Livistona chinensis atau yang juga dikenal sebagai Chinese fan palm dan fountain palm merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Arecaceae (suku pinang-pinangan). Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim subtropis, dengan rentang sebaran mulai dari Jepang selatan hingga Tiongkok (Guangdong). Nama ilmiah Livistona chinensis pertama kali dipublikasikan oleh botanis Nikolaus Joseph von Jacquin pada tahun 1838.[1] Di Jepang, dua populasi penting menempati pulau-pulau di dekat pantai Prefektur Miyazaki, Aoshima dan Tsuki Shima. Pohon ini juga dilaporkan diperkenalkan dan dinaturalisasi di Afrika Selatan, Mauritius, Réunion, Kepulauan Andaman, Jawa, Kaledonia Baru, Mikronesia, Hawaii, Florida, Bermuda, Puerto Riko, dan Republik Dominika.[2][3]
Pemerian
Palem kipas adalah tumbuhan evergreen (selalu hijau) yang populer ditanam di taman dan kebun. Palem ini bersifat hermafrodit dan soliter.[4] Tingginya dapat mencapai 15 meter, tetapi biasanya terlihat mencapai 9 meter dengan rentang 3-4 meter. Palem ini memiliki batang tunggal yang lurus dan daun besar sepanjang 1,8 meter yang ujungnya terkulai. Daun-daunnya yang terbagi memiliki segmen-segmen panjang, meruncing, dan seperti pita yang bergoyang anggun di bawah daun, menciptakan efek seperti air mancur. Tangkai daunnya yang panjang mungkin berduri tajam. Bunga-bunga yang tidak mencolok tersembunyi di antara dedaunan dan diikuti oleh buah-buah kecil berwarna biru kehitaman seperti buah zaitun. Spesimen muda palem kipas ini sama menariknya dengan tanaman dewasanya.[5]
Sebaran dan habitat
Tumbuhan ini berasal dari Jepang bagian selatan, Taiwan, Kepulauan Ryuku, dan wilayah Guangdong di Tiongkok bagian selatan. Namun, ia kini telah tersebar luas di seluruh Afrika dan Arabia selatan, Asia tenggara dan timur, Malesia dan Australia.[6] Habitatnya adalah hutan pantai dengan berbagai jenis tanah, sering di pasir, kadang-kadang dalam koloni mono-spesifik yang padat, kadang-kadang dalam koloni kecil yang terisolasi. Ia biasanya ada ketinggian hingga 100 meter.[7]
Budi daya
Livistona chinensis adalah tanaman yang sebagian besar berasal dari daerah subtropis, meskipun kini sudah banyak ditanam sebagai tanaman hias dari daerah beriklim hangat hingga tropis. Ia lebih menyukai tempat yang teduh, cerah dan lembap. Namun, spesies ini merupakan palem yang kuat dan mudah tumbuh, serta toleran terhadap berbagai kondisi. Ia telah dibudidayakan secara luas di daerah tropis dan subtropis, bijinya disebarkan oleh burung yang memakan buahnya, mudah berkecambah, dan tercatat lolos dari budidaya. Tanaman ini telah ditetapkan sebagai spesies invasif di beberapa negara Kepulauan Pasifik.[7]
Kegunaan
Pohon ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di taman. Di Tiongkok, buah keringnya digunakan untuk mengobati berbagai jenis tumor. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, ekstrak bijinya digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, termasuk kanker hati dan kanker usus besar.[8] Daunnya digunakan untuk membuat kipas, juga untuk membuat topi dan mantel hujan, sapu, dll. Serat yang diekstrak dari pelepah dan tangkai daunnya diolah menjadi tali.[7]