Mandiraja, Banjarnegara
7°28′20″S 109°30′48″E / 7.47222°S 109.51333°E / -7.47222; 109.51333
Mandiraja
مانديراجا | |
|---|---|
| Koordinat: 7°28′20″S 109°30′48″E / 7.47222°S 109.51333°E / -7.47222; 109.51333 | |
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Banjarnegara |
| Pemerintahan | |
| • Camat | - |
| Luas | |
| • Total | 52,61 km2 (2,031 sq mi) |
| Populasi (Juni 2024)[1] | |
| • Total | 83.270 jiwa |
| Kode Kemendagri | 33.04.03 |
| Desa/kelurahan | 16 desa |
| Situs web | mandiraja |
Mandiraja (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦩꦤ꧀ꦢꦶꦫꦗ, Pegon: مانديراجاcode: jv is deprecated , translit. Mandiraja) Adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.[2] Pusat pemerintahan kecamatan, berada di desa Mandirajakulon[3]
Sejarah
Kecamatan Mandiraja di Kabupaten Banjarnegara memiliki sejarah panjang yang berakar sejak zaman kerajaan kuno, berkembang pesat sebagai pusat ekonomi di era kolonial Belanda, hingga menjadi basis pertahanan pada masa kemerdekaan.
Secara etimologi, nama Mandiraja berasal dari wilayah hutan yang ditumbuhi pohon bayam raja berduri (penyebab abses/bisul). Seiring waktu, wilayah ini berkembang menjadi pemukiman padat.
1. Zaman Kerajaan (Abad ke-14 - Abad ke-18) Pada era feodal, wilayah Mandiraja dan sekitarnya merupakan daerah lintasan strategis dan area agraris yang subur.
- Era Galuh Purba & Majapahit: Jauh sebelum berdirinya Banjarnegara, wilayah selatan sungai Serayu (termasuk kawasan Mandiraja seperti Purwasaba) berada di bawah pengaruh Kerajaan Galuh Purba, lalu kemudian menjadi bagian dari wilayah mancanegara Majapahit.
- Era Kesultanan Demak & Kadipaten Wirasaba: Memasuki abad ke-15 hingga ke-16, wilayah ini masuk dalam kekuasaan Kadipaten Wirasaba di bawah Kesultanan Demak. Salah satu tokoh spiritual, Syeh Ali Anom (putra pujangga Ronggowarsito), tercatat menyebarkan syiar di wilayah Jalatunda, Mandiraja.
- Pembagian Wirasaba: Ketika Adipati Wirasaba VII (Jaka Kaiman) membagi Wirasaba menjadi empat wilayah (Cikal bakal Banyumas), wilayah Mandiraja bagian selatan seperti Jalatunda masuk ke dalam Kadipaten Merden yang dipimpin Kyai Ngabehi Wirakusuma.
- Era Mataram Islam: Wilayah Mandiraja kemudian masuk ke dalam area Negaraagung (wilayah inti) Mataram Islam kelompok Bagelen.
2. Zaman Kolonial Belanda (Abad ke-19 - 1942) Pasca Perang Diponegoro (1825–1830), Belanda mengambil alih wilayah mancanegara Mataram melalui Perjanjian Giyanti dan kesepakatan lanjutannya. Pada masa inilah struktur administrasi modern Mandiraja mulai terbentuk.
- Pembentukan Kabupaten Banjarnegara: Pada 22 Agustus 1831, Raden Tumenggung Dipoyudo IV diangkat menjadi Bupati Banjarnegara pertama. Mandiraja ditetapkan sebagai salah satu distrik/kecamatan penting karena tanahnya yang subur di sepanjang aliran Sungai Serayu.
- Pusat Ekonomi dan Perkebunan: Belanda membangun infrastruktur irigasi dan pertanian di Mandiraja. Sektor pasar mulai digalakkan untuk menampung hasil bumi masyarakat lokal.
- Pemekaran Desa (1915): Akibat pertumbuhan penduduk, Desa Mandiraja yang awalnya satu kesatuan utuh dimekarkan oleh pemerintah Hindia Belanda menjadi dua wilayah administrasi, yaitu Mandiraja Wetan dan Mandiraja Kulon (yang kini menjadi pusat pemerintahan kecamatan).
- Masa Kemerdekaan dan Pasca-Kemerdekaan (1945 - Sekarang)Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Mandiraja menjadi salah satu wilayah yang krusial dalam mempertahankan kedaulatan, terutama saat Agresi Militer Belanda
- Agresi Militer Belanda: Wilayah Mandiraja yang berbatasan langsung dengan Sungai Serayu dan jalur perbukitan selatan menjadi medan pertempuran gerilya. Jembatan Parakan di Mandiraja menjadi saksi bisu pertumpahan darah antara pejuang lokal melawan tentara Belanda yang ingin merebut kembali jalur logistik Banjarnegara-Banyumas.
- Kunjungan Sejarah: Kedekatan historis wilayah ini juga dibuktikan dengan kunjungan kerabat Presiden Ir. Soekarno ke situs lokal di Jalatunda untuk meneliti naskah kuno Jayabaya.
- Era Modern: Saat ini, Kecamatan Mandiraja telah berkembang menjadi pusat ekonomi linier di jalur selatan Banjarnegara. Kecamatan ini menaungi 16 desa dengan topografi variatif berupa dataran pesawahan subur hingga area perbukitan di sisi selatan (seperti Somawangi dan Jalatunda).
Geografi

Kecamatan Mandiraja merupakan bagian dari wilayah administrasi kabupaten Banjarnegara, terletak di bagian barat daya ditinjau dari tata letak dan geografis dari wilayah tersebut. Tipe daerah atau bentuk permukaan tanahnya termasuk daerah aliran sungai Serayu, yang membentang dari arah yang sama, dibatas utara yang membatasi Kecamatan Mandiraja dengan Kecamatan Rakit.
| Desa | Ketinggian (mdpl) |
|---|---|
| Salamerta | 94 |
| Glempang | 88 |
| Kebanaran | 114 |
| Kaliwungu | 132 |
| Somawangi | 132 |
| Jalatunda | 182 |
| Kebakalan | 131 |
| Mandirajawetan | 132 |
| Mandirajakulon | 132 |
| Banjengan | 128 |
| Kertayasa | 137 |
| Candiwulan | 102 |
| Simbang | 113 |
| Purwasaba | 91 |
| Blimbing | 95 |
| Panggisari | 102 |
Jarak dari ibukota kecamatan ke ibukota kabupaten yang membawahinya sekitar 21 kilometer dan terletak pada ketinggian 132 meter dari permukaan laut (mdpl). Kondisi wilayahnya terdiri atas daerah dataran dan perbukitan. Desa Salamerta, Desa Glempang, Desa Kebanaran, Desa Somawangi dan Desa Jalatunda merupakan desa dengan kondisi permukaan tanahnya perbukitan, sedangkan 11 desa lainnya merupakan daerah dataran rendah.
Kecamatan ini memiliki sumber daya alam berupa hutan produksi yang dikelola oleh perum perhutani dengan total luas mencapai 687 hektar, sumber daya alam tersebut tersebar di 6 desa yaitu: desa salamerta seluas 150 hektar, Glempang seluas 151 hektar, Kebanaran seluas 81 hektar, Kaliwungu, Jalatunda, Somawangi masing-masing sebanyak 120 hektar, 80 hektar, dan 105 hektar.
Jarak kantor desa ke kantor kecamatan sekitar 0,5-9,0 m Dengan rata-rata jarak 4,5 km, sedangkan jarak kantor desa ke kantor kabupaten antara 20,0-30,0 km, dengan rata-rata jarak 25,10 km.

Batas Wilayah

Kecamatan Mandiraja adalah salah satu kecamatan penting di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Terletak di bagian barat daya kabupaten, wilayah ini dikenal sebagai salah satu penyangga ekonomi dan budaya yang menghubungkan Banjarnegara dengan daerah tetangga. Dengan luas wilayah mencapai sekitar 52,62 kilometer persegi, Mandiraja terbagi menjadi 16 desa yang memiliki keunikan geografis masing-masing.
Salah satu aspek yang paling menarik untuk dibahas dari kecamatan ini adalah batas-batas wilayahnya. Batas teritorial ini bukan hanya sekadar garis imajiner di atas peta, melainkan pembatas ruang lingkup sosial, ekonomi, dan pemerintahan yang dinamis.
Batas Sebelah Utara: Sungai Serayu dan Kecamatan Rakit Di sisi utara, Kecamatan Mandiraja berbatasan langsung dengan Kecamatan Rakit. Batas alami yang memisahkan kedua kecamatan ini adalah aliran Sungai Serayu yang legendaris. Sungai ini tidak hanya menjadi pembatas administratif, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah dan kesuburan tanah di wilayah Mandiraja. Selain itu, di beberapa titik utara, Mandiraja juga berbatasan dengan area yang mengarah ke Kabupaten Purbalingga.
Batas Sebelah Selatan: Berbatasan Langsung dengan Kabupaten Kebumen Salah satu keistimewaan letak geografis Mandiraja adalah posisinya yang menjadi gerbang selatan Kabupaten Banjarnegara. Di sebelah selatan, wilayah ini tidak lagi berbatasan dengan kecamatan lain di Banjarnegara, melainkan langsung berbatasan dengan Kabupaten Kebumen. Batas ini sebagian besar berupa bentang alam perbukitan dan pegunungan yang menjadi ciri khas relief selatan. Desa-desa seperti Jalatunda dan Somawangi berada di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan kawasan tetangga selatan ini.
Batas Sebelah Timur: Kecamatan Purwanegara Bergerak ke arah timur, wilayah Mandiraja bersinggungan langsung dengan Kecamatan Purwanegara. Wilayah perbatasan di sektor timur ini didominasi oleh dataran rendah yang subur dan permukiman warga yang padat. Interaksi sosial dan ekonomi antara warga Mandiraja dan Purwanegara sangat kuat, terutama dalam hal mobilitas perdagangan di pasar-pasar lokal.
Batas Sebelah Barat: Kecamatan Purwareja Klampok. Mandiraja berbatasan dengan Kecamatan Purwareja Klampok. Ini merupakan salah satu batas wilayah yang paling sibuk. Purwareja Klampok dikenal sebagai pusat pendidikan dan perekonomian di wilayah barat Banjarnegara. Kedekatan jarak membuat mobilitas warga di perbatasan barat ini sangat tinggi, terutama untuk urusan pendidikan, kesehatan, dan perniagaan.
Kondisi Geografis di Wilayah Perbatasan Kondisi permukaan tanah di Kecamatan Mandiraja sangat bervariasi. Di wilayah utara dan tengah yang dekat dengan aliran Sungai Serayu, bentang alamnya berupa dataran yang relatif landai. Sebaliknya, di wilayah selatan seperti Desa Salamerta, Glempang, Kebanaran, Somawangi, dan Jalatunda, lanskapnya menjadi daerah perbukitan. Kondisi ini memberikan tantangan sekaligus potensi tersendiri dalam pengelolaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.
