Marek Zalewski lahir di Augustow, Polandia, pada 2 Februari 1963 dari pasangan Jan Zalewski dan Klara née Krucynska Zalewska. Dari 1983 sampai 1985, ia belajar di seminari mayor Łomża. Dari 1985 sampai 1989, ia masuk seminari metropolitan di Firenze, Italia. Ia ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Łomża pada 27 Mei 1989.[1][2]
Ia mengabdi sebagai imam paroki di Firenze selama dua tahun dan kemudian merampungkan gelar doktornya dalam bidang hukum kanon di Universitas Kepausan Gregorian pada 1995 sesambil juga mempersiapkan karir diplomat di Akademi Gerejawi Kepausan.
Karir diplomatik
Ia masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1 Juli 1995. Ia mengabdi di Republik Afrika Tengah (1995-1998), Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York (1998-2001), Britania Raya (2001-2004), Jerman (2004-2008), Thailand (2008-2011), Singapura (2011-2012), dan Malaysia (2012-2014).[1][2]
Pada 21 Mei 2018, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Singapura dan Perwakilan Kepausan untuk Vietnam Tak Tetap.[3] Pada 23 Desember 2023, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Perwakilan Kepausan Tetap di Vietnam.[4] Pada 31 Januari 2024, ia datang ke Vietnam untuk menjalani jabatan saat ininya.[5]
Catatan
↑Bagian lama kota Tunisia Mahdia berada pada kota Romawi kuno yang disebut Aphrodisium dan, kemudian, Afrika.
Referensi
12"New Nuncio for Zimbabwe" (Press release). Zimbabwe Catholic Bishops Conference. 25 March 2014. Diakses tanggal 24 June 2019.