Manai Blau adalah sebuah desa di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.[1] Desa ini berjarak 28km dari ibu kota kabupaten di Tubei.[2] Berdasarkan anggaran tahun 2020, desa ini menerima alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp489.244.300.[3]
Etimologi
Nama desa ini diambil dari gabungan kata dalam bahasa Rejang, manai dan blau. Manai atau Bêmanai adalah nama Rejang bagi salah satu empat petulai Rejang yang lebih dikenal dengan nama Melayunya, Bermani.[4] Sementara blau atau dalam dialek lain disebut blêu (bêlêw) bermakna baru.[5] Nama Manai Blau dapat dimaknai sebagai sebuah desa milik atau di wilayah marga Bermani yang baru. Desa ini adalah pemekaran dari kelurahan Mubai[6] yang juga berada dalam wilayah adat Bermani.[7]
Geografi
Desa Manai Blau berada pada daerah hamparan yang relatif datar.[8] Desa ini dialiri oleh sungai Ketahun,[9]
Pembagian administrasi
Manai Blau terbagi ke dalam tiga dusun.[10] Dalam pelaksaan pemerintahannya, kepala desa (kades) dibantu oleh tiga orang kepala urusan (kaur), tiga kepala dusun (kadus), lima orang anggota Badan Pertimbangan Desa (BPD), serta tiga tenaga tambahan.[11] Kades Manai Blau saat ini dijabat oleh Armen Machfudy.[12] BPD Manai Blau dilantik dan disumpah pada 30 April 2021 untuk masa bakti 2021-2027.[13]
Demografi
Pada tahun 2020 kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 1.565 jiwa, terdiri dari 813 jiwa laki-laki dan 752 jiwa perempuan.[14] Sebanyak 331 keluarga di kelurahan ini merupakan pelanggan listrik PLN.[15]
Pendidikan
Tidak ada fasilitas pendidikan di desa ini. SD dan MI terdekat berada di Mubai.[16] Sedangkan SMP dan SMA terdekat masing-masing berada di Tes dan Taba Anyar.[17]
Kesehatan
Sama halnya dengan pendidikan, Manai Blau tidak memiliki fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan terdekat antara lain apotek di Tes, poliklinik di Taba Anyar, dan puskesmas rawat inap di Turan Tiging.[18]
Sosial
Agama
Islam adalah agama mayoritas penduduk desa ini. Terdapat sebuah masjid di Manai Blau.[19]
Suku bangsa dan bahasa
Suku Rejang adalah penduduk asli Manai Blau. Orang Rejang di desa ini secara adat termasuk ke dalam marga Bermani, yang kemudian disatukan dengan marga Jurukalang menjadi marga Bermani Jurukalang. Bahasa asli daerah ini adalah bahasa Rejang. Selain bahasa Rejang, bahasa Melayu juga dipakai secara luas, khususnya dalam berkomunikasi antarsuku bangsa. Bahasa Indonesia dipakai dalam situasi resmi, baik di sekolah, kantor (administrasi), plang papan nama jalan, maupun pengumuman atau khotbah.
Komunikasi dan Transportasi
Terdapat tiga operator layanan telekomunikasi di daerah ini, dengan status sinyal kuat.[20] Belum ada BTS yang dibangun. BTS terdekat berada di kelurahan Taba Anyar.[20] Manai Blau berada pada Jalan Lintas Curup-Muara Aman, yang jalannya sudah beraspal dan dapat dilalui sepanjang tahun.[21]
Ekonomi
Ada ± 15 toko kelontong dan lima kedai makanan yang beroperasi di Manai Blau.[22]
Jaspan, Mervyn A. (1984). "Materials for a Rejang-Indonesian-English Dictionary". Dalam Stokhof, W. A. L. (ed.). Materials in Languages of Indonesia, No. 27. PACIFIC LINGUISTICS Series D - No. 58. Canberra: Department of Linguistics, Research School of Pacific and Asian Studies, Australian National University. hlm.7, 122. doi:10.15144/PL-D58.1. ISBN0 85883 312 3.
"Peraturan Bupati Lebong No. 4 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengalokasian, Pembagian dan Penetapan Rincian Alokasi Dana Desa Setiap Desa dalam Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2020". Lampiran,per(PDF). Bupati Lebong. hlm.10.[pranala nonaktif permanen]