Kecamatan Mandiraja bukan sekadar wilayah administratif biasa. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kebumen di selatan menjadikannya wilayah yang strategis sebagai gerbang penghubung antar-kabupaten. Pemahaman mengenai batas wilayah ini sangat penting dalam merencanakan pembangunan, pemerataan infrastruktur, dan memajukan potensi desa-desa yang berada di ujung terluar Kecamatan Mandiraja. Dengan segala potensi geografis dan sosialnya, Mandiraja terus berkembang menjadi salah satu kecamatan yang memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Banjarnegara.
| Utara | Kecamatan Rakit dan Kabupaten Purbalingga |
| Timur | Kecamatan Purwanegara |
| Selatan | Kabupaten Kebumen |
| Barat | Kecamatan Purwareja Klampok |
Iklim dan Cuaca
Kecamatan Mandiraja yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. memiliki karakteristik cuaca yang dipengaruhi oleh lanskap geografisnya yang unik. Wilayah seluas 52,62 kilometer persegi ini terbagi menjadi area dataran rendah serta zona perbukitan yang mencakup lima desa: Salamerta, Glempang, Kebanaran, Somawangi, dan Jalatunda. Perbedaan topografi tersebut menciptakan variasi cuaca harian yang menarik antara wilayah utara dan perbukitan selatan.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai iklim, pola cuaca harian, dan tips beraktivitas di Kecamatan Mandiraja.
- Karakertistik Iklim Rata-Rata Mandiraja Secara umum, Mandiraja beriklim tropis basah dengan curah hujan tahunan berkisar pada ± 2.586 mm/tahun dan rata-rata mencapai 82 hari hujan.
- Suhu Udara: Suhu harian rata-rata berkisar antara 22°C hingga 31°C. Di area perbukitan seperti Desa Jalatunda atau Salamerta, suhu malam hari dapat turun lebih rendah dan terasa jauh lebih sejuk dibandingkan area pusat perkotaan seperti Mandiraja Kulon dan Mandiraja Wetan.
- Kelembapan Udara: Tingkat kelembapan di wilayah ini cukup tinggi, berada di angka 50% hingga 95%. Kelembapan tertinggi umumnya terjadi selama musim hujan antara bulan Desember sampai Maret. Sebaliknya, udara terasa lebih kering pada puncak musim kemarau di bulan Juli sampai September.
Pola Cuaca Sepanjang Tahun Siklus cuaca di Mandiraja terbagi ke dalam dua musim utama yang sangat memengaruhi pola hidup masyarakat setempat:
- Musim Kemarau (April – September): Ditandai dengan cuaca cerah berawan hingga panas terik pada siang hari. Angin monsun yang bertiup dari tenggara sering kali membawa udara sejuk (fenomena bediding) pada malam dan dini hari, khususnya pada bulan Juli dan Agustus.
- Musim Hujan (Oktober – Maret): Cuaca didominasi oleh kondisi berawan tebal sejak siang hari yang diikuti hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Karena topografinya yang berbukit di sisi selatan, hujan lebat berdurasi lama di wilayah ini memerlukan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Berikut ini data iklim di kecamatan Mandiraja pada tahun 2025:[5]
| Data iklim Mandiraja | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rekor tertinggi °C (°F) | 33.5 (92.3) |
33.2 (91.8) |
32.6 (90.7) |
30.6 (87.1) |
28.2 (82.8) |
28.1 (82.6) |
27.8 (82) |
28.9 (84) |
31.6 (88.9) |
33.1 (91.6) |
33.5 (92.3) |
34.7 (94.5) |
34.7 (94.5) |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 31.4 (88.5) |
31.5 (88.7) |
29.9 (85.9) |
28.1 (82.6) |
27.1 (80.8) |
25.8 (78.5) |
25 (77.0) |
27.6 (81.6) |
29.8 (85.6) |
31.5 (88.7) |
31.7 (89.0) |
32.4 (90.4) |
29.32 (84.78) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 25.3 (77.5) |
25.0 (77) |
24.3 (75.7) |
24.1 (75.4) |
22.4 (72.3) |
22.8 (73) |
23.8 (74.8) |
24.2 (75.6) |
25.6 (78.1) |
25.9 (78.6) |
26.0 (78.8) |
26.1 (79) |
24.63 (76.32) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 23.2 (73.7) |
22.7 (72.9) |
22.2 (72.0) |
22.1 (71.8) |
17.1 (62.8) |
17.6 (63.6) |
17.6 (63.7) |
19.3 (66.7) |
20.4 (68.8) |
20.5 (68.9) |
20.9 (69.7) |
21.7 (71.1) |
20.44 (68.81) |
| Rekor terendah °C (°F) | 22.2 (72) |
21.8 (71.2) |
20.5 (68.9) |
19.2 (66.6) |
16.1 (61) |
16.3 (61.3) |
16.8 (62.2) |
18.3 (64.9) |
19.3 (66.7) |
20.1 (68.2) |
20.5 (68.9) |
19.6 (67.3) |
16.1 (61) |
| Presipitasi mm (inci) | 776 (30.55) |
700 (27.56) |
543 (21.38) |
222 (8.74) |
90 (3.54) |
87 (3.43) |
60 (2.36) |
120 (4.72) |
230 (9.06) |
455 (17.91) |
670 (26.38) |
779 (30.67) |
4.732 (186,3) |
| Rata-rata hari hujan atau bersalju | 16 | 18 | 13 | 8 | 5 | 1 | 0 | 0 | 0 | 1 | 6 | 14 | 82 |
| % kelembapan | 88 | 87 | 85 | 78 | 75 | 35 | 20 | 15 | 12 | 10 | 17 | 50 | 47.7 |
| Rata-rata sinar matahari bulanan | 180 | 172 | 236 | 257 | 280 | 289 | 290 | 291 | 285 | 270 | 250 | 210 | 3.010 |
| Sumber: BMKG Kabupaten Banjarnegara.[6] | |||||||||||||
Pemerintahan
Secara administrasi kecamatan Mandiraja terdiri dari 16 desa, 388 RT, dan 73 RW. Jumlah perangkat desa dari tahun 2014, sebanyak 188 perangkat desa, dengan rincian jenis kelamin adalah 172 laki-laki dan 16 perempuan. Secara kualitas dari sisi pendidikan SLTA sebesar 53,19% dan dari perguruan tinggi sebesar 21,28%. Perangkat desa dengan kelompok umur di bawah 36 tahun 27,13%, kelompok umur 36-45 tahun sebanyak 32,98%, dan perangkat desa dengan kelompok umur di atas 45 tahun sebanyak 39,89%. Jika ditinjau dari masa kerjanya, sekitar 27,66% perangkat desa memiliki masa kerja yang cukup lama, dengan masa kerja 10-20 tahun dan 57,98% memiliki masa kerja di bawah 10 tahun serta sisanya sebanyak 14,36% memiliki masa kerja lebih dari 21 tahun.
Pembagian administratif
Berikut jumlah RT/RW menurut desa:[7][8]
| Desa | RT | RW | Dusun |
|---|---|---|---|
| Salamerta | 21 | 3 | 2 |
| Glempang | 33 | 5 | 5 |
| Kebanaran | 26 | 10 | 3 |
| Kaliwungu | 23 | 8 | 3 |
| Somawangi | 45 | 8 | 4 |
| Jalatunda | 38 | 5 | 2 |
| Kebakalan | 10 | 3 | 2 |
| Mandirajawetan | 23 | 3 | 2 |
| Mandirajakulon | 28 | 4 | 4 |
| Banjengan | 11 | 3 | 2 |
| Kertayasa | 34 | 5 | 5 |
| Candiwulan | 14 | 2 | 2 |
| Simbang | 14 | 2 | 2 |
| Purwasaba | 32 | 5 | 5 |
| Blimbing | 13 | 2 | 2 |
| Panggisari | 23 | 5 | 5 |
| Jumlah | 388 | 73 | 50 |
Demografi
Pada tahun 2020, berdasarkan sensus BPS, kecamatan ini memiliki penduduk sebesar 78.090 jiwa yang tersebar di 16 desa di kecamatan mandiraja.[9]. Jumlahnya meningkat di bandingkan dengan sensus penduduk 2010 yang berjumlah 63.679 jiwa. Mandiraja merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar ke tiga di kabupaten banjarnegara setelah kecamatan Punggelan dan Purwanegara. Penduduk di kecamatan mandiraja dengan perbandingan rasio jenis kelamin sebesar 96,22 persen dengan pertumbuhan penduduk 2,27%.
Dari persebaran penduduk yang ada, desa dengan jumlah penduduk terbesar adalah desa Somawangi dengan 9.113 jiwa dan desa Kebakalan dengan jumlah penduduk terkecil sebanyak 1.630 jiwa.
Tingkat kepadatan penduduk di kecamatan Mandiraja tahun 2020 mencapai 1.484 jiwa/km², meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.442 jiwa/km². Bila dilihat perdesanya, desa mandirajakulon merupakan wilayah terpadat, dengan 3.543 jiwa/km², dan desa Jalatunda sebagai wilayah paling jarang penduduknya dengan kepadatan hanya 1.088 jiwa/km².
| Desa | 2024 | 2020 | 2010 |
|---|---|---|---|
| Mandirajawetan | 5.161 | 4.918 | 4.474 |
| Mandirajakulon | 6.458 | 6.318 | 5.654 |
| Banjengan | 2.599 | 2.426 | 2.120 |
| Kebakalan | 1.673 | 1.630 | 1.391 |
| Kertayasa | 7.162 | 6.779 | 5.519 |
| Panggisari | 5.355 | 5.023 | 4.251 |
| Blimbing | 2.747 | 2.588 | 2.005 |
| Candiwulan | 2.742 | 2.600 | 2.099 |
| Simbang | 2.647 | 2.422 | 1.929 |
| Purwasaba | 7.626 | 7.239 | 5.665 |
| Glempang | 7.037 | 6.425 | 4.965 |
| Kebanaran | 6.154 | 5.702 | 4.549 |
| Salamerta | 5.386 | 5.046 | 3.869 |
| Kaliwungu | 4.779 | 4.493 | 3.479 |
| Somawangi | 9.729 | 9.113 | 7.335 |
| Jalatunda | 6.015 | 5.368 | 4.365 |
| Total | 83.270 | 78.090 | 63.679 |
Penduduk menurut agama
Penduduk Kecamatan Mandiraja menurut agama yang dianutnya Juni 2024.[11][12]
| Desa | Islam | Kristen | Katolik | Kepercayaan | Budha | Konghucu | Hindu |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Salamerta | 5.386 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Glempang | 7.033 | 4 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Kebanaran | 6.151 | 2 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| Kaliwungu | 4.771 | 4 | 0 | 4 | 0 | 0 | 0 |
| Somawangi | 9.498 | 84 | 3 | 110 | 33 | 1 | 0 |
| Jalatunda | 6.010 | 5 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Kebakalan | 1.670 | 1 | 2 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Mandirajawetan | 5.107 | 13 | 18 | 0 | 23 | 0 | 0 |
| Mandirajakulon | 6.328 | 60 | 64 | 0 | 0 | 0 | 6 |
| Banjengan | 2.595 | 4 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Kertayasa | 7.083 | 66 | 13 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Candiwulan | 2.727 | 15 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Simbang | 2.647 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Purwasaba | 7.620 | 6 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Blimbing | 2.747 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Panggisari | 5.315 | 36 | 2 | 0 | 2 | 0 | 0 |
| Total | 82.688 | 300 | 102 | 115 | 58 | 1 | 6 |
Mayoritas Penduduk Kecamatan Mandiraja memeluk agama Islam dan sebagian kecil memeluk agama Kristen, Pemeluk Agama Kristen Kebanyakan bermukim di daerah Mandiraja Kulon, Somawangi dan Kertayasa. Selain itu terdapat pula penganut agama Budha, Kepercayaan dan Konghucu dalam jumlah yang relatif sedikit. Persentase penganut agama di Kecamatan Mandiraja.

