Dalam psikologi, suasana hati (bahasa Inggris: mood)[1] adalah keadaan afektif. Berbeda dengan emosi atau perasaan, suasana hati kurang spesifik, kurang intens, dan kecil kemungkinannya terprovokasi atau dipicu oleh stimulus atau peristiwa tertentu.[2][3] Suasana hati biasanya digambarkan memiliki valensi positif atau negatif. Dengan kata lain, orang biasanya berbicara tentang suasana hati yang baik atau suasana hati yang buruk. Ada banyak faktor berbeda yang memengaruhi suasana hati, dan ini dapat menyebabkan efek positif atau negatif pada suasana hati.
Suasana hati juga berbeda dengan temperamen atau ciri kepribadian yang lebih tahan lama. Namun demikian, ciri-ciri kepribadian seperti optimisme dan neurotisme memengaruhi jenis suasana hati tertentu. Gangguan suasana hati jangka panjang seperti depresi klinis dan gangguan bipolar dianggap sebagai gangguan suasana hati. Suasana hati adalah keadaan internal dan subjektif tetapi sering kali dapat disimpulkan dari postur tubuh dan perilaku lainnya. "Kita bisa terbawa ke dalam suatu suasana hati oleh kejadian yang tidak terduga, dari kebahagiaan melihat seorang teman lama hingga kemarahan menemukan pengkhianatan oleh pasangan. Kita mungkin juga jatuh ke dalam suasana hati."[4]