Lulu Hypermarket adalah deretanhipermarket dan usaha eceran yang dimulai oleh Lulu Group International pada tahun 2000. M. A. Yousuf Ali adalah direktur utama grup yang berbasis di Abu Dhabi. LuLu memiliki lebih dari 35.600 karyawan dari berbagai negara.[2][3]
Ini adalah salah satu deretan ritel terbesar di Asia dan merupakan yang terbesar di Timur Tengah dengan 126 outlet di negara Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk (GCC). Riset perusahaan Deloitte, baru-baru ini menempatkannya di antara 50 ritel yang paling cepat berkembang di dunia.[4][5]
Tiga di ibu kota Riyadh dan satu di Khobar dan Jubail. Cabang terbaru dibuka di Dammam pada Januari 2016.
Gerai di Indonesia
Gerai pertama Lulu Hypermarket di Indonesia dimulai dengan dibukanya cabang pertama di bekas lahan Carrefour Plaza Taman Modern, Cakung, Jakarta Timur pada 31 Mei 2016 yang diresmikan oleh Presiden Indonesia ketujuh, Joko Widodo. Bisnis ritel asal Uni Emirat Arab (UAE) ini pada awal peresmian berencana untuk berinvestasi sebesar US$ 500 juta dolar sebagai bagian dari ekspansi bisnis. Pembukaan hypermarket pertama UEA di Indonesia itu juga dihadiri sejumlah menteri, jajaran pemerintahan, anggota asosiasi bisnis, dan masyarakat. Selain itu Lulu Hypermarket juga membuka gerai di QBIG BSD City, Vivo Mall Bogor, dan Mega Bekasi Hypermall.
Pada April 2025, Lulu Hypermarket mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan pasar retail di Indonesia mulai tanggal 2 April 2025. Tutupnya supermarket Lulu Hypermarket ini menambah daftar ritel yang menutup bisnisnya di Indonesia, seperti Centro dan 7-Eleven.