Ekonomi
Produk Unggulan
Produk Unggulan Di beberapa desa di kecamatan Mandiraja :[14]
| Desa | Produk Unggulan |
|---|---|
| Kertayasa | Batik Tulis, Kerajinan Bambu, Aplikasi Pupuk Sapi |
| Mandirajawetan | Produksi Kulit Lumpia, Pengembangan Pupuk organik |
| Salamerta | Industri Tikar, Industri Emping Melinjo, Gula Merah, Pawon batu, kayu |
| Simbang | Budidaya Ikan Gurame, Dan Ikan Lele |
| Panggisari | Tungku, Pawon, Industri Bata Merah, Pupuk Organik |
| Kaliwungu | Produksi Sari Buah jambu biji merah, sirsak, asam Jawa, keripik pisang rajawali aneka rasa, kerupuk jagung, dan rengginang ketela, budidaya kambing semi insentif, kerajinan bambu |
| Banjengan | Produksi Lanting Ketela, Budidaya Ayam Potong |
| Purwasaba | Pembuatan Tas, Pembuatan Kaos Kaki |
| Candiwulan | Budidaya Ikan Gurame |
| Glempang | Produksi Tepung Errot, Kerajinan Bambu |
| Kebakalan | Kerajinan Anyaman Bambu, Telur Asin, Rengginang Singkong, Aneka Peyek |
| Mandirajakulon | Aneka Keripik |
| Kebanaran | Kerajinan Bambu |
Pendapatan Regional
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mandiraja tahun 2013 mencapai 208,27 miliar. Pertumbuhan ekonomi Mandiraja tahun 2013 sebesar 5,35% lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya. Sebagian besar masyarakat Mandiraja menyandarkan hidupnya pada sektor industri. Kondisi ini dapat dilihat dari tingginya kontribusi sektor industri terhadap pembentukan PDRB Mandiraja sebesar 32,59%.[15]
| Lapangan usaha | 2012 | 2013 | 2014 |
|---|---|---|---|
| Pertanian | 112.841 | 128.201 | 134.505 |
| Pertambangan&Penggalian | 1.582 | 1.940 | 2.031 |
| Industri | 157.267 | 182.424 | 207.681 |
| Listrik ,Gas dan Air minum | 1.988 | 2.299 | 2.657 |
| Bangunan | 26.282 | 29.557 | 33.762 |
| Perdagangan | 74.975 | 81.348 | 94.141 |
| Angkutan | 15.436 | 17.737 | 20.231 |
| Bank dan lembaga keuangan | 46.112 | 53.426 | 60.746 |
| Jasa | 56.431 | 62.823 | 68.711 |
| PDRB | 502.919 | 559.760 | 624.270 |
Industri dan perdagangan
Banyak usaha atau perdagangan di sektor industri pengolahan di Mandiraja pada tahun 2013 adalah 6.767 usaha. Industri pengolahan masih didominasi oleh usaha industri rumah tangga dengan jumlah usaha di sektor rumah tangga sebanyak 6.767 usaha dari total jumlah usaha. Sarana perekonomian di Mandiraja dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang berarti kecuali pada jumlah warung kelontong yang mengalami penurunan pada tahun 2013 sebanyak 12 warung kelontong atau sebesar 12,26% dari tahun sebelumnya tahun 2012, dan yang lebih menarik adalah makin bertambahnya toko swalayan hingga tahun 2013 sebanyak 5 toko swalayan. Pada tahun yang sama, usaha sound system sudah tidak ada lagi keberadaannya.
Indeks Desa Membangun
IDM secara teknokrasi disusun sesuai dengan konsep kebijakan pembangunan desa untuk mencapai 9 tujuan UU desa sebagai amanah UU desa, melaksanakan amanah Peraturan Presiden No 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 serta sejalan otoritas mandat Peraturan Presidan No 12 tahun 2015 tentang Kementerian Desa PDTT dan memegang teguh amanah dan mandat konstitusi UUD 1945 beserta peraturan perundang-undangan yang ada dalam NKRI, memujudkan falsafah negara Pancasila sebagai acuan pembangunan, sekaligus menghormati keberagaman desa dengan paradigma Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai basis data IDM disusun dengan menggunakan data podes tahun 2014 yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi yaitu: 1) sosial 2) ekonomi 3) budaya. Ketiga dimensi terdiri dari variabel dan setiap variabel diturunkan menjadi indikator operasional. Jumlah variabel dalam IDM sebanyak 22 variabel dan indikator sebanyak 52 indikator, indikator mengklarifikasi desa dalam 5 (lima) status, yakni:[16]
- Desa Sangat Tertinggal : nilai IDM < 0,491),
- Desa Tertinggal : nilai 0,491 < IDM < 0,599),
- Desa Berkembang : nilai 0,599 < IDM < 0,707),
- Desa Maju : nilai 0,707 < IDM < 0,815),
- Desa Mandiri : nilai IDM > 0,815).
| Kode Desa | Nama Desa | IDM 2020 | Status |
|---|---|---|---|
| 33004301 | Salamerta | Desa Maju | |
| 33004302 | Glempang | Desa Maju | |
| 33004303 | Kebanaran | Desa Berkembang | |
| 33004304 | Kaliwungu | Desa Berkembang | |
| 33004305 | Somawangi | Desa Berkembang | |
| 33004306 | Jalatunda | Desa Berkembang | |
| 33004307 | Kebakalan | Desa Berkembang | |
| 33004308 | Mandirajawetan | Desa Maju | |
| 33004309 | Mandirajakulon | Desa Mandiri | |
| 33004310 | Banjengan | Desa Berkembang | |
| 33004311 | Kertayasa | Desa Berkembang | |
| 33004312 | Candiwulan | Desa Berkembang | |
| 33004313 | Simbang | Desa Berkembang | |
| 33004314 | Purwasaba | Desa Maju | |
| 33004315 | Blimbing | Desa Berkembang | |
| 34004316 | Panggisari | Desa Maju | |
Transportasi
Kecamatan Mandiraja di Banjarnegara adalah pusat mobilitas strategis di Jawa Tengah bagian selatan. Wilayah ini dilengkapi dengan Terminal Mandiraja untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), angkutan pedesaan, serta infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan lintas selatan Jawa.Berikut adalah ulasan lengkap mengenai seluk-beluk transportasi di Kecamatan Mandiraja:
- 1. Peran Sentral Terminal Mandiraja Terminal Mandiraja yang terletak di Desa Mandirajakulon adalah urat nadi pergerakan masyarakat. Terminal Tipe B ini melayani berbagai kebutuhan mobilitas, baik perjalanan jarak dekat maupun rute lintas pulau.Bus AKAP & AKDP: Menghubungkan Mandiraja secara langsung dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Malang, hingga Pekanbaru.Layanan Tiket: Untuk kemudahan, calon penumpang dapat mengecek jadwal dan melakukan pemesanan tiket secara digital, salah satunya melalui layanan informasi jadwal bus Terminal Bus Terminal Mandiraja atau melalui operator otobus resmi.
- 2. Angkutan Pedesaan (Angkot) Bagi masyarakat yang ingin menjangkau area pedesaan di kawasan perbukitan Mandiraja, angkutan pedesaan (angkudes) menjadi moda transportasi yang diandalkan.Rute angkutan umum lokal secara konsisten menghubungkan kawasan pusat kecamatan dengan desa-desa sekitarnya, seperti jalur Mandiraja–Kalimendong hingga rute menuju Somawangi.Keberadaan angkudes ini sangat penting untuk mendukung pergerakan warga lokal yang ingin berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Mandiraja.
- 3. Aksesibilitas dan Kondisi Jalan Kondisi akses jalan di Kecamatan Mandiraja terbilang sangat baik dan memadai karena dilintasi oleh Jalan Nasional Rute 15.Jalur ini merupakan jalan arteri utama yang menghubungkan wilayah Banyumas, Purwokerto, dan Wonosobo.Jaringan jalan kabupaten yang menjangkau 16 desa di Mandiraja juga terus dioptimalkan, mempermudah mobilitas dari area pedesaan menuju pusat ekonomi dan fasilitas kesehatan.
- 4. Moda Transportasi Alternatif Selain bus dan angkutan umum, mobilitas masyarakat di pusat kecamatan Mandiraja juga ditopang oleh sarana transportasi fleksibel yang mudah dijumpai setiap saat:Ojek Pangkalan & Ojek Online: Opsi tercepat dan paling efisien untuk menjangkau titik-titik lokasi yang tidak dilewati oleh angkutan umum besar.Travel dan Taksi: Layanan antar-jemput (travel) banyak beroperasi melayani rute point-to-point, yang umumnya melayani mobilitas dari Mandiraja menuju kota-kota di wilayah Karesidenan Banyumas Raya dan sekitarnya.
- 5.Jejak Sejarah: Stasiun Mandiraja Di tengah pesatnya perkembangan transportasi darat saat ini, Mandiraja juga memiliki warisan sejarah perkeretaapian. Terdapat Stasiun Mandiraja yang saat ini berstatus nonaktif dan masuk dalam Wilayah Penjagaan Aset V Purwokerto. Dahulu, stasiun yang terletak persis di sisi utara jalan nasional ini menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan Banyumas dan Wonosobo
Pertanian

Padi & Palawija
Pada tahun 2014, Luas tanam padi di kecamatan Mandiraja dari 1.592 hektar menjadi 3.606 hektar. Pada tahun 2015, Lahan sawah dengan total jumlah produksi padi meningkat dari 9.546 ton pada tahun 2014 menjadi 22.943 ton pada tahun 2015. Sedangkan produktivitas padi cenderung berubah-ubah pada 2 tahun terakhir dengan kisaran 59.97 kuintal/ha tahun 2014 dan 63.63 kuintal/ha pada tahun 2015.
Produksi jagung mengalami penurunan dari 4.596 ton pada tahun 2014 menjadi 4.253 ton pada tahun 2015 dengan jumlah luas lahan tanaman jagung seluas 737 hektar menjadi 751 hektar lahan jagung. Produksi ubi kayu dalam dua tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan produksi ubi kayu tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, tercatat produksi ubi kayu sebesar 21.790 ton yang produktivitasnya mengalami kenaikan pada tahun 2015 hingga 26.073 ton dengan luas jumlah tanam ubi kayu seluas 966 hektar.
