, dan destinasi wisata rohani.
Deskripsi
Geografi
Kecamatan Medan Tuntungan memiliki luas wilayah 20,68km² dan berbatasan dengan:
- Utara: Kecamatan Medan Selayang
Kecamatan ini memiliki lanskap yang bervariasi, mulai dari daerah dataran rendah hingga perbukitan ringan, yang mendukung aktivitas pertanian dan pengembangan perumahan. Letaknya yang strategis di pinggiran Kota Medan menjadikannya wilayah transisi antara pusat kota dan kawasan pedesaan.
Sejarah
Medan Tuntungan awalnya merupakan wilayah agraris yang menjadi bagian dari Kabupaten Deli Serdang sebelum resmi menjadi kecamatan di Kota Medan. Perkembangan kecamatan ini dipercepat oleh urbanisasi dan ekspansi Kota Medan sejak akhir abad ke-20. Nama "Tuntungan" berasal dari bahasa lokal yang merujuk pada aktivitas pertanian dan pengelolaan lahan, yang masih terlihat di beberapa kelurahan seperti Kemenangan Tani dan Tanjung Anom.
Pariwisata dan Budaya
Salah satu daya tarik utama Medan Tuntungan adalah Graha Maria Annai Velangkanni, sebuah gereja Katolik dengan arsitektur bergaya India yang menjadi destinasi wisata rohani terkenal di Kota Medan. Gereja ini menarik ribuan pengunjung setiap tahun, baik umat Katolik maupun wisatawan yang tertarik dengan keunikan arsitekturnya. Selain itu, kecamatan ini juga memiliki beberapa situs budaya lokal, seperti makam-makam bersejarah dan acara adat masyarakat Batak dan Melayu.
Infrastruktur dan Ekonomi
Medan Tuntungan memiliki infrastruktur yang terus berkembang, termasuk akses jalan utama yang menghubungkan kecamatan ini dengan pusat Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Pasar tradisional, seperti Pasar Simalingkar, menjadi pusat ekonomi lokal, sementara perumahan modern mulai bermunculan di wilayah seperti Sidomulyo dan Simpang Selayang. Sektor pertanian, terutama tanaman pangan dan hortikultura, masih memainkan peran penting di beberapa kelurahan.
Fasilitas publik di kecamatan ini meliputi sekolah, puskesmas, dan kantor camat yang modern. Kecamatan ini juga mendapat perhatian pemerintah kota untuk pengembangan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi
Pemerintahan
Kecamatan Medan Tuntungan dipimpin oleh Camat Berani Perangin Angin.[1] Kantor camat berfungsi sebagai pusat administrasi dan pelayanan masyarakat, dengan situs resmi kecamatan menyediakan informasi terkait layanan publik dan statistik wilayah.
Demografi
Gereja GBKP Bena Meriah yang terletak di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan.
Pada tahun 2020, Kecamatan Medan Tuntungan mempunyai penduduk sebanyak 97.249 jiwa. Sebanyak 48.243 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 49.006 jiwa berjenis kelamin perempuan.[3] Luasnya adalah 20,68km² dan kepadatan penduduknya adalah 4.703 jiwa/km².[4]
Berdasarkan data tahun 2025, Medan Tuntungan memiliki populasi sebanyak 99.249 jiwa dengan kepadatan penduduk sekitar 4.903 jiwa/km².[2] Kecamatan ini terdiri dari 9 kelurahan, yaitu:
1. Kemenangan Tani
2. Mangga
3. Namo Gajah
4. Namorih
5. Sidomulyo
6. Simpang Selayang
7. Tanjung Anom
8. Lau Cih
9. Simalingkar B
Penduduk Medan Tuntungan mayoritas terdiri dari berbagai suku, termasuk Batak, Melayu, dan Jawa, mencerminkan keragaman budaya Kota Medan. Kecamatan ini juga menjadi tempat tinggal bagi komunitas petani dan pekerja perkotaan yang bekerja di pusat kota.
Suku
Sebagai salah satu kecamatan di Kota Medan, penduduk asli di kecamatan ini ialah Suku Karo namun seiring perkembangan Medan kecamatan ini dihuni suku yang cukup beragam. Batak (khususnya etnis Toba) dan, Melayu, dan Jawa merupakan suku yang paling banyak di kecamatan ini. Selain itu, ada juga suku lain seperti Tionghoa, Nias, Minangkabau, Sunda, India, Pesisir, Bugis, dan lainnya.
Agama
Mayoritas penduduk Kecamatan Medan Tuntungan memeluk agama Kristen.