Kelurahan in Sumatera Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Sumatera Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Nama "Mariana" telah dikenal sejak masa kolonial Belanda dan berkembang sebagai kawasan permukiman yang memanfaatkan letaknya di sekitar aliran Sungai Musi. Posisi tersebut menjadikan Mariana sebagai salah satu jalur penting bagi aktivitas perdagangan, transportasi air, dan mobilitas masyarakat sejak dahulu.
Secara budaya, masyarakat Kelurahan Mariana didominasi oleh suku Melayu dan Palembang, namun juga dihuni oleh berbagai suku lain seperti Jawa, Bugis, dan Batak. Keberagaman ini menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun serta menjunjung tinggi nilai gotong royong, musyawarah, dan toleransi. Tradisi keagamaan, peringatan hari besar nasional maupun keagamaan, serta kegiatan sosial masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Perekonomian masyarakat Mariana didukung oleh berbagai sektor, seperti perdagangan, jasa, perikanan, pertanian, dan perkebunan. Kedekatannya dengan Kota Palembang membuat wilayah ini terus berkembang sebagai kawasan permukiman sekaligus pusat aktivitas ekonomi di Kecamatan Banyuasin I.
Hingga saat ini, Kelurahan Mariana terus mengalami perkembangan dari segi infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Dengan letaknya yang strategis serta masyarakat yang beragam, Mariana memiliki potensi besar untuk terus tumbuh sebagai salah satu wilayah yang maju di Kabupaten Banyuasin.