Sayur-sayuran
Produksi sayur-sayuran yang ada di kecamatan Mandiraja tahun 2015 antara lain: Kacang panjang sebanyak 345 kuintal, petai sebanyak 828 kuintal, cabai besar sebanyak 360 kuintal, dan beberapa tanaman sayuran seperti cabai rawit, kangkung, dan ketimun. Beberapa produksi buah-buahan yang menjadi unggulan adalah produksi buah pisang sebanyak 844.000 kg, mangga sebanyak 231.300 kg, salak sebanyak 104.000 kg, jambu biji sebanyak 605.000 kg, Sawo sebanyak 68.200 kg, pepaya sebanyak 22.000 kg, dan beberapa buah-buahan antara lain duku, alpukat, belimbing, sirsak, dan jeruk besar. Untuk jenis tanaman perkebunan dengan produksinya berupa lada sebanyak 5,26 ton, kopi sebanyak 9,25 ton, kelapa sebanyak 2.375 ton, dan beberapa jenis tanaman perkebunan seperti tanaman kapulaga dan cengkih.
Peternakan
Jumlah produksi ternak yang ada di kecamatan Mandiraja adalah ternak sapi dengan populasi sebanyak 655 ekor, dengan produksinya berupa daging sapi sebanyak 16.722 kg daging sapi, populasi kambing sebanyak 8.458 dengan jumlah produksi daging kambing sebanyak 4.899 kg. Populasi domba sebanyak 282 ekor dengan jumlah produksi daging domba sebanyak 561 kg, dan jumlah populasi kelinci sebanyak 977 ekor kelinci. Untuk jenis ternak unggas berupa ternak ayam dengan jumlah populasi sebanyak 299.620 ekor ayam, dan produksi telur ayam sebanyak 1.534.848 butir telur. sedangkan ternak itik sebanyak 12.880 ekor itik, dengan jumlah produksi telur sebanyak 848.016 butir, dan beberapa ternak yang diusahakan seperti ternak lain dengan populasi yang tidak begitu banyak.[19]
| Uraian | Luas Panen | Produksi |
|---|---|---|
| Cabai besar | 8 | 642 |
| Cabai rawit | 4 | 331 |
| Kangkung | 6 | 435 |
| Kacang panjang | 7 | 830 |
| Ketimun | 4 | 420 |
| Petai | 2.685 | 2.010 |
| Pisang | 17.788 | 844.000 |
| Salak | 9.346 | 92.000 |
| Jambu biji | 2.500 | 86.000 |
| Duku | 150 | 5.000 |
| Pepaya | 851 | 30.000 |
| Durian | 16.550 | 244.200 |
| Alpukat | 255 | 3.700 |
| Belimbing | 336 | 14.800 |
| Sawo | 519 | 36.300 |
| Sirsak | 124 | 7.000 |
| Jeruk besar | 100 | 2.500 |
| Mangga | 5.761 | 1.407.200 |
| Kapulaga | 3,5 | 0,41 |
| Lada | 17,00 | 5,61 |
| Kopi | 46,00 | 9,59 |
| Cengkeh | 9,50 | 0,93 |
| Kelapa | 1.327,57 | 3.327,40 |
Pertambangan
Pada sektor pertambangan di Mandiraja terdapat usaha galian golongan C yang meliputi batu, pasir, tanah liat, dan tanah urug. Jumlah pemakaian bahan galian golongan menurut jenisnya galian pengelolaan, dengan jumlah pemakaian bagian galian berupa batu pada tahun 2014 ini sebanyak 9.232 tonase/m³, jumlah pemakaian pasir sebanyak 7.821 tonase/m³, jumlah pemakaian tanah liat sebanyak 52,49 m³, dan jumlah pemakaian tanah urug hanya sebanyak 29,24 m³. Sedangkan untuk luas Pertambangan berupa bahan galian golongan C yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis di Mandiraja menurut data tahun 2013 tidak ada.
Sementara di Mandiraja untuk potensi bahan galian dan berat terkait bahan galian golongan C, tahun 2015 dengan jumlah potensi bahan galian sebanyak 4.348.575 m³, dengan berat terka sebanyak 50.743.096 m³. Dari jumlah potensi bahan galian di atas terbagi ke dalam potensi bahan galian lempung sebanyak 3.236.075 m³, dan bahan galian zeolite sebanyak 1.112.500 m³, adapun jumlah berat terka bahan galian dengan berat terka bahan galian lempung sebanyak 47.850.596 m³, dan bahan galian zeolite sebanyak 2.892.500 m³.
Perumahan
Banyaknya proyek percontohan rumah sehat oleh PKK di Mandiraja pada tahun 2015 sebanyak 21.370 rumah. Proyek percontohan rumah sehat dikelompokkan menjadi 2 jenis rumah, yaitu rumah sehat dan rumah tidak sehat. Proyek rumah yang dijadikan proyek percontohan oleh PKK sebagai rumah sehat di Mandiraja tahun 2015 sebanyak 14.297 rumah, meningkat dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah rumah sehat sebanyak 12.854 rumah sehat. Proyek rumah yang dijadikan percontohan oleh PKK dengan percontohan rumah kurang sehat di Mandiraja tahun 2015 juga meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah rumah kurang sehat sebanyak 7.073 rumah yang dijadikan proyek percontohan oleh PKK. Jumlah keluarga pra sejahtera di kecamatan Mandiraja mengalami kenaikan dari jumlah 5.192 keluarga pada tahun 2014, menjadi 6.445 keluarga pada tahun 2015, dan jumlah keluarga sejahtera mengalami penurunan dari 14.671 keluarga menjadi 13.792 keluarga. Banyaknya proyek percontohan home industri di Mandiraja sebanyak 1.449 proyek. Sebagian besar proyek adalah proyek yang berhubungan dengan sektor pangan dengan persentase sebesar 57,42 persen, sektor lain-lain sebesar 19,81 persen, sektor jasa sebesar 15,60 persen, sektor sandang sebesar 5,73 persen, dan sisanya sebesar 1,45 persen merupakan sektor konveksi.
Sebagian besar keluarga di Mandiraja adalah keluarga sejahtera, dengan jumlah keluarga sejahtera sebanyak 13.792 keluarga yang terdiri dari keluarga sejahtera I,II Dan III+.
Pendidikan

Anak usia sekolah di kecamatan Mandiraja umur 7-12 tahun masih ada yang belum bersekolah hal ini terlihat dari angka partisipasi sekolah yang kurang dari 100% , anak usia sekolah umur 13-15 tahun yang bersekolah baru 96,40% berarti ada 3,60% tidak bersekolah, sedangkan pada anak usia sekolah 16-18 tahun hanya 52,14% yang bersekolah. Capaian di bidang pendidikan terkait erat dengan dengan fasilitas pendidikan pada jenjang pendidikan SD di Mandiraja tahun ajaran 2018/2019 seorang guru rata-rata mengajar 16 siswa murid SD , semakin tinggi jenjang pendidikan beban guru juga semakin bertambah , untuk jenjang pendidikan SLTP seorang guru rata-rata mengajar 25 orang murid SLTP. Berikut adalah daftar sekolah di kecamatan Mandiraja:[20][21]
| Pendidikan formal | TK atau RA | SD atau MI | SMP atau MTS | SMA atau MA | SMK | Perguruan tinggi | Lainya | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negeri | 1 | 44 | 4 | 0 | 1 | 0 | 1 | |||||
| Swasta | 63 | 13 | 6 | 1 | 0 | 0 | 0 | |||||
| Total | 64 | 57 | 10 | 1 | 1 | 0 | 1 | |||||
| Data sekolah di Mandiraja, Banjarnegara Sumber:Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kecamatan Mandiraja | ||||||||||||
Daftar Satuan Pendidikan Sekolah Di Kecamatan Mandiraja:[22]
| NPSN | Nama Satuan Pendidikan | Alamat | Kelurahan | Status |
|---|---|---|---|---|
| 69958100 | DIPONEGORO PANGGISARI | JL.MASJID HAMDAN AT'TAQWA | PANGGISARI | Swasta |
| 69852335 | KB AL-AMINAH | PALAMARTA | PURWASABA | Swasta |
| 69852325 | KB AL-HIDAYAH | GLEMPANG RT 03/RW 04 | GLEMPANG | Swasta |
| 69883029 | KB AL-KARIM | MANDIRAJAKULON | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69972956 | KB AL-BAROKAH | KERTAYASA RT 06/RW 01 | KERTAYASA | Swasta |
| 69883027 | KB CAKRAWALA | JALATUNDA | JALATUNDA | Swasta |
| 69883025 | KB DWI RAHAYU | KEBANARAN | KEBANARAN | Swasta |
| 69883030 | KB INSAN KAMIL | PANGGISARI | PANGGISARI | Swasta |
| 69852327 | KB KAWRUH UTAMI 2 | JALATUNDA | JALATUNDA | Swasta |
| 69883032 | KB KAWRUH UTAMI 1 | JALATUNDA | JALATUNDA | Swasta |
| 69852324 | KB MARGI RAHAYU | JL.PASAR NO 56 RT 01/RW 03 | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69883023 | KB NGUDI KAWRUH | GLEMPANG | GLEMPANG | Swasta |
| 69911535 | KB NGUDI KAWRUH 2 | GLEMPANG | GLEMPANG | Swasta |
| 69883024 | KB NURUL ATHFAL | KEBAKALAN | KEBAKALAN | Swasta |
| 69852330 | KB NURUL FATAH | JL.PERINTIS KM 02 | CANDIWULAN | Swasta |
| 69852332 | KB PELANGI CERIA | KERTAYASA | KERTAYASA | Swasta |
| 69852334 | KB PELITA INSANI | MANDIRAJAKULON | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69906806 | KB QORROTA AYUN 2 | KEBANARAN | KEBANARAN | Swasta |
| 69852338 | KB SINAR PELANGI | PURWASABA | PURWASABA | Swasta |
| 69852326 | KB TAMAN CERIA | SALAMERTA | SALAMERTA | Swasta |
| 69883019 | KB TAMAN CERIA 2 | SALAMERTA | SALAMERTA | Swasta |
| 69852331 | KB TUNAS BANGSA | BANJENGAN | BANJENGAN | Swasta |
| 69852323 | KB WIDURI | KALI PACET WETAN | SOMAWANGI | Swasta |
| 69883026 | KB WISMA MELATI | SOMAWANGI | SOMAWANGI | Swasta |
| 69883028 | KB WISMA SIWI | SOMAWANGI | SOMAWANGI | Swasta |
| 69958101 | MUSLIMAT NU SALAMERTA | SALAMERTA RT 05 RW 02 | SALAMERTA | Swasta |
| 69955134 | POS PAUD BUDI RAHAYU | PANGGISARI | PANGGISARI | Swasta |
| 69740202 | RA/BA/TA AL-HIDAYAH MANDIRAJAKULON | MANDIRAJAKULON | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69740203 | RA/BA/TA AL-HIDAYAH PURWASABA | PURWASABA RT 02/ RW 05 | PURWASABA | Swasta |
| 69740204 | RA/BA/TA AL MA'ARIF 02 KERTAYASA | KERTAYASA RT 03/04 | KERTAYASA | Swasta |
| 69740205 | RA/BA/TA AL MA'ARIF MANDIRAJAWETAN | MANDIRAJAWETAN | MANDIRAJAWETAN | Swasta |
| 69740200 | RA/BA/TA AL MA'ARIF MANDIRAJAKULON | MANDIRAJAKULON RT 04/02 | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69740201 | RA/BA/TA AL MA'ARIF KERTAYASA | KERTAYASA RT 06/01 | KERTAYASA | Swasta |
| 69740194 | RA/BA/TA BA AISYIYAH BANJENGAN | BANJENGAN | BANJENGAN | Swasta |
| 69740193 | RA/BA/TA BA AISYIYAH KEBANARAN | KEBANARAN RT 01/07 | KEBANARAN | Swasta |
| 69740195 | RA/BA/TA BA AISYIYAH MANDIRAJAKULON | MANDIRAJAKULON RT 02 / 02 | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69740196 | RA/BA/TA BA AISYIYAH MANDIRAJAWETAN | MANDIRAJAWETAN RT 06/01 | MANDIRAJAWETAN | Swasta |
| 69740197 | RA/BA/TA BA AISYIYAH SOMAWANGI | SOMAWANGI RT 03/06 | SOMAWANGI | Swasta |
