Masalah budi-tubuh adalah masalah dalam filsafat yang terkait dengan hubungan antara budi dan materi, dan terutama hubungan antara kesadaran dengan otak. Kita semua akrab dengan konflik-konflik pada diri sendiri yang memicu celetukan "Tubuh saya punya budi sendiri" hal tersebut kadang-kadang membuat kita menggabungkan saja beberapa informasi yang terkandung menjadi budi yang terpisah. Tubuh terorganisasi sedemikian rupa sehingga terkadang dia menciptakan pemisah-misahan yang cukup mandiri, menimbang preferensi, membuat keputusan, menerapkan kebihakan yang bersaing dengan akalbudi kita. Pada waktu seperti itu, persepektif Cartesan diri sebagai dalang yang susah payah mencoba mengendalikan tubuh sebagai wayang nya yang liar sangatlah kuat. Contohnya tubuh kita dapat membongkar keras rahasia yang susah payah kita simpan kepada banyak orang di depan kita dengan menunjukkan wajah yang bersemu merah atau gemetar atau berkeringat. Dalam kesempatan lain, yang membuat kita makin menderita dan frustrasi, tubuh dapat menolak segala upaya kita sendiri untuk mengajaknya terlibat dalam kegiatan seksual, memaksa kita meninggikan volume, menekan-nekan tombol, mencoba segala cara dan bujuk rayu gila-gilan untuk membujuk tubuh.[1]
↑Dennett, Daniel C (2021). Ragam Akalbudi -Memahami Kesadaran-. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedi). hlm. 99. ISBN 978-602-481-398-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Robert M. Young (1996). "The mind–body problem". Dalam RC Olby, GN Cantor, JR Christie, MJS Hodges, eds (ed.). Companion to the History of Modern Science (Edisi Paperback reprint of Routledge 1990). Taylor and Francis. hlm. 702–11. ISBN 0415145783.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
↑Robinson, Howard (Nov 3, 2011). Edward N. Zalta, ed (ed.). "Dualism". The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Winter 2011 Edition).
↑K. Marx, A Contribution to the Critique of Political Economy, Progress Publishers, Moscow, 1977, with some notes by R. Rojas.
↑Bryan S. Turner (2008). The Body and Society: Explorations in Social Theory (Edisi 3rd). Sage Publications. hlm. 78. ISBN 1412929873. ...a rejection of any dualism between mind and body, and a consequent insistence on the argument that the body is never simply a physical object but always an embodiment of consciousness.
Feigl, Herbert (1958). "The 'Mental' and the 'Physical'". Dalam Feigl, Herbert; Scriven, Michael; Maxwell, Grover (ed.). Concepts, Theories, and the Mind–Body Problem. Minnesota Studies in the Philosophy of Science. Vol. 2. Minneapolis: University of Minnesota Press. hlm. 370–457.; ;
Robert M. Young (1996). "The mind–body problem". Dalam RC Olby, GN Cantor, JR Christie, MJS Hodges, eds (ed.). Companion to the History of Modern Science (Edisi Paperback reprint of Routledge 1990). Taylor and Francis. hlm. 702–11. ISBN 0415145783.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.