Setelah tahun 2000, negara-negara Macan Baltik melakukan reformasi ekonomi dan liberalisasi. Dengan upah tenaga kerja yang murah dan kualitas sumber daya manusia yang memadai, investasi asing terus memasuki negara-negara tersebut. Antara tahun 2000 hingga 2006, negara-negara Macan Baltik mencetak pertumbuhan ekonomi tertinggi di Eropa. Dalam produk domestik bruto, ekonomi Estonia tumbuh 11.2%, Latvia tumbuh 11.9% dan Lituania 7.5%. Tingkat pengangguran ketiga negara tersebut menurun hingga di bawah rata-rata Uni Eropa. Ketiga macan telah bergabung dengan Uni Eropa pada Mei 2004 dan akan mulai menggunakan mata uang euro pada tahun 2010.
Ciri negatif ekonomi negara-negara ini adalah terjadinya defisit neraca. Akibatnya, negara-negara tersebut mengalami risiko hard landing dan krisis finansial. Di sisi lain, Macan Baltik hanya memiliki sedikit hutang (di Estonia 3.8% dari PDB, di Latvia 17%).[1][2][3]
Pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Macan Baltik mulai melambat (akibat krisis finansial global). Pertumbuhan ekonomi Lituania jatuh hingga 3.0%, Latvia −4.6% dan Estonia −3.6%.