| 69740206 | RA/BA/TA MUSLIMAT NU BLIMBING | BLIMBING | BLIMBING | Swasta |
| 69740207 | RA/BA/TA MUSLIMAT NU KEBANARAN | KEBANARAN RT 02/08 | KEBANARAN | Swasta |
| 69740198 | RA/BA/TA PURWANIDA MANDIRAJA | MANDIRAJAKULON RT 02/02 | MANDIRAJAKULON | Swasta |
| 69740199 | WATHONIYAH GLEMPANG | GLEMPANG RT 05/01 | GLEMPANG | Swasta |
| 69969905 | TK AISYIYAH BUSTANUL SOMAWANGI | SOMAWANGI | SOMAWANGI | Swasta |
| 20362571 | TK AISYIYAH KALIWUNGU | KALIWUNGU | KALIWUNGU | Swasta |
| 20351934 | TK AL AMIN KEBANARAN | KEBANARAN | KEBANARAN | Swasta |
| 20351928 | TK BUNGA NUSANTARA SOMAWANGI | DUSUN KALIPACET KULON | SOMAWANGI | Swasta |
| 20351931 | TK MA'ARIF AL MASYITOH KALIWUNGU | KALIWUNGU | KALIWUNGU | |
| 20351935 | TK Negeri PEMBINA MANDIRAJA | JL.RAYA PANGGISARI KM 24 | PANGGISARI | Negeri |
| 20351925 | TK PERTIWI 1 SOMAWANGI | SOMAWANGI | SOMAWANGI | Swasta |
| 20362572 | TK PERTIWI 2 KALIWUNGU | KALIWUNGU | KALIWUNGU | Swasta |
| 20351929 | TK PERTIWI 2 PANGGISARI | PANGGISARI | PANGGISARI | Swasta |
| 20351930 | TK PERTIWI 2 SOMAWANGI | SOMAWANGI | SOMAWANGI | Swasta |
| 20351923 | TK PERTIWI GIRI PUTRA SALAMERTA | SALAMERTA | SALAMERTA | Swasta |
| 20351917 | TK PERTIWI KALIWUNGU | KALIWUNGU | KALIWUNGU | Swasta |
| 20351921 | TK PERTIWI KARTIKA KEBAKALAN | KEBAKALAN | KEBAKALAN | Swasta |
| 20351918 | TK PERTIWI KUNCUP HARAPAN | PURWASABA | PURWASABA | Swasta |
| 20351922 | TK PERTIWI MANDIRAJAWETAN | MANDIRAJAWETAN | MANDIRAJAWETAN | Swasta |
| 20351916 | TK PERTIWI MARDISIWI | KEBANARAN | KEBANARAN | Swasta |
| 20351919 | TK PERTIWI MUGI LESTARI BLIMBING | BLIMBING | BLIMBING | |
| 20351924 | TK PERTIWI SRI HARTUTI SIMBANG | SIMBANG | SIMBANG | Swasta |
| 20351932 | TK PGRI CANDIWULAN | CANDIWULAN | CANDIWULAN | Swasta |
| 69938962 | TK PGRI JALATUNDA | JALATUNDA | JALATUNDA | Swasta |
| 20351920 | TK PGRI KERTAYASA | KERTAYASA | KERTAYASA | Swasta |
| 20351933 | TK PGRI PANGGISARI | JL.SERAYU 28 | PANGGISARI | Swasta |
| 60710734 | MIS AL-HIDAYAH PURWASABA | PURWASABA RT 02/ RW 05 | PURWASABA | Swasta |
| 60710735 | MIS AL MA'ARIF KEBAKALAN | KEBAKALAN RT 03/ RW 01 | KEBAKALAN | Swasta |
| 60710733 | MIS AL MA'ARIF 01 KERTAYASA | Desa KERTAYASA | KERTAYASA | Swasta |
| 60710743 | MIS AL MA'ARIF 02 KERTAYASA | Desa KERTAYASA RT 08/ RW 05 | KERTAYASA | Swasta |
| 60710741 | MIS AL MA'ARIF MANDIRAJA WETAN | MANDIRAJA WETAN RT 7 / RW 2 | MANDIRAJA WETAN | Swasta |
| 60710740 | MIS AL MA'ARIF PANGGISARI | Desa PANGGISARI RT 03/RW 01 | PANGGISARI | Swasta |
| 60710738 | MIS AL MA'ARIF SALAMERTA | Desa SALAMERTA RT 05/RW 02 | SALAMERTA | Swasta |
| 60710736 | MIS AL MA'ARIF BLIMBING | Desa BLIMBING RT 01/RW 02 | BLIMBING | Swasta |
| 60710742 | MIS AL WHATONIYAH | Desa GLEMPANG RT 05/RW 01 | GLEMPANG | Swasta |
| 60710737 | MIS MA'ARIF KEBANARAN | Desa KEBANARAN RT 01/RW 07 | KEBANARAN | Swasta |
| 60710744 | MIS MUHAMMADIYAH | KALIWUNGU RT 01/ RW 06 | KALIWUNGU | Swasta |
| 60710745 | MIS MUHAMMADIYAH BANJENGAN | Desa BANJENGAN RT 01 /RW 02 | Desa BANJENGAN | Swasta |
| 60710739 | MIS MUHAMMADIYAH SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI RT 03/RW 04 | Desa SOMAWANGI | Swasta |
| 20363506 | MTs Al-Hidayah Purwasaba | KOMPLEK PONDOK AL-HIDAYAH PURWASABA RT 01/05 | Desa PURWASABA | Swasta |
| 20363507 | MTs Al Ma'arif Mandiraja | JL.SUHADA NO.3 | MANDIRAJA KULON | Swasta |
| 20363508 | MTSS MUHAMMADIYAH MANDIRAJA | JL.RAYA MANDIRAJA | MANDIRAJA KULON | Swasta |
| 20338232 | SD Negeri 1 CANDIWULAN | Desa CANDIWULAN | CANDIWULAN | Negeri |
| 20338233 | SD Negeri 1 GLEMPANG | Desa GLEMPANG | GLEMPANG | Negeri |
| 20338235 | SD Negeri 1 JALATUNDA | Desa JALATUNDA | JALATUNDA | Negeri |
| 20338236 | SD Negeri 1 KALIWUNGU | Desa KALIWUNGU | KALIWUNGU | Negeri |
| 20338237 | SD Negeri 1 KEBAKALAN | Desa KEBAKALAN | KEBAKALAN | Negeri |
| 20338238 | SD Negeri 1 KEBANARAN | Desa KEBANARAN | KEBANARAN | Negeri |
| 20338239 | SD Negeri 1 KERTAYASA | Desa KERTAYASA | KERTAYASA | Negeri |
| 20338240 | SD Negeri 1 MANDIRAJA KULON | Desa MANDIRAJA KULON | MANDIRAJA KULON | Negeri |
| 20337878 | SD Negeri 1 MANDIRAJA WETAN | Desa MANDIRAJA WETAN | MANDIRAJA WETAN | Negeri |
| 20338241 | SD Negeri 1 PANGGISARI | JL.RAYA PANGGISARI | PANGGISARI | Negeri |
| 20338242 | SD Negeri 1 PURWASABA | Desa PURWASABA | PURWASABA | Negeri |
| 20338243 | SD Negeri 1 SALAMERTA | Desa SALAMERTA RT 6 /RW 1 | SALAMERTA | Negeri |
| 20338244 | SD Negeri 1 SIMBANG | Desa SIMBANG | SIMBANG | Negeri |
| 20338245 | SD Negeri 1 SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI | SOMAWANGI | Negeri |
| 20338246 | SD Negeri 2 CANDIWULAN | Desa CANDIWULAN | CANDIWULAN | Negeri |
| 20338247 | SD Negeri 2 GLEMPANG | Desa GLEMPANG | GLEMPANG | Negeri |
| 20338248 | SD Negeri 2 JALATUNDA | Desa JALATUNDA | JALATUNDA | Negeri |
| 20338249 | SD Negeri 2 KALIWUNGU | Desa KALIWUNGU | KALIWUNGU | Negeri |
| 20338250 | SD Negeri 2 KEBAKALAN | Desa KEBAKALAN | KEBAKALAN | Negeri |
| 20337879 | SD Negeri 2 MANDIRAJA WETAN | Desa MANDIRAJA WETAN RT 09/ RW 02 | MANDIRAJA WETAN | Negeri |
| 20338251 | SD Negeri 2 PANGGISARI | Desa PANGGISARI | PANGGISARI | Negeri |
| 20340549 | SD Negeri 2 PURWASABA | Desa PURWASABA | PURWASABA | Negeri |
| 20338252 | SD Negeri 2 SALAMERTA | Desa SALAMERTA | SALAMERTA | Negeri |
| 20340834 | SD Negeri 2 SIMBANG | Desa SIMBANG | SIMBANG | Negeri |
| 20338266 | SD Negeri 2 SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI | SOMAWANGI | Negeri |
| 20338253 | SD Negeri 3 GLEMPANG | Desa GLEMPANG | GLEMPANG | Negeri |
| 20338254 | SD Negeri 3 JALATUNDA | JL.KEMOKON km 06 JALATUNDA | JALATUNDA | Negeri |
| 20338255 | SD Negeri 3 KEBANARAN | Desa KEBANARAN | KEBANARAN | Negeri |
| 20338256 | SD Negeri 3 MANDIRAJA KULON | Desa MANDIRAJA KULON | MANDIRAJA KULON | Negeri |
| 20340835 | SD Negeri 3 MANDIRAJA WETAN | Desa MANDIRAJA WETAN | MANDIRAJA WETAN | Negeri |
| 20338258 | SD Negeri 3 PANGGISARI | Desa PANGGISARI | PANGGISARI | Negeri |
| 20338259 | SD Negeri 3 PURWASABA | Desa PURWASABA | PURWASABA | Negeri |
| 20338260 | SD Negeri 3 SALAMERTA | Desa SALAMERTA | SALAMERTA | Negeri |
| 20340832 | SD Negeri 3 SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI | SOMAWANGI | Negeri |
| 20338261 | SD Negeri 4 GLEMPANG | Desa GLEMPANG RT 07/ RW 05 | GLEMPANG | Negeri |
| 20338262 | SD Negeri 4 JALATUNDA | Desa JALATUNDA | JALATUNDA | Negeri |
| 20338263 | SD Negeri 4 KALIWUNGU | Desa KALIWUNGU | KALIWUNGU | Negeri |
| 20338264 | SD Negeri 4 KEBANARAN | Desa KEBANARAN | KEBANARAN | Negeri |
| 20338265 | SD Negeri 4 PURWASABA | Desa PURWASABA Depok RT 07/RW 04 | PURWASABA | Negeri |
| 20340833 | SD Negeri 5 SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI | SOMAWANGI | Negeri |
| 20338268 | SD Negeri 6 SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI | SOMAWANGI | Negeri |
| 20338269 | SD Negeri 7 SOMAWANGI | Desa SOMAWANGI | SOMAWANGI | Negeri |
| 20338270 | SD Negeri BANJENGAN | Desa BANJENGAN jln pacor no.9 | BANJENGAN | Negeri |
| 20338271 | SD Negeri BLIMBING | Desa BLIMBING | BLIMBING | Negeri |
| 20303989 | SMA Ma'arif Mandiraja | jln.kertayasa km.3 MANDIRAJA | KERTAYASA | Swasta |
| 69762663 | SMK Negeri 1 Mandiraja | JL.RAYA GLEMPANG | GLEMPANG | Negeri |
| 20304025 | SMP Negeri 1 Mandiraja | JL.RAYA Mandiraja km 19 | MANDIRAJA KULON | Negeri |
| 20304006 | SMP Negeri 2 Mandiraja | Desa PURWASABA | PURWASABA | Negeri |
| 20304009 | SMP Negeri 3 Mandiraja | Desa KALIWUNGU | KALIWUNGU | Negeri |
| 20354039 | SMP Negeri 4 Mandiraja | Desa JALATUNDA | JALATUNDA | Negeri |
| 20340882 | SMP Nurul Ambiya Mandiraja | RABAK | SALAMERTA | Swasta |
| 69760755 | SMP Plus Riyadul Mustaqim Mandiraja | KOMPLEKS MASJID Al-Istiqomah Bantar | KERTAYASA | Swasta |
| 20341341 | SMPLB YPAB BARAMAS MANDIRAJA | KEBAKALAN | KEBAKALAN | Swasta |
Kesehatan

Sebagai upaya dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Mandiraja terdapat 2 Puskesmas, 4 Puskesmas pembantu, dan 2 Puskesmas keliling sebagai sarana kesehatan masyarakat, menggerakkan program promosi kesehatan, penanggulangan, dan pencegahan penyakit menular. Semua itu ditangani 2 dokter umum/spesialis, 22 paramedis, dan 29 bidan. Terdapat 6 pondok rumah bersalin desa (polindes) yang bermanfaat untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Pada tahun 2015, sudah terdapat 120 pos pelayanan terpadu (posyandu). Dari 13.220 pasangan usia subur, 10.815 pasangan menjadi akseptor KB aktif pada tahun 2015, alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik dan pil masing-masing sebanyak 62,48% dan 15,20% dari total akseptor KB, sedangkan sisanya sebanyak 22,32% akseptor KB menggunakan alat kontrasepsi lainnya.[23][24]
Kuliner
Kecamatan Mandiraja di Kabupaten Banjarnegara merupakan surga kuliner tersembunyi yang menyimpan kekayaan rasa autentik perpaduan budaya Banyumasan dan kuliner khas Jawa Tengah. Wilayah strategis yang mempertemukan jalur lintas kabupaten ini membuat tradisi memasak di Mandiraja berkembang sangat dinamis. Dari makanan berat berkuah kental hingga jajanan pasar legendaris, setiap sudut jalanan di kecamatan ini menawarkan petualangan rasa yang memanjakan lidah.Berikut adalah ulasan mendalam mengenai peta kuliner, hidangan khas, dan tempat makan legendaris yang wajib Anda jelajahi saat berkunjung ke Kecamatan Mandiraja.
