Yaccarino mengundurkan diri dari NBCUniversal pada tanggal 12 Mei 2023, dan pada hari yang sama, Elon Musk mengumumkan bahwa Yaccarino akan menjadi kepala eksekutif baru X Corp. dan Twitter.[15] Yaccarino telah lama menyatakan ketertarikannya pada Twitter. Sebelumnya, dalam tiga kesempatan di NBCUniversal, Yaccarino mengusulkan agar para eksekutif Comcast membeli Twitter secara langsung. Pembicaraan awal seputar potensi penawaran senilai $3 miliar tidak pernah menghasilkan kesepakatan.[6]
Fortune dan The New Republic menggambarkan Yaccarino sebagai seorang mantan pejabat yang sebelumnya pernah ditunjuk Trump, yang dimana ia mengikuti sejumlah akun teori konspirasi dan akun-akun sayap kanan jauh di Twitter.[16][17] Pada saat penunjukannya, Financial Times mencatat bahwa sebelumnya, Yaccarino pernah berkerjaan di World Economic Forum dan telah mendapatkan reaksi keras dari beberapa "penggemar Musk yang berpikiran konspiratif" yang tidak memercayai organisasi-organisasi politik internasional. Elon Musk, yang juga mengkritik keras WEF, menyatakan bahwa hubungan Yaccarino dengan organisasi tersebut tidak akan merusak komitmen yang ia nyatakan sendiri terhadap kebebasan berbicara di Twitter.[18]
Selama masa jabatannya di X, Yaccarino telah dikritik sebagai hanya nama CEO-nya saja, karena keberadaan dan perilaku Musk. Setelah pengangkatannya, para pengamat khawatir peran Yaccarino akan menjadi contoh tebing kaca (glass cliff). Yaccarino mengatakan bahwa implikasi bahwa ia tidak pantas mendapatkan perannya membuatnya sedih, dengan menyatakan, "Saya benar-benar terjun ke dunia bisnis tanpa mengetahui bahwa menjadi seorang wanita adalah sesuatu."[6][19]
Di bawah kepemimpinan Musk dan Yaccarino, ujaran kebencian telah meningkat di platform tersebut,[20][21] yang menyebabkan perusahaan-perusahaan menangguhkan iklannya.[22][23] Pada bulan November 2023, setelah Elon Musk berkomentar untuk mendukung teori konspirasi antisemit, sejumlah perusahaan, termasuk mantan perusahaan tempat bekerja Yaccarino, Comcast, menghentikan sementara iklan mereka di X.[24] Yaccarino menganggap penghentian iklan tersebut sebagai akibat dari laporan Media Matters for America [en] yang mengklaim bahwa iklan di X dari perusahaan-perusahaan besar yang muncul di samping konten nasionalis kulit putih dan Nazi, dan bukan karena komentar Musk; dalam sebuah surel di seluruh perusahaan, Yaccarino mengatakan bahwa artikel tersebut "menyesatkan dan dimanipulasi."[25][26] Di tengah kontroversi tersebut, Yaccarino didesak untuk mengundurkan diri secara pribadi oleh sejumlah eksekutif periklanan, termasuk teman-temannya.[27]
Yaccarino secara terbuka mendukung gugatan X terhadap Media Matters, dengan memposting di akun X, "Jika Anda mengenal saya, Anda pasti tahu bahwa saya berkomitmen pada kebenaran dan keadilan. Inilah kebenarannya. Tidak ada satu pun pengguna asli di X yang melihat iklan IBM, Comcast, atau Oracle di samping konten [pro-Nazi] dalam artikel Media Matters."[28] Dalam sebuah pertemuan perusahaan, ketika ditanya apa yang dia inginkan dari hasil gugatan tersebut, Yaccarino menjawab, "validasi bahwa Media Matters, sayangnya, memanipulasi, dalam kasus ini, tidak hanya pengiklan, tetapi juga masyarakat pada umumnya."[29]
Fortune mendaftarkan Yaccarino sebagai salah satu CEO yang paling berjuang pada tahun 2023, mencatat bahwa dia "tampaknya tidak mampu atau tidak mau menahan bosnya dari dorongan/impuls terburuknya sementara gagal meyakinkan pengiklan bahwa semuanya terkendali."[30]
Pada November 2023, Yaccarino dipanggil oleh panel Senat A.S. untuk bersaksi dalam sidang dengar pendapat tentang keamanan daring anak-anak.[31]