Otten, yang mendapat promosi dalam ilmu kedokteran, bertolak ke Hindia Belanda (kini Indonesia), dan mengembangkan vaksinsampar. Vaksin tersebut dicobakan pertama kali di Bandung, tempatnya bekerja, pada tahun 1934. Semasa Perang Dunia II, Otten ditawan di kamp konsentrasi Jepang. Seusai perang, ia kembali ke Belanda dan meninggal setahun kemudian.
Jl. Dr. Otten di Bandung dinamai menurut dirinya. Letak jalan tersebut tidak jauh dari Institut Pasteur (kini Bio Farma) tempatnya dulu bekerja.