Hidangan Utama yang Menggugah SeleraKekayaan kuliner Mandiraja didominasi oleh perpaduan rasa gurih, manis, dan sentuhan pedas yang pas. Beberapa menu utama yang paling dicari oleh pelancong maupun warga lokal meliputi:
- Mendoan

Mendoan menggunakan tempe khusus berbentuk lembaran tipis yang biasanya dibungkus daun pisang. Tempe ini dibalut adonan tepung dan irisan daun bawang, lalu digoreng sangat cepat dalam minyak panas sehingga menghasilkan tekstur yang khas. Tekstur Setengah Matang: Kata "mendo" berasal dari bahasa Jawa yang berarti lembek atau setengah matang. Mendoan tidak digoreng hingga kering seperti tempe goreng biasa Bumbu Adonan: Adonan tepungnya menggunakan campuran tepung terigu, sedikit tepung beras, dan irisan daun bawang untuk memberikan aroma wangi yang khas Cara Penyajian: Paling nikmat dimakan hangat-hangat bersama cabai rawit mentah atau sambal kecap manis pedas..[25]
- Sroto Mandiraja

Jika Kabupaten Banyumas terkenal dengan Soto Sokaraja, Mandiraja memiliki varian soto lokalnya sendiri yang disebut Sroto Mandiraja.Karakter Kuah: Menggunakan kaldu yang kaya rempah dengan campuran bumbu kacang yang dihaluskan dan dicampur ke dalam mangkuk, memberikan tekstur kuah yang agak kental dan gurih.Isian: Potongan ketupat, suwiran ayam, soun, daun bawang, serta taburan kerupuk merah (kerupuk mi) yang khas..[26]
- Ondol

Jajanan Tradisional dan Camilan Legendaris Tidak lengkap rasanya membahas Mandiraja tanpa mengulas jajanan pasarnya yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain. Seperti contohnya Ondol Singkong: Camilan berbentuk bulat seperti bola pingpong ini berbahan dasar singkong parut. Singkong diberi bumbu bawang putih, garam, ketumbar dll. lalu digoreng hingga bagian luarnya garing namun tetap empuk di dalam. Rasanya yang asin gurih sangat cocok dinikmati bersama kopi atau teh hangat di sore hari.
- Tahu masak

Hidangan ini merupakan ikon kuliner paling terkenal dari Mandiraja. Sekilas, Tahu Masak mirip dengan kupat tahu pada umumnya, namun memiliki ciri khas lokal yang kuat.Komponen Utama: Terdiri dari potongan ketupat (kupat landan), tahu putih, irisan kubis segar, kecambah, dan taburan seledri.Keunikan: Disiram saus bumbu kacang kental yang gurih manis, kecap lokal, serta diberi perasan jeruk purut segar. Di wilayah Banyumas lain makanan ini sering disebut gecot.Sentuhan Akhir: Disajikan dengan kerupuk renyah yang dihancurkan di atasnya. Salah satu warung tahu masak legendaris berada di Desa Purwasaba yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade..[27]
- Petis Ayam

Petis ayam adalah makanan khas kecamatan mandiraja, bahan utamanya adalah daging ayam yang dimasak dengan bumbu kaya rempah dan menggunakan "petis kelapa", bukan petis udang. Petis kelapa ini terbuat dari kelapa sangrai yang dihaluskan dan memiliki rasa manis, legit, serta gurih. Makanan ini biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong dan sayur pepaya muda atau sayur lodeh. Bahan dan proses pembuatan Bahan utama: Ayam, kelapa sangrai, dan santan. Bumbu: Bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, gula jawa, kemiri, daun salam, serai, dan ketumbar. Proses Kelapa parut disangrai hingga kering lalu dihaluskan menjadi bumbu petis. Bumbu-bumbu halus ditumis bersama santan, potongan daging ayam, dan bumbu pelengkap lainnya seperti daun salam dan serai. Masakan dimasak hingga bumbu meresap dan kuah menyusut Ciri khas Perbedaan dengan petis Jawa Timur Tidak menggunakan petis udang, melainkan "petis kelapa" atau "petis koya". Rasa: Manis, legit, dan gurih dengan aroma rempah yang kaya. Penyajian: Umumnya disajikan dengan ketupat atau dan sayur pendamping seperti sayur pepaya muda atau sayur lodeh [28]
Media massa dan komunikasi
Televisi
Daftar Stasiun televisi lokal dan nasional yang dapat disaksikan di wilayah Kecamatan Mandiraja
Digital (DVB-T2)
| Kanal (UHF) | Frekuensi | Multipleksing | Kualitas Gambar | Logo | Nama | Nama Perusahaan | Jaringan | Pemilik |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 28 | 530 MHz | TVRI Gunung Depok (Banyumas) | HD | TVRI | LPP TVRI Stasiun Jawa Tengah | TVRI | LPP Televisi Republik Indonesia | |
| TVRI Jawa Tengah | ||||||||
| TVRI World | ||||||||
| TVRI Sport | ||||||||
| Ratih TV | LPP Lokal Ratih TV Kebumen | Independen | Publik | |||||
| SD | Satelit TV | PT Satelit Televisi Nusantara | Independen | Satelit Media | ||||
| HD | BMS TV | PT Banyumas Citra Televisi | Independen | Bina Sarana Informatika | ||||
| RTV Purwokerto | PT Tak Pernah Padam Harapanku | RTV | Rajawali Corpora | |||||
| SD | NET. Purwokerto | PT Media Televisi Purwokerto | NET. | Net Visi Media | ||||
| 31 | 554 MHz | Indosiar Banyumas | HD | Indosiar Purwokerto | PT Indosiar Semarang Televisi | Indosiar | Surya Citra Media | |
| SCTV Purwokerto | PT Surya Citra Wisesa | SCTV | ||||||
| Moji | Moji | |||||||
| Mentari TV | Mentari TV | |||||||
| 34 | 578 MHz | MetroTV Banyumas | MetroTV Jateng & DIY | PT Media Televisi Semarang | MetroTV | Media Group | ||
| Magna Channel | Magna Channel | |||||||
| BN Channel | BN Channel | |||||||
| SD | Garuda TV Banyumas | PT Televisi Amikom Purwokerto | Garuda TV | Digdaya Media Nusantara | ||||
| 37[a] | 602 MHz | tvOne Banyumas | tvOne | tvOne | Visi Media Asia | |||
| HD | antv | antv | ||||||
| 40 | 626 MHz | Trans TV Banyumas | Trans TV Purwokerto | PT Trans TV Purwokerto Situbondo | Trans TV | Trans Media | ||
| Trans7 Purwokerto | PT Trans7 Purwokerto Situbondo | Trans7 | ||||||
| CNN Indonesia | CNN Indonesia | |||||||
| CNBC Indonesia | CNBC Indonesia | |||||||
| 43[b] | 650 MHz | GTV Banyumas | GTV Purwokerto | PT GTV Purwokerto | GTV | MNC Media | ||
Jawa Tengah |
RCTI Network Jawa Tengah | PT RCTI Dua | RCTI | |||||
| MNCTV Jawa Tengah | PT TPI Dua | MNCTV | ||||||
| iNews Purwokerto | PT Urban Televisi | iNews |
Catatan:
Seni Budaya
- Kentongan adalah kesenian khas Mandiraja, asal kata kentongan sendiri dari sebuah alat yang bernama kentong, dimana alat musik kentong ini adalah alat komunikasi tradisional yang terbuat dari bambu ataupun kayu dan digunakan untuk memberi Informasi kepada masyarakat dengan isyarat atau ketukan-ketukan tertentu.[29]
- Lengger adalah kesenian khas Mandiraja ataupun Banyumas yaitu berupa tarian tradisional yang dimainkan oleh 2 atau 4 orang perempuan yang di dandani pakaian khas , kesenian Lengger banyumasan ini diiringi musik calung, gamelan yang terbuat dari bambu.[30]
- Ebeg merupakan bentuk kesenian tari tradisional yang ada di daerah Mandiraja, yang menggunakan kuda lumping yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberikan rambut, tarian Ebeg ini menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda, gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh penari Ebeg.[31]
- Calung adalah sebuah nama Alat musik yang cukup terkenal di wilayah Mandiraja, kata "Calung" sendiri berasal dari bahasa banyumasan yang artinya "CArang wuLUNG"/(bambu Wulung". Calung sendiri adalah alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu, cara memainkan Calung adalah dengan memukul bilah atau ruas.[32]
- Bongkel Adalah alat musik yang ada di wilayah kecamatan mandiraja, bentuk alat musik ini mirip dengan angklung . Bongkel merupakan sebuah instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan.[33]
- Wayang kulit Pertunjukan wayang kulit di Mandiraja cenderung mengikuti pedalangan gaya gragrag/banyumas Wayang Kulit gragrag sendiri merupakan salah satu gaya pedalangan di tanah Jawa yang lebih dikenal dengan istilah pakeliran dan berperan sebagai bentuk seni Klangenan serta dijadikan wahana untuk mempertahankan nilai etika, devosional dan hiburan yang kualitasnya selalu terjaga dan ditangani sungguh-sungguh oleh pakar seni yang benar. Seni pedalangan Wayang Kulit Di Mandiraja hampir sama dengan gaya Yogya-Solo baik dalam cerita suluk maupun sabetanya , bahasa yang dipergunakan pun tetap mengikuti bahasa pedalangan layaknya, hanya saja para punakawan diucapkan dengan bahasa Jawa Banyumasan . Nama-nama tokoh wayang umumnya sama hanya nama beberapa tokoh yang berbeda seperti Bagong(Surakarta) menjadi bawor Jika dalam punakawan Yogya-Solo sendiri , Bagong merupakan putra bungsu Ki Semar dalam versi Banyumasan menjadi anak tertua, ciri utama dari Wayang Kulit ini adalah nafas kerakyatannya yang kental dan dalang memang berupaya menampilkan realitas dinamika kehidupan yang ada di masyarakat.[34]
Tradisi
Beberapa Tradisi yang ada Di kecamatan mandiraja adalah Tradisi Nyadran atau sadran gedhean merupakan ritual tahunan masyarakat Jawa untuk mendoakan leluhur sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kebudayaan ini menjadi simbol penting bagi penguatan tali silaturahmi, pelestarian warisan leluhur, serta ungkapan rasa syukur kolektif atas segala rezeki yang diterima masyarakat setempat. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai makna, prosesi, nilai luhur, dan dampak sosial dari tradisi Nyadran di wilayah Mandiraja:
Asal-Usul dan Makna FilosofisSecara etimologis, kata "Nyadran" atau "Sadranan" berasal dari kata bahasa Sanskerta sraddha yang berarti keyakinan atau penghormatan. Dalam kalender Jawa, aktivitas ini identik dengan istilah Ruwahan, karena diselenggarakan pada bulan Ruwah (Sya'ban).
