Max Fleischer pernah belajar dalam kelas seni di kota Breslau dan telah pernah memenuhi standar kelayakan sebagai guru seni pada tahun 1881. Kemudian, ia melanjutkan studinya di kota Munchen dan kota Paris yang menjadi tempat baginya menumbuhkan ketertarikannya pada ilmu pengetahuan alam. Selanjutnya pada tahun 1892, dia berhijrah ke kota Zurich dengan tujuan memelajari geologi. Pada akhir tahun 1890-an, ia diundang oleh salah seorang pakar ilmu tumbuhan yaitu Melchior Treub untuk berangkat ke pulau Jawa sebagai seorang ilustrator. Di pulau Jawa, ia telah mengumpulkan bahan percobaan yang berkenaan dengan tumbuh-tumbuhan serta mengadakan penyelidikan terhadap lumut-lumut di pulau Jawa bersamaan pula dengan memanfaatkan kemampuannya dalam seni saat bertugas. Selama keberadaan Fleischer di Hindia Belanda, ia juga telah mendalami teknik pembuatan Batik dengan menggunakan pewarna dari sayuran.[1][2]
Pada tahun 1914, ia mulai bekerja di suatu museum botanik di kota Berlin. Lalu selama tiga tahun setelahnya, dia telah ditetapkan sebagai profesor botani di Universitas Berlin. Pada tahun 1925, ia sudah melakukan perjalanan ke pulau Canaria di Spanyol untuk kegiatannya dalam melukis serta mendalami mengenai lumut-lumut di berbagai daerah. Selama tahun tersebut, ia sempat berpindah ke kota Den Haag. Lalu pada tahun 1927, ia kembali lagi menuju pulau Canaria bersama istrinya yang kedua yaitu P.G Haigton. Setelah ia meninggal dunia pada tahun 1930, rangkaian lukisan pribadi dan perpustakaan milik Fleischer telah dibeli oleh seorang pengoleksi barang antik di kota Leipzig.[1]