Dalam filsafat bahasa, makna "adalah suatu hubungan antara dua jenis hal: tanda-tanda dan jenis hal yang mereka maksudkan, ungkapkan, atau lambangkan."[1]
Jenis-jenis makna berbeda-beda bergantung pada jenis hal yang diwakilinya. Terdapat:
hal-hal yang mungkin memiliki makna;
hal-hal yang juga menjadi tanda bagi hal-hal lain, dan karena itu selalu bermakna (yakni, tanda-tanda alami dari dunia fisik serta gagasan-gagasan di dalam pikiran);
hal-hal yang secara niscaya bermakna, seperti kata-kata dan simbol nonverbal.
Pandangan-pandangan utama dalam wacana makna masa kini mencakup beberapa pemaknaan parsial berikut:
teori-teori psikologis, yang mencakup gagasan tentang pikiran, niat, atau pemahaman;
Berger, Peter and Thomas Luckmann (1967), The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge (first edition: 240 pages), Anchor Books.
Davidson, Donald (2001), Inquiries into Truth and Interpretation (second edition), Oxford: Oxford University Press.
Dummett, Michael (1981), Frege: Philosophy of Language (second edition), Cambridge: Harvard University Press.
Frege, Gottlob (ed. Michael Beaney, 1997), The Frege Reader, Oxford: Blackwell.
Gauker, Christopher (2003), Words without Meaning, MIT Press.
Goffman, Erving (1959), Presentation of Self in Everyday Life, Anchor Books.
Grice, Paul (1989), Studies in the Way of Words, Cambridge: Harvard University Press.
Searle, John and Daniel Vanderveken (1985), Foundations of Illocutionary Logic, Cambridge: Cambridge University Press.
Searle, John (1969), Speech Acts, Cambridge: Cambridge University Press.
Searle, John (1979), Expression and Meaning, Cambridge: Cambridge University Press.
Stonier, Tom (1997), Information and Meaning: An Evolutionary Perspective, London: Springer.