Bagi warga Mandiraja, seperti yang rutin digelar oleh masyarakat di Desa Panggisari dan desa-desa sekitarnya, Nyadran memuat akulturasi budaya Islam dan Kejawen kuno. Kegiatan ini melambangkan penyucian diri secara spiritual sebelum memasuki ibadah puasa Ramadan, sekaligus pengingat manusia akan asal-usul kehidupan serta kepastian datangnya kematian.
Tahapan Prosesi Pelaksanaan Nyadran:
Pelaksanaan Nyadran di wilayah Kecamatan Mandiraja umumnya terbagi ke dalam empat tahapan utama:
- Besik (Kerja Bakti Resik Makam)Masyarakat dari berbagai dusun berkumpul sejak pagi hari di area pemakaman desa dengan membawa perkakas seperti cangkul, sabit, dan sapu lidi. Mereka bergotong royong membersihkan rumput liar, sampah, dan merapikan nisan keluarga masing-masing maupun area pemakaman umum
- Nyekar (Tabur Bunga)Setelah makam bersih, prosesi dilanjutkan dengan menabur bunga mawar, melati, atau kenanga di atas pusara keluarga. Aktivitas ini memunculkan suasana yang khidmat, tenang, dan penuh rasa hormat terhadap memori para leluhur.
- Fida' dan Doa Bersama (Tahlilan)Masyarakat kemudian duduk bersila bersama di area sekitar makam atau bangsal petilasan desa. Dipimpin oleh sesepuh adat atau tokoh agama setempat, seluruh warga melantunkan ayat suci Al-Qur'an, zikir, kalimat tahlil, serta doa keselamatan agar dosa-dosa para leluhur diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa.
- Kembul Bujana (Kenduri Selamatan)Puncak ritual ditandai dengan makan bersama di atas gelaran tikar. Para warga membawa wadah berupa tenong atau besek berisi nasi gurih, ayam panggang, apem, dan hasil bumi lainnya. Makanan tersebut saling ditukarkan dan disantap bersama tanpa membedakan status sosial
Nilai-Nilai Luhur dan Dampak SosialTradisi Nyadran di Mandiraja terus dirawat karena membawa banyak dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat, di antaranya:
- Gotong Royong: Memupuk rasa kebersamaan saat membersihkan makam tanpa pamrih.Keadilan
- Sosial: Selama sesi kembul bujana, semua warga dari golongan kaya maupun miskin duduk setara menikmati hidangan yang sama.Ketahanan Pangan Lokal: Menjadi wadah rasa syukur atas kelimpahan hasil panen bumi Banjarnegara.Solidaritas
- Antargenerasi: Menjadi ruang berkumpulnya perantau yang mudik awal demi mengikuti tradisi ini bersama keluarga besar[35]
Bahasa
Kecamatan Mandiraja yang terletak di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memiliki kekayaan linguistik yang unik. Sebagai bagian dari wilayah budaya Banyumas, masyarakat Mandiraja menggunakan bahasa Jawa dialek Banyumasan—atau yang lebih populer dengan sebutan bahasa Ngapak—sebagai bahasa ibu dan alat komunikasi sehari-hari. Artikel ini akan mengulas secara mendalam karakteristik bahasa daerah di Mandiraja, keunikannya, serta tantangan yang dihadapi di era modern. Karakteristik dan Dialek "Ngapak" Mandiraja Bahasa daerah di Mandiraja mempertahankan ciri khas bahasa Jawa kuno (bahasa Jawa Gagrag Lawas). Ciri utama dialek ini adalah pelafalan fonem yang konsisten dengan tulisannya. Jika masyarakat Jawa bagian timur (seperti Solo dan Yogyakarta) melafalkan huruf 'a' sebagai 'o', masyarakat Mandiraja tetap melafalkannya sebagai 'a' penuh. Sebagai contoh, kata "sega" (nasi) tetap diucapkan "sega", bukan "sego". Keunikan lainnya adalah penekanan yang kuat pada konsonan di akhir kata, seperti huruf 'k' yang dibaca tajam (glotal stop). Kata "bapak" atau "manuk" diucapkan dengan lugas dan tegas, yang memicu munculnya istilah "Ngapak". Kosakata Khas dan Tingkatan Bahasa Masyarakat Mandiraja memiliki kosakata unik yang tidak ditemukan dalam bahasa Jawa standar. Beberapa contoh kosakata lokal sehari-hari antara lain:
- Inyong / Nyong: Saya
- Rika: Kamu
- Kencot: Lapar
- Kepriwe: Bagaimana
- Mayuh: Ayo
Meskipun terkenal dengan gaya bicara yang blak-blakan dan egaliter, masyarakat Mandiraja tetap mengenal sistem tingkatan bahasa (unggah-ungguh), walaupun tidak seketat di wilayah Surakarta atau Yogyakarta. Mereka menggunakan bahasa Ngoko Banyumasan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya atau yang lebih muda, dan menggunakan bahasa Krama (baik Krama Standard maupun Krama lokal) saat berbicara dengan orang tua, tokoh masyarakat, atau dalam acara adat resmi. Nilai Budaya dan Karakter Masyarakat Bahasa daerah di Mandiraja bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari karakter masyarakatnya. Dialek Ngapak yang terdengar ceplas-ceplos dan humoris merepresentasikan sifat warga Mandiraja yang terbuka, jujur, demokratis, dan bersahabat. Absennya batasan sosial yang kaku dalam dialek Ngoko Banyumasan memperkuat rasa solidaritas dan persaudaraan antardesa di kecamatan tersebut. Tantangan Pelestarian di Era Modern Perkembangan teknologi, urbanisasi, dan pengaruh media sosial membawa tantangan besar bagi eksistensi bahasa daerah di Mandiraja. Beberapa fenomena yang mengancam kelestarian bahasa lokal meliputi: Pergeseran Bahasa di Ranah Keluarga: Semakin banyak orang tua di Mandiraja yang memilih membesarkan anak-anak mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama. Stigma Negatif: Di luar daerah, dialek Ngapak terkadang masih dianggap sebagai dialek yang lucu atau bernilai sosial lebih rendah dibandingkan dialek keraton. Hal ini memicu hilangnya rasa percaya diri pada generasi muda. Gempuran Bahasa Gaul: Istilah-istilah modern dan bahasa gaul nasional kian menggeser kosakata asli Banyumasan dalam percakapan remaja sehari-hari. Upaya Menjaga Eksistensi Bahasa Lokal Untuk menjaga agar bahasa daerah ini tidak punah, diperlukan langkah konkret dari berbagai pihak. Di sektor pendidikan, penerapan muatan lokal bahasa Jawa Banyumasan di sekolah-sekolah dasar hingga menengah di wilayah Mandiraja harus terus dioptimalkan. Selain itu, komunitas budaya lokal, konten kreator digital asal Banjarnegara, dan pemerintah daerah perlu berkolaborasi untuk mengemas bahasa Ngapak menjadi konten yang menarik, modern, dan membanggakan bagi generasi muda. Menghidupkan kembali sastra lokal seperti geguritan (puisi Jawa) dialek Banyumasan atau pementasan seni tradisional Begalan juga dapat menjadi sarana pelestarian yang efektif. [36] Berikut berbandingan kosakata dialek Mandiraja dengan Bahasa Jawa Yogya-Solo, Sunda, Indonesia:[37]
| Indonesia | Mandiraja | Yogya-Solo | Sunda |
|---|---|---|---|
| Aku/Saya | Nyong/Enyong | Aku | Abdi |
| Kamu | Ko | Kowe | Anjeun |
| Sangat | Pisan/Banget | Tenan | Pisan |
| Bagaimana | Kepriwe | Piye/kepriye | Kumaha |
| Bisa | Teyeng | Isa | Tiasa |
| Teman | Batir | Kanca | Batur |
Pariwisata
Kecamatan Mandiraja di Banjarnegara, Jawa Tengah. menyimpan potensi pariwisata luar biasa yang memadukan keindahan alam pegunungan Serayu Selatan, agrowisata, dan wisata buatan. Dari pesona dataran tinggi hingga wisata keluarga, Mandiraja menawarkan destinasi yang lengkap dan menyegarkan bagi para pelancong.Banjarnegara selama ini mungkin lebih identik dengan pesona dataran tinggi Dieng. Namun, bagi Anda yang ingin menjelajahi sisi lain dari kabupaten "Gilar-gilar" ini, Kecamatan Mandiraja adalah sebuah permata yang tak boleh dilewatkan. Dengan topografi yang membentang dari dataran rendah Sungai Serayu hingga wilayah perbukitan, kecamatan ini menyuguhkan berbagai atraksi wisata menarik.Berikut adalah daya tarik utama pariwisata di Kecamatan Mandiraja:[38][39][40]
- Bukit Watu Sodong

Adalah objek wisata panorama alam dan wisata berkonsep agro berupa barisan pohon durian sepanjang jalan. Masuk lokasi, sebelum memulai perjalanan mendaki bukit watu Sodong menyuguhkan panorama alam yang menakjubkan bagi yang gemar ber-swa foto. Mengunjungi tempat ini adalah, pilihan tepat, karena banyak spot cantik dengan latar belakang pemandangan alam yang indah ada rumah pohon, jembatan kayu, rumah jamur, dan dapat juga dapat berfoto di bebatuan besar eksotik.
Kepala desa Glempang, Nowo Wikarto menjelaskan, nama 'Watu Sodong' konon berasal dari kata watu (batu) dan sodong (rumah babi hutan), yang mengandung arti batu yang digunakan sebagai rumah babi hutan. Awal mulanya, Watu Sodong hanya bukit atau hutan dengan bebatuan besar dan pohon-pohon Pinus yang tumbuh rindang. Saat itu, akses menuju lokasi sangat sulit jangankan kendaraan, jalan kaki saja sulit dan melewati pohon-pohon yang sangat rimbun.
Lahan seluas itu sejak dulu dimanfaatkan warga sekitar untuk membantu perekonomian mereka. Selain ditanami pinus, hutan ini juga ditanami aneka palawija seperti singkong, kacang tanah, jagung, dan ubi. Setelah beberapa tahun, para pemuda di desa Glempang memperbaiki akses jalan menuju hutan agar saat pengambilan hasil kebun warga dapat dengan mudah membawa alat transportasi seperti motor saat menaiki bukit tersebut. Setelah akses jalan terealisasi, para pemuda membuat rencana besar mengubah Watu Sodong menjadi tempat yang dapat dinikmati karena pemandangannya yang indah, seperti melihat matahari terbit di pagi hari, pepohonan yang rimbun serta semilir angin yang menenangkan hati di sore hari. Ide kreatif pemuda mendapat respon positif dari Perum Perhutani untuk mengubah hutan tersebut menjadi kawasan ekowisata dengan nama Bukit Watu Sodong pada 31 Desember 2017.
- Mandiraja View Garden
Adalah tempat wisata taman bunga di desa Mandirajawetan. Taman bunga Mandiraja view garden menjadi salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi oleh pecinta taman bunga. Banyak spot foto dan aneka bunga penuh warna di taman ini. Selain itu, aneka ornamen unik seperti konsep kolam yang dilengkapi tempat duduk, spot bambu kuning, dsn sebagainya. Hamparan warna-warni bunga tersebar di sisi tengah hingga selatan taman, tidak ada biaya tambahan untuk berfoto diberbagai spot swafoto yang ditambahkan oleh pengelola taman bunga, semua spot foto gratis, pengunjung hanya menjaganya agar tidak rusak. Taman bunga ini baru dibuka sekitar pertengahan bulan Desember 2019.
- Bukit Rumpit Bike Park Salamerta
Sejumlah pemuda di Desa Salamerta menyulap desanya sebagai salah satu tujuan rekreasi alam yang bernama Bukit rumpit bike park. Tempat bagi pecinta olahraga sepeda berwisata alam dan melepas penat. Inisiator Bukit Rumpit Bike Park, Kartono berkata, lokasinya yang berada di jajaran perbukitan kabupaten Banjarnegara bagian selatan menjadi pesona dan tantangan tersendiri. Warga bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa hutan dan perhutani karena sebagian besar memang menggunakan lahan milik perhutani. Di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan jalan kaki mendaki bukit rumpit bike park serta mencoba sensasi naik sepeda di puncak perbukitan. Spot untuk berfoto juga tersedia dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pengunjung dapat berfoto di atas bebatuan di lorong dan rumah pohon yang dilengkapi dengan pegangan sehingga aman bagi pengunjung. Bagi yang ingin menginap tersedia juga camping ground, sehingga tepat untuk mengisi liburan bersama dengan keluarga.
Khusus bagi pecinta olahraga sepeda gunung terdapat jalur sepanjang 5 km menyusuri puncak perbukitan. Bagi komunitas sepeda gunung harus memesan jadwal terlebih dahulu dengan pengelola karena pada hari libur atau akhir minggu banyak peminat. Tempat ini berawal dari komunikasi di jejaring media sosial tentang potensi wisata alam dengan salah sejumlah anggota komunitas sepeda. Setelah diskusi panjang dan survei ke lokasi, bukit rumpit dinilai cocok dan menantang untuk pecinta sepeda gunung. Kedepannya tempat ini disinergikan dengan sejumlah potensi yang ada seperti agrowisata, wisata industri kreatif berbahan kayu dan bambu, serta industri makanan ringan yang dapat menjadi kampung wisata dan wirausaha.Tingkat kunjungan wisatawan ke bukit rumpit semakin meningkat libur lebaran dan libur akhir pekan jumlah pengunjung di atas 200 orang per-hari, sedangkan komunitas sepeda gunung yang sengaja mencoba jalur sepeda gunung rata-rata di atas 20 orang per-hari khususnya pada hari liburan.[41][42]
- Wisata Sawah Wates

Merupakan objek wisata yang berlatarbelakang persawahan di Somawangi.[43][44]
Referensi
- ↑ Badan Pusat Statistik (BPS) Resmi Republik Indonesia www.bps.go.id diakses tanggal 21 Maret 2020.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 5 Desember 2019.
- ↑ "Profil Kabupaten Banjarnegara". banjarnegarakab.go.id (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-28. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ Peta Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah lengkap dengan 20 kecamatan www.sejarah-negara.com, Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ "Cuaca 25 Hari di Mandiraja". www.accuweather.com. Diakses tanggal 01-09-2019.
- ↑ "BMKG Kabupaten Banjarnegara: Mandiraja Indonesia Records and Averages". BMKG. Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2020 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintahan www.kemendagri.go.id diakses tanggal 21 Maret 2020.
- ↑ "Lampu APILL perempatan gandulekor". mandirajati. 2014-12-20. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019.
- ↑ Banyaknya Desa kelurahan luas penduduk dan kepadatan menurut kecamatan di kabupaten banjarnegara tahun 2010-2019 banjarnegara.bps.go.id Diakses tanggal 29 maret 2020.
- ↑ daftar paroki di wilayah Purwokerto parokicilacap.blogspot.com , Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Agama Di Kecamatan Mandiraja Tahun 2018-2019[pranala nonaktif permanen] banjarnegara.bps.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Wisata belanja di kabupaten banjarnegara, jawa tengah Diarsipkan 2020-06-24 di Wayback Machine.gpswisataindonesia.info Diakses tanggal 21 Juni 2020
- ↑ Potensi Di Mandiraja Diarsipkan 2017-05-25 di Wayback Machine. banjarnegarakab.go.id Diakses tanggal 12 februari 2020.
- ↑ Daftar Perusahaan Bank BRI Unit Mandiraja www.daftarperusahaan.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Dataset Rekapapitulasi Indeks Desa Membangun IDM Tahun 2020[pranala nonaktif permanen] data.go.id Diakses tanggal 21 Juni 2020.
- ↑ "SPBU 43-534-09 Mandiraja, Jawa Tengah". dilokasi.com. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ Mandiraja Kota Kecil Di Jawa Tengah skyscrapercity.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Blangsakan, the. "Kali Sapi Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Terima 40.000 Benih Ikan dari Dinas Perikanan & Kelautan Banjarnegara". theBlangsakan. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ Daftar Sekolah Di kecamatan Mandiraja Diarsipkan 2011-12-19 di Wayback Machine. banjarnegara.dapodik.org, Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Profil SMKN 1 Mandiraja smkn1mandiraja.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Data Referensi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Diarsipkan 2017-11-20 di Wayback Machine.. referensi.data.kemdikbud.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ "Puskesmas - Puskesmas Mandiraja I - Jl. Mertadipura No. 01, Kec. Mandiraja, Banjarnegara". lewatmana.com. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ Layanan Puskesmas 2 Mandiraja Diarsipkan 2020-12-29 di Wayback Machine. bkd.banjarnegarakab.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Fimela.com. "Resep Tempe Mendoan Krispi Renyah Enaknya Nagih". fimela.com. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ Reastaurant Soto bancar 1 banjarnegara www.tripadvisor.co.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ resep mudah membuat tahu masak kulinerngapak.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ trans7. "Rahasia dapur nenek petis ayam khas banjarnegara kaya rempah". trans7. Diakses tanggal 1-06-2026. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "Kentongan Banyumas Perlu Dikemas Tarik Minat Wisatawan". Republika Online. 2017-08-18. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ Lengger banyumasan, seni budaya daerah yang terus dilestarikan keberadaanya oleh kalangan masyarakat dan pegiat seni daerah successfarmer.blogspot.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Bernas, Harian. "Ebeg, Kuda Kepang Mistis dari Banyumas - bernas.id". www.bernas.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2019-09-01. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Kompasiana.com. "Calung Sebagai Simbol Budaya Lokal Masyarakat Banyumas". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ warisan budaya bongkel warisanbudaya.kemdikbud.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ ruwat bumi warisan leluhur warga www.wartamerdeka.info Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ "mengintip tradisi nyadran dua desa di kecamatan mandiraja banjarnegara sambut bulan suci ramadhan". lensa nusantara. 2024. Diakses tanggal 2026-05-31.
- ↑ Bahasa Banyumasan terancam punah www.beritasatu.com, Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Bupati Luncurkan Aplikasi Kamus Bahasa Banyumas Diarsipkan 2020-01-13 di Wayback Machine. www.banyumaskab.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ "Bukit Watu Sodong di Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ "Menikmati Pesona Bukit Watu Sodong". Suara Merdeka. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-09. Diakses tanggal 2019-09-01.
- ↑ [pranala nonaktif permanen] Bukit Rumpit tempat wisata yang terus berbenah, www.picbear.org Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ [pranala nonaktif permanen] Objek Wisata bukit Rumpit Mandiraja fahrezy.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ [pranala nonaktif permanen] Bukit Rumpit Bike Park paduan wisata di desa salamerta. www.wisatabanjarnegara.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ wates mana wisata tengah sawah wisata[pranala nonaktif permanen] viewwisatabanjarnegara.blogspot.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
- ↑ Objek Wisata Wates Kaliwungu[pranala nonaktif permanen] picpanzee.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
Lihat Pula
Pranala luar
- Puskesmas Mandiraja 1 di Youtube
- BPS Kabupaten Banjarnegara
- Website Resmi Kabupaten Banjarnegara
- Prodeskel Binapemdes Kemendagri Diarsipkan 2022-04-01 di Wayback Machine.
| Desa | |
|---|